
Mengapa rumah Diro kosong? ketika Wisana tadi datang bersama Asoka, tidak lain tidak bukan karena Diro dan seluruh keluarganya sedang berkumpul di markas militer utama dia, yang berada di luar kota perbatasan,
Pagi ini matahari baru saja menyising di cakrawala, langit terlihat sedikit berawan dan udara pagi juga masih sangat dingin.
Tetapi sekelompok orang terdiri dari Diro dan anak-anaknya telah berkuda. terlihat jelas Diro dan Jaya berpakaian perang lengkap, sisanya semuanya, berpakaian bagus seperti akan pergi ke pesta,
Di depan Diro tampak berkuda memimpin perjalanan ke markas utama dia, sedang tepat di sebelahnya ada Jaya dan Tiro dibelakangnya.
Sedang Lina dan Wisnu berada jauh di belakang terpisah sekitar seratus langkah, bersama istri dari kakaknya Jaya dan dan Tiro.
Rombongan bertujuh ini tanpa orang lain, Tentunya Diro tidak merasa harus bersama pengawal untuk menuju markas dia.
"Ayah kenapa juga kita mendengarkan permintaan seorang prajurit?" Jaka tampak gusar, karena dia bersama istrinya harus pagi-pagi sudah menuju barak, dia dipaksa berpakaian perang sedang istrinya dengan baju bagus.
"Dia bukan sembarang prajurit, itu pasukan khusus ibu suri." Diro tampak tidak suka dengan sikap Jaya.
__ADS_1
"Ayahanda ini jenderal, tidak harusnya menuruti." Jaya tetap tidak terima, jadi semalam Jaka pengawal Ratih, telah mendatangi Diro meminta untuk Diro dan seluruh kelurganya, untuk berkumpul di markas Diro.
"Yang memerintah kita datang Prabu Dewa Putra III," Diro akhirnya memberi tau siapa yang memerintah lewat Jaka, Dia tidak cerita dari semalam karena menemukan kejanggalan, dia merasa ada yang salah.
Pertama prajurit ibu suri yang bernama Jaka, mencari Dewa menantunya, sejak itu Dewa telah menghilang berhari-hari tidak pulang.
Kedua kenapa nama Dewa sama prabu Dewa sama? Oke kebetulan umum karena nama Dewa banyak sekali, tetapi yang bernama Dewa ini sakti mandraguna seperti prabu Dewa, bukannya ini semakin aneh?
Diro sudah pernah ikut berperang bersama ayah prabu Dewa, yaitu prabu Jaya Putra Maharaja.
Sekarang dia ingat kekuatan mengerikan prabu Jaya sebelas dua belas dengan Dewa menantunya itu, Jelas dia sangat bingung dan takut sekarang ini.
Semua di pendamnya sendiri dari semalam, misteri ini yakin Diro sebentar lagi akan terpecahkan. Apakah Dewa itu adalah prabu Dewa Putra III?
"Masak prabu Dewa kesini?" Jaya kembali protes, menyadarkan lamunan Diro.
__ADS_1
"Jaya diam kamu! setiap hari juga kita ke markas," hardik Diro, mulai kesal dengan Jaya yang bawel sekali, mereka juga setiap hari ke markas, bedanya sekarang bersama anaknya yang lain yaitu Tiro, Wisnu dan Lina serta kedua menatunya perempuan.
Jaya terdiam kali ini di hardik Diro, tetapi tidak lama. dia berganti topik pembicaraan sekarang.
"Ayah kemana Dewa? bukannya seharusnya bersama Jaka, ada yang aneh..."
Diro diam saja tidak merespon apapun perkataan Jaya putranya itu. tetapi Diro yang biasa lebih sedikit berbicara, akhirnya ikut berkomentar, "Apa tidak aneh? Dewa pergi dengan Jaka dan sekarang Prabu Dewa minta kita semua datang lewat Jaka."
"Masak si gembel itu..."Jaya tidak meneruskan perkataannya, mustahil pikir Jaya, menepis pikiran jika Dewa adalah prabu Dewa.
"Dewa itu sakti sekali, bukannya prabu Dewa, juga sakti mandraguna?" Tiro mengungkapkan analisa dia.
"tidak mungkin, masak prabu Dewa kayak gembel." Jaya menolak mentah-mentah analisa Tiro.
"Sudahlah, sebentar lagi kita akan tau," Diro merasa tidak perlu terlalu di bahas sekarang ini,
__ADS_1