Dewa Pendekar

Dewa Pendekar
Ratih vs Lina


__ADS_3

Sementara itu di saat yang sama, kembali ke kota perbatasan, Ratih saat ini sedang duduk sendirian di salah satu ruangan di markas tentara perbatasan kerajaan Dwipa, Jelas raut wajahnya tidak lah dia sedang senang, Tampak jelas mukanya sedang banyak beban.


Saat ini Ratih sedang mengingat kejadian batu kristal keris Kawiswara berpamor kuning emas di tangannya. Ini jelas sesuatu yang tidak di harapkan oleh Ratih, karena dia jadi takut jika Dewa dan dirinya adalah saudara kandung.


Tetapi semua tau jika keluarga kerajaan warnanya adalah merah, jelas tadi bukan merah. Tetapi fakta ini tidak menenangkan Ratih.


Ratih melirik ke arah meja bambu didepan dia, disitu keris kawiswara di bungkus rapi oleh kain putih dari sutera, kemudain dia juga melihat segelas air disebelahnya, segera saja Ratih meraih gelas bambu yang ada di meja depan dia itu, dan segera meminum habis air putih di dalamnya.


Sedikit lega karena air segar, sekarang Ratih bangun dan hendak berjalan keluar dari ruangan di mana dia berada dan ketika mendekati pintu keluar dia berpapasan dengan Lina, mereka berdua saling pandang dengan tidak saling menyukai.


"Kak Ratih kamu harus tau artinya kenapa keris Kawiswara berwarna emas."


Lina justru berbicara hal yang dari tadi memang mengganggu pikiran Ratih, kebetulan ini justru membuat Ratih makin muram.


"Itu bukan urusanmu."


Ratih hendak segera pergi menjauh dari Lina, raut wajah Ratih jelas sangat marah karena Lina berbicara soal Keris Kawiswara.

__ADS_1


"Bagaimana jika prabu Dewa memiliki ikatan darah dengan kamu? kamu tidak pantas jadi istri prabu Dewa."


Linawati kini berkata yang justru menyerang Ratih.


Ratih terkejut, o rupanya Lina dendam karena diminta olehnya untuk tes keperawanan.


"Kenapa kamu begini, aku kasih tau ya istri Dewa di istana itu banyak, kamu gak usah urus aku."


Ratih jelas kini jadi sebal dengan Lina, Lina matanya mendelik, Dia tampak tidak suka jika suami dia Prabu Dewa begitu banyak memiliki istri lain.


Lina berkata dengan senyum dingin, tampak dia sudah tidak suka Ratih sama sekali, Ratih sendiri terkejut, dia tidak menginginkan jadi permaisuri dan sudah menunjuk Lina tadi tetapi kenapa Lina ini malah menyerang dirinya.


"Aku kan sudah bilang kamu yang harusnya jadi permaisuri, tetapi sekarang tidak akan, kupikir harusnya itu aku."


Ratih menatap Lina dengan sengit, jelas dia sudah tidak akan memberi kesempatan ke Lina lagi sekarang.


Sekarang ini Ratih yakin Lina ini akan menindas dirinya jika sampai jadi permaisuri. Lina marah karena tes keperawanan yang di minta dirinya? Sungguh aneh itu kan untuk kepentingan prabu Dewa pikirnya.

__ADS_1


"Tetapi soal keris kawiswara tidak akan kubiarkan ini selesai."


Lina hendak pergi ketika mengatakan itu, dia tampaknya cukup sudah puas membalas Ratih, pikir Lina.


"Kamu juga jangan senang dulu, kamu belum tentu perawan."


Lina berbalik dan menatap kesal ke Ratih, lagi-lagi soal keperawanan, kali ini Lina sangat murka. Dia merangsek maju menyerang Ratih dengan jurus rembulan es tingkat dua yang pernah di pelajari dari Wisana. Lina tidak banyak menguasai ilmu tangan kosong.


Ratih terkejut dan tidak sempat menghindar, dirinya terpukul akibatnya di terpental jatuh ke meja. meja bambu itu terjatuh dan keris kawiswara terjatuh ke lantai melepaskan kain penutupnya. Segera saja Ratih berdiri lagi dengan penuh amarah karena Lina berani menyerang dirinya.


Tangannya memegang sakit bekas pukulan Lina yang mengenai perutnya, dia baru saja pulih dari serangan Wisana dan kini kembali harus terkena jurus rembulan es.


Ratih menatap marah kearah Lina, dia tampak bersiap mengerakan jurus sembilan matahari, tetapi tanpa di duga pengerahan tenaga dalam oleh Ratih membuat keris kawiswara yang tergelatak di lantai sekali lagi bersinar emas, tetapi kali ini tanpa disentuh oleh Ratih.


Perlahan keris itu melayang ke udara dengan sarungnya terlepas ke lantai dan mata tajam keris terarah ke Lina. Ratih yang sedang marah tidak menyadari jika keris kawiswara di sebelah dia telah melayang dan terarah ke Lina.


Lina sungguh terkejut melihat keris kawiswara bisa melayang dengan mata tajam mengarah ke dirinya, dia segera mengeluarkan pedangnya dengan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2