Dewa Pendekar

Dewa Pendekar
Mangsa berkualitas


__ADS_3

Jenderal Diro sungguh terkejut sekali, tidak dapat mempercayai jika musuh dia begitu kuat sekali sekarang, bersama Ranto berserta seluruh pasukan kalajengking ini, jelas mereka bukan tandingan pemuda buruk rupa ini.


Diro kembali menyerang ke arah Wisana, jurus gelang-gelang dia tepat mengarah ke dada Wisana, tapi tangan Wisana sekali lagi bergerak cepat melebihi kecepatan Diro, sebuah pukulan cepat ke dada Diro tersarang dengan sempurna.


Diro kembali sekarang terpental jungkir balik, dirinya kemudian harus mengambil nafas mengatasi luka dalam yang di deritanya dari pukulan Wisana yang terlihat tanpa rapalan ilmu apapun,


Wisana tampak menikmati kehebatan dia ini, kekuatan yang diperoleh dari ilmu hitam Asoka.


Segera saja sekarang Wisana, kembali menyerang seluruh pasukan kalajengking yang tersisa, semua sekarang terkapar tidak sadarkan diri di hajar Wisana tepat ke muka mereka, satu per satu hingga orang terakhir.


"Kalian lumayan untuk tumbal kekuatan Asoka," Wisana tertawa, sambil menatap ke Diro yang masih bisa berdiri lagi, tetapi kondisinya jelas sudah terluka parah.

__ADS_1


"Kamu ini anjingnya Asoka ya." Diro ditengah kondisi dia yang terdesak. justru tidak diam saja tetapi kembali memprovokasi ke arah Wisana.


"Diro tadinya aku tidak akan menyerahkanmu, tetapi sekarang berbeda," Wisana tampak murka di buatnya karena perkataan Diro barusan, sekarang Wisana sudah tidak memanggil Diro dengan sebutan ayah lagi, segera saja Wisana bergerak duluan menyerang Diro.


Kini Diro yang sudah lemah, dia pun juga terkapar pingsan, setelah sebuah tinju Wisana bersarang di rahang Diro dengan telak, nyaris jelas sudah tidak ada perlawanan lagi.


Diro bersama seluruh anak buahnya, semua pasukan elit kalajengking, di ikat Wisana dengan tali dari akar pohon yang di ambilnya dari kedai arak.


"Kalian akan menjadi tumbal Asoka, sekarang ini," Wisana tertawa terkekeh, kemudian dengan satu tangan sanggup mengangkat semua tawanan berjumlah dua puluh dua orang tersebut.


Wisana sekarang dengan ilmu meringankan tubuhnya sanggup mengangkat dan melesat ke dalam hutan seakan cuma mengangkat kapas.

__ADS_1


Akhirnya pemilik kedai arak, kini berani memunculkan dirinya setelah sepi setelah Wisana pergi, menatap pasrah kedainya yang rusak belobang dindingnya.


"kenapa berapa hari ini selalu ada pertarungan disini?" pemilik kedai bertanya sendiri, tidak ada yang menjawab pastinya.


Tidak lama Wisana pergi, karena tidak terlalu jauh dari kedai, Wisana kini sudah sampai di persembunyian dari Asoka, sebuah bekas rumah tua yang telah ditinggalkan, kedua puluh dua orang tersebut di lemparkan ke depan Asoka.


Asoka menatap ke orang-orang yang di lemparkan Wisana ke hadapannya, jelas dia kali ini tampak puas karena kedua puluh dua orang ini jelas lumayan bertenaga, tidak sia-sia menyuruh Wisana mencari sumber kekuatan.


Tampaknya Asoka akan segera menghisap seluruh kekuatan Diro dan Ranto bersama dengan seluruh pasukan elit kalajengkingnya Diro.


"Asoka kau mempelajari ilmu iblis, kau akan mati menggenaskan." kata Ranto dengan nada marah , tetapi suara dia lemah, karena kondisinya cukup buruk tetapi hanya dia yang masih tersadar

__ADS_1


"Ranto, wah sungguh kejutan sekali," Asoka tertawa melihat Ranto ternyata salah satu mangsa yang tersedia untuknya, jelas ini adalah mangsa bermutu tinggi untuk menambah kekuatan dirinya.


__ADS_2