
Ibu Suri Ayu Ardhani saat ini sedang di dalam kereta kencana, dalam perjalanan menuju kota perbatasan Purwadi, dia bersama anak tirinya, yang hari kelahirannya ditulis sama persis dengan prabu Dewa Putra, namanya Cantri Dewi.
Cantri Dewi ini statusnya anak tiri, satu bapak lain ibu, tetapi yang aneh wajahnya sangat mirip dengan Ibu suri Ayu Ardhani.
Kenapa mirip? karena sebenarnya Cantri Dewi sebenarnya adalah anak kandung dari Ibu Suri Ayu Ardhani.
Waktu itu Ibu Suri sedang mengandung Cantri Dewi, sedang tepat di saat bersamaan selir kesayangan Prabu Jaya Putra juga sedang hamil, hanya terpisahkan waktunya sangat dekat.
Selir Prabu Jaya ini merupakan selir kesayangan, bernama Putri Tiara, sebenarnya prabu Jaya Putra, lebih mencintai Putri Tiara, tetapi karena putri Tiara keturunan dari rakyat jelata sehingga tidak bisa jadi permaisuri kerajaan Dwipa.
Ayu Ardhani dan Putri Tiara terlibat persaingan untuk siapa yang dapat memberi seorang putra ke prabu Jaya.
Ketika itu Ayu Ardhani melahirkan lebih dahulu, ternyata anaknya perempuan, yaitu Cantri Dewi.
__ADS_1
Ibu suri yang takut Putri Tiara mempunyai anak lelaki terpaksa merahasiakan,jika anak dia telah lahir, berapa hari kemudian Putri Tiara melahirkan, ternyata anaknya lelaki, sesuai dengan yang ditakutkan oleh Ayu Ardhani.
Ayu Ardhani, kemudian membunuh Putri Tiara dengan racun, hal ini jadi gampang dilaksanakan karena telah diaturnya dengan komplotan Ayu Ardhani, yaitu dukun beranak yang mengabdi ke kerajaan Dwipa.
Kemudian selanjutnya Ayu Ardhani mengakui anaknya Putri Tiara yaitu Dewa Putra sebagai anak dia, sedang anak dia sendiri, Cantri Dewi, yang di bilang anak dari Putri Tiara, juga pura-pura terpaksa di ambil alih perawatan olehnya langsung.
Cantri Dewi sendiri juga sudah tau lama, jika Ibu Suri adalah ibu dia yang asli, sehingga mereka ini sangat dekat dan merupakan komplotan ibu dan anak untuk tetap menguasai kerajaan Dwipa..
"Ibu bagaimana dengan Nira?" Cantri Dewi membahas soal Nira permaisuri Dewa.
"Ibunda tidak memberi tau Nira? aku kuatir dengan Nira akan berbuat yang tidak kita inginkan." Cantri Dewi menatap lekat ke ibunya Ayu Ardhani, mengharapkan ibunya bertindak lebih lagi.
"Memang dia mau apa?" Ayu Ardhani tampaknya memandang Nira tidak berbahaya, tampak meremehkan.
__ADS_1
"Seharusnya ibu memberi tau dia, kalau Nira itu saudariku, aku kawatir dia sepertinya penuh dendam kematian ayahnya." Cantri Dewi ternyata justru mengkawatirkan Nira, Ternyata Nira anak dari Ayu Ardhani? Bagaimana mungkin?
Nira yang lebih tua dari Dewa tiga tahun, sebenarnya lahir dari rahim Ayu Ardhani, waktu itu prabu Putra ke kutai, sebelum jaman Kutai berperang dengan Dwipa, Prabu Jaya ke Kutai untuk berguru dengan seorang pertapa disana.
Waktu itu Prabu Jaya ke kerajaan Kutai di ikuti oleh istrinya Ayu Ardhani, Prabu Jaya yang asik berguru, menghilang begitu saja meninggalkan istrinya di kerajaan Kutai, Raja Kutai diam-diam menjalin hubungan dengan Ayu Ardani yang merupakan permaisuri kerajaan Dwipa.
Sehingga kemudan hamil Nira, begitu Nira lahir, Raja kutai yang merupakan ayah dari Nira langsung merawat mengambil alih Nira penuh dari ayu Ardhani.
Dan tentunya Ayu Ardhani merahasiakan perilhal Nira dari prabu Jaya.
Jadi prabu Dewa Putra yang anak dari Putri Tiara merupakan keturunan Prabu Jaya, tentunya jika mempunyai anak dari Nira, maka keturunannya nanti merupakan keturunan dari Ayu Ardhani.
Jika Dewa tidak memberi anak dari Nira, maka anak Dewa tidak mengalir sama sekali darah dari Ayu Ardhani.
__ADS_1
Tetapi yang tidak di ketaui Ibu Suri Ayu Ardhani jika Nira sedang merencanakan memberontak, dia terlalu meremehkan Nira.