Dewa Pendekar

Dewa Pendekar
Uji tanding


__ADS_3

Sementara di sisi jalan lain tampak Dewa dan Ranto di ikuti rombongan masing-masing sedang berkuda menuju barak militer di kota perbatasan ini, sudah jelas jika Dewa akan bertemu jenderal Diro Jayadi secara resmi di markas Diro.


Di tengah perjalanan mereka, Dewa melihat lapangan besar, katanya sambil tersenyum usil, "paman, ayu kita tes tanding."


Ranto juga tersenyum, "boleh, aku mau tau kau sekuat apa sekarang."


Dewa kemudian turun dari kudanya, tali kekang kudanya langsung di ambil Jaka dengan sigap.


Dewa dia menyeringai melihat gurunya Ranto, sudah sangat bersemangat karena langsung melompat dari kuda menuju ke tengah lapangan langsung, menggunakan segenap kemampuanmya dalam ilmu meringankan tubuhnya.


Jarak dua ratus langkah, Ranto berapa kali menyentuh tanah, dia melejit lagi dengan lembut dan kemudian melayang turun seperti kapas, jelas ilmu meringankan tubuhnya Ranto ini sudah kelas wahid.


Dewa juga kemudian segera melompat ke tengah lapangan menyusul gurunya, dari posisi dia berdiri, hanya dengan satu kali gerakan saja.


Ya Dewa melompat sekali saja, dan tampak melayang seperti terbang ke depan Ranto, semua orang di sana kagum melihat kemampuan Dewa itu, Ranto tidak percaya ilmu meringankan tubuh Dewa bisa sehebat dan setinggi itu.

__ADS_1


Ratih yang sudah tau saja, tetap terpesona dengan gerakan indah Dewa, yang melompat dan turun melayang-layang di udara bagai bersayap, padahal Dewa berotot dan jelas tidaklah berbobot ringan.


Dewa kembali menyeringai, dia kemudian merapal jurus tapak apinya yang di pelajari dari Ranto. dengan gesit menyerang ke arah Ranto, Ranto menahannya dengan tapaknya dan kemudian membalas serangan Dewa dengan jurus yang sama.


Kedua jurus tapak api baik dari  Dewa dan Ranto unjuk gigi, mereka bertukar pukulan dengan sengit.


Keduanya juga tampak betarung di udara berapa kali, jelas pertunjukan beladiri kelas atas ini memukau para pentonton yaitu terutama murid-murid Ranto, mereka bisa melihat gurunya mengerahkan kemampuan dia secara penuh.


Tetapi dewa, setelah melewatkan berapa jurus segera menyadari jika Ranto yang sekarang ini, lebih sakti dari yang di kenalnya dulu ketika masih jadi guru dia.


Dewa sekarang tentunya menahan dirinya, untuk tidak melukai dan mempermalukan gurunya di depan para muridnya.


Ada berapa luka lebam di wajah Dewa dan Ranto, tetapi mereka berdua malah tertawa-tawa senang.


“Hebat paman, kamu makin sakti saja.” Dewa memuji gurunya, jelas jika gurunya telah berada di tingkat tenaga dalam dan ketajaman serangan yang meningkat, di banding dulu.

__ADS_1


“Kamu bisa saja, aku yang tidak bisa mengukur levelmu sekarang ini….” Ranto merasa menghadapi Dewa itu seperti menghadapi lautan luas, tidak dapat dia lihat dan gapai ujungnya, perbedaan mereka sudah sebesar itu.


Ratih menghampiri Dewa, membersihkan mukanya Dewa dengan lembut dan rasa sayang dari berapa luka kecil dan lebam akibat pukulan Ranto yang diterima Dewa.


Karena Dewa menyesuaikan tingkat dia, agar sama dengan tingkatan Ranto. Sehingga Dewa dan Ranto telah saling bertukar pukulan masuk mengenai tubuh lawannya. Jika Dewa bermain di level atasnya Ranto niscaya mustahil kena pukul sekalipun.


"Ratih kamu makin cantik saja, cocoknya kamu sekarang jadi wanitanya Dewa." Ranto kagum dengan Ratih yang awet muda, kini Dewa bukan anak-anak lagi jadi mereka sangat cocok terlihat sebagai kekasih.


"Kamu tidak tau Ranto? sudah pasti dia kini wanitaku." Dewa melirik ke Ratih dengan nakal, Ratih tampak bengong lucu tapi manis dan imut sekali mendengar perkataan Dewa


"Kalian serasi, selamat ya Ratih kamu sudah jadi selir Dewa." Ranto berpikir karena Ratih itu rakyat jelata maka dia hanya akan jadi tingkatan selir, sedang untuk tingkatan anak raja lain baru bisa jadi istri.


Ratih mukanya merah padam, dia sangat malu sekarang ini mendengar perkataan Dewa, padahal mereka belum pernah berhubungan badan, kanapa status dia tiba-tiba jadi selir sih?


"Bukan selir paman, nanti jika aku kembali ke istana akan kugeser Nira, Ratih adalah permaisuriku."

__ADS_1


Ranto dan Ratih kaget sekali, Kali ini Ranto menghela nafas, Ini akan jadi masalah, dia tau ibu suri tidak akan terima. Ratih benar-benar tidak mempercayai yang di dengarnya.


__ADS_2