
Pertunjukan kekuatan api ini jelas tidak pernah di lihat siapapun yang ada ditempat itu. Dewa memang sedang unjuk gigi kekuatan dia. Tetapi ini sama sekali ibelum kekuatan maksimal Dewa.
Ya memang ilmu unsur api lebih mempesona karena terlihat indah dan mengerikan, Padahal sebelumnya Dewa pernah memperlihatkan ilmu netral baju besi emas yang jelas ilmu lebih berkelas wahid. tetapi kondisinya tidak seheboh sekarang ini.
Diro sekalipun yang adalah jenderal selatan yang kenyang dengan pertempuran, tidak pernah melihat ilmu api seperti itu, Terlebih anak-anaknya, para prajurit dan penduduk kotanya.
Ajian serat jiwa bisa sekuat ini pikir Diro kagum dan bingung, Ternyata Dewa ini masih sepeguruan dengan dia? Sebentar Dewa juga sepeguruan dengan Wisana? kenapa dia menguasai ilmu sangat banyak?
"Sudah cukup permainan kita, kamu terlalu lemah."Dewa menatap dingin dengan nafsu membunuh, lawan dia Gagak hitam terlalu lemah buat dia, mengganggu saja.
Gagak hitam tau dia berada dalam kondisi yang susah di menangkanya, Dia berahli ke cara licik, dilemparnya berapa senjata pisau kecil beracun ke arah Dewa. Tindakan putus asa dari seorang Gagak hitam.
Dewa tidak bergeming, tetapi pisau-pisau itu bakan tidak dapat menembus kulit Dewa.
"Aaarrrgg!"Gagak hitam jadi sangat frustasi. Akhirnya tanpa harapan dia kembali menyerang Dewa dengan ilmu segara geni miliknya.
Tangan Dewa tapi lebih cepat bergerak, seperti pisau yang sangat tajam kepala Gagak hitamn terlepas dari tubuhnya.
Sebelum tubuh gagak hitam roboh menyentuh tanah maka Dewa menahan dan mengikatnya di pohon mangga depan rumah Diro, pakai tali dari akar pohon yang entah sudah di tangan Dewa begitu saja.
"Mati sudah?" Lina tidak dapat mempercayai Gagak hitam sudah terbunuh cepat sekejap mata. Dia menatap Dewa dengan sedikit banyak kekaguman di matanya, yang kali ini tidak dapat ditutupinya lagi.
__ADS_1
"Perlu di bantu?" Dewa menyeringai ke arah Jaya yang masih kerepotan mengusir energi jahat segara geni Gagak hitam. Jaya terlalu gengsi meminta tolong ke Dewa, Dia hanya terdiam menahan sakit.
"Dewa tolong kakakku," Lina kini menatap Dewa dengan pandangan memohon untuk menyelamatkan kakaknya dari ilmu jahat Gagak hitam.
Jaya tampak keberatan dengan permintaan pertolongan Lina, walau jujur dia sangat kesakitan. Dia tampak tidak sudi ditolong oleh Dewa.
"Karena kamu yang meminta, aku akan membantu kakakmu."
Dewa berjalan menghampiri Jaya, Mengirim sebuah energi murni dengan cepat ke titik-titik energi Jaya dengan tapak dan jarinya.
Jaya langsung merasakan sekujur tubuhnya terbebas dari panas api segara geni. Tetapi dia tidak berterima kasih sama sekali kepada Dewa.
Diro melihat hal ini semua hanya terdiam, Dewa ini jauh lebih sakti dari dugaan mereka semua. Harusnya dia menantu kebanggan keluarga dia, tetapi kelakuannya sungguh sangat menyusahkan.
Dewa tertawa, bagaimana membayar dia dengan uang miliknya sendiri, dia adalah raja negara Dwipa ini.
"Buat istriku Lina saja,"
"Itu tidak cukup menutup hutang nikahmu." Jaya bukan berterima kasih, justru mengungkit jika Dewa sudah menghabiskan uang melebihi hadiah yang sekarang di dapat.
"kakak Gagak hitam punya dua puluh koin, dia tadi menawarkan ke Dewa." Lina tidak suka jika Jaya kakaknya kembali menghina Dewa, kini mulai timbul benih kekaguman di hati Lina.
__ADS_1
Jaya menghela nafas menatap Lina adiknya, yang jelas sekarang mulai berpihak ke Dewa, Alhirnya dia tidak berkata apa-apa lagi.
Merasa sudah tidak perlu berada disana, dengan santai kemudian, Dewa berjalan kembali menuju rumah Diro, Dia melawan pendekar sakti mandaraguna dengan ilmu sekelas pertapa sakti tanpa mengeluarkan banyak tenaga dan keringat.
Segera saja kehebohan terjadi di kota perbatasan ini, nama Dewa semakin terkenal. Karena semua orang tau reputasi dari Gagak hitam.
Wisana menatap kesal dari kejauhan melihat Dewa dengan gampang menghabisi seorang Gagak hitam, Dia juga tidak dapat mempercayai jika Gagak hitam terbunuh dengan gampang oleh Dewa.
Ya mudah ditebak, Siapa yang telah membayar Gagak hitam untuk berusaha membunuh Dewa, Kepala penjahat gunung kenari yang sakti mandraguna itu, dia datang karena uang Wisana.
Tadi Wisana sangat cemburu sekali ketika Lina menatap Dewa dengan pandangan memuja, bukan memghina lagi.
Bayang-bayang dirinya kehilangan Lina sepenuhnya sudah di depan mata, dia tidak dapat menerima itu, hatinya semakin hancur.
Tetapi siapa lagi yang harus di bayarnya untuk membunuh Dewa? jelas harus jauh di atas Dewa levelnya atau akan percuma saja.
Siapa? Jelas mustahil sekarang ini, setelah melihat pertunjukan kemampuan dari Dewa basrusan ini. Sungguh tingkat level yang belum pernah dilihat oleh Wisana. Kekuatan Dewa ini terlalu mengerikan.
Dia sungguh menyesal sekarang karena sombong meminta di adakan turnamen bodoh, yang membuat dia membayar sangat mahal yaitu kehilangan Lina. Kini Lina jadi milik Dewa.
Tapi nasi sudah jadi bubur, bagaimana jika Dewa meminta hak dia sebagai suami terhadap Lina. Lina mana sanggup meloloskan diri. Wisana tau jika Lina belum melakukan hubungan suami istri dengan Dewa, Tetapi sampai kapan?
__ADS_1
Segala pikiran buruk sudah menghantui Wisana sejak pernikahan Dewa dan Lina. Dari info Lina untungnya Dewa ternyata merupakan tipe pria yang pemaksa. Setidaknya Lina aman saat ini, tetapi Wisana tidak tau sampai kapan.