Dewa Pendekar

Dewa Pendekar
Perbedaaan kekuatan


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan setan biadab?" Diro bertanya dengan marah ke arah Wisana yang di lihatnya sebagai orang yang tidak dikenalnya, berani melempar Ranto keluar kedai.


Wisana jelas tidak suka Diro tidak mengenalinya, sungguh tidak masuk akal buat Wisana jika sampai Diro tidak juga mengenali dia.


"Ini aku Wisana, masak tidak kenal ayah?" Wisana jelas merasa tidak mengerti, dia benar-benar tidak menyadari juga mukanya berubah menyeramkan, sudah tidak dikenal sama Diro.


Diro yang sangat marah, sudah tidak mau mendengar apapun dari mulut orang tidak di kenalnya ini, segera menghunus pedanganya.


Pedang itu kini mengarah ke leher Wisana, Wisana menahan serangan Diro dengan memukul sebelah bilah pedang yang tidak tajam, kecepatannya jelas jauh sekali dengan dulu.


Akibat pukulan Wisana, pedang Diro terlepas dan langsung menancap ke dinding kedai, Diro dibuatnya kaget sekali , dengan kemampuan Wisana.


Segera saja Diro bersiap merapal jurus gelang-gelangnya, dan bersiap menyerang Wisana, tetapi Wisana yang sekarang marah lebih cepat bergerak, sebuah tendangan ke perut, membuat Diro terlempar keluar kedai dan mendarat dekat Ranto tadi jatuh.

__ADS_1


Diro meringis kesakitan, merasa sangat kesal sekali di di hajar dengan sangat gampang oelh pemuda menyeramkan ini.


Wisana kemudian bergerak dengan santai keluar kedai, di hadapannya kini ada dua puluh pasukan elit kalajengking yang segera menghunus pedangnya.


"Cih aku sudah berjanji tidak membunuh, kuringkus kalian semua untuk tumbal guruku." Wisana sekarang maju menyerang, secara cepat dari depan, gerakannya tidak dapat di lihat oleh pasukan elit Diro ini, tidak sempat bereaksi lagi, empat pasukan elit kalajengking sudah terkapar tidak berdaya di tanah.


Wisana tampaknya mendapat perintah dari Asoka untuk tidak membunuh pendekar atau orang yang mempunyai ilmu silat, sehingga tidak ada yang terbunuh hanya tidak sadarkan diri.


"Kita harus membantu yang lain," Diro merasa tidak ada pilihan lain, tetap dia selesai berbicara empat pasukan kalajengking sudah terkapar lagi di tanah.


Diro kemudian menyerang Wisana kembali dengan seluruh kemampuan dia, jurus gelang-gelang sekilas mengarah dasyat ke Wisana.


Tetapi tangan Wisana lebih cepat, menempeleng muka Diro sehingga dia kembali terpental ke tanah dengan sangat keras.

__ADS_1


Ranto yang tadi terpaku tidak begerak. melihat Diro masih menyerang dan di hajar telak, setelah cukup sadar, mau tidak mau kembali menyerang ke Wisana, jurus tampak apinya bergerak dengan indah, sayang sama sekali tidak efektif untuk melukai Wisana.


Serangan Ranto di tahan oleh tangan Wisana, kembali di tangkapnya tangan kanan Ranto oleh Wisana.


"Orang tua kayak kamu Ranto, tidak usah ikut campur," Wisana menikmati Ranto ketakutan, dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman Wisana, sia-sia saja tidak juga terlepas.


"Siapa kau? mengapa tau namaku." Ranto yang panik, kali ini kembali menyerang Wisana dengan tangan kirinya, seperti kejadian sebelumnya di awal tadi Ranto menyerang Wisana.


"Tidak juga belajar," Wisana tertawa kecil menertawai Ranto yang di lihatnya ketakutan, dia kembali melakukan hal yang sama melempar Ranto. Kali ini ke arah pepohonan di pinggir jalan, badan Ranto menghantam pohon dengan keras sehingga pohon itu tumbang.


Kali ini Ranto tapi mengalami muntah darah segar, perbedaan kekuatan Wisana yang menghisap ilmu gelap dari Asoka terlalu besar sekali.


.

__ADS_1


__ADS_2