
"Bagus lah". ucap Cadric menarik tengkuk Nora dan dengan cepat ia mencium bibir Nora yang dari tadi sudah membuat nya tergoda.
Nora terdiam saat bibir nya di bungkam oleh bibir Cadric, ia Bingung dengan serangan mendadak seperti ini.
Bahkan Rian saja belum pernah mendapatkan Ciuman dari Nora.
"Apa ini, kenapa aku tidak bisa bergerak" batin Nora sambil mengerjapkan matanya, bahkan untuk bernafas saja ia tidak bisa.
Cadric pun melepaskan Ciuman nya, karena melihat Nora yang terkejut. Cadric bukan lah laki-laki suci, dia sempat memiliki beberapa kekasih dalam hidup nya.
Walaupun semua sudah berakhir, entah karena ia merasa tidak cocok lagi atau karena kekasih nya yang ketahuan bermain api di belakang nya.
Karena tidak jarang para wanita menempel padanya hanya karena ingin mencari nama.
b. "Bernafas lah Nora, dan ayo masuk ke dalam. hari sudah mulai gelap, aku juga lapar". ucap Cadric biasa saja dengan santainya menarik pelan tangan Nora yang masih terdiam di tempat nya.
Nora yang tersadar dari lamunannya pun mengikuti langkah Cadric di depannya,
wajah nya memerah karena perlakuan Cadric.
__ADS_1
"Makanan sudah tersedia, ayo makan dengan ku Nora, temani aku". ucap Cadric menarik kan kursi untuk Nora, kemudian baru lah ia duduk.
Wajah Nora masih terlihat masih memerah, fikir Cadric pasti karena Nora malu.
Padahal ingin rasanya Nora menusuk Cadric dengan garpu yang ada di tangan nya sekarang.
Ciuman pertamanya sudah di curi, Nora mencubit pahanya sendiri untuk meredam amarahnya.
"Bertahan Nora, memang ini sudah kau prediksi bukan. kau fikir dia sama seperti Rian, yang takut akan ancaman mu jika ia bertindak lebih dari memegang tangan nya". batin Nora.
Ke esokan harinya, pagi ini Nora sudah bersiap untuk berangkat ke kantor dengan Cadric. seperti janjinya pada Nora, Cadric sudah memberikan beberapa buah baju untuk Nora di hari pertama nya bekerja.
Cadric dan Jack yang sedang berbincang sedikit tentang jadwal hari ini pun seperti tersihir melihat Nora yang begitu cantik dengan pakaian yang pas di tubuh nya, jangan tanya bagaimana Jack bisa tahu ukuran badan milik Nora.
Jack adalah Casanova sejati, ia bisa hafal bentuk dan ukuran tubuh seseorang hanya dengan sekali pandang.
"Turun kan pandangan mu dari Nora Jack, atau ku pastikan besok kau tidak akan melihat indah nya Dunia". ucap Cadric pada asisten nya itu.
Segera Jack menundukan kepalanya karena tidak ingin matanya di congkel.
__ADS_1
"Kau memang mempesona Nora, tapi penglihatan ku lebih penting". batin Jack.
"Kau sudah siap Nora, ayo kita berangkat". ucap Cadric menggandeng tangan Nora menuju ke depan.
Sesampainya di mobil Jack dengan sigap membuka kan pintu untuk tuan nya, dan Nora melepaskan genggaman tangan Cadric menuju ke pintu depan.
"Kau mau ke mana Nora, duduk bersama ku di belakang". ucap Cadric.
"Tapi tuan, akan tidak sopan Jika saya duduk bersama tuan di belakang". ucap Nora, sebenarnya dia malas sekali berdekatan dengan Cadric.
"Baiklah jika begitu. Jack, kau gunakan mobil lain ke tempat kita akan mengadakan rapat, aku akan menyetir sendiri hari ini". ucapnya membuka pintu penumpang bagian depan dan memberikan kode pada Nora agar segera masuk.
Jack sedikit terkejut dengan kelakuan atasannya namun juga tidak berani membantah, Setelah Nora masuk ke dalam mobil Cadric pun juga memasuki mobil.
Nora hanya diam melihat Cadric yang fokus menyetir membelah jalanan kota yang sudah sedikit padat.
"Nora, jadilah kekasihku". ucap Cadric di sela kegiatannya menyetir mobil, sebenarnya Cadric sudah memikirkan ini dari tadi malam.
Cadric selalu teringat dengan ciuman nya bersama Nora kemarin sore, entah kenapa Cadric ingin memiliki Nora,dan menjadikan nya kekasih nya.
__ADS_1