
"Semoga kasus kalian cepat terungkap mommy Daddy, aku tidak akan membiarkan mereka hidup bebas terlalu lama lagi". ucap Nora sekarang sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower air hangat.
"Daddy, apakah Siren belum di temukan juga, ini sudah hampir saatnya. jika dia tidak kembali perusahaan nya akan membekuk saham-saham dan sangat beresiko menjadi pemecatan besar-besaran ribuan karyawan di perusahaan itu". ujar mommy dari Cadric kepada suaminya.
"Bagaimana bisa mereka menyembunyikan nya tanpa ada jejak sama sekali, apakah mereka benar-benar sudah membunuh nya?". Tanya nya lagi.
"Itu sama sekali tidak mungkin sayang, 20% saham di perusahaan adalah miliknya. ia tidak akan mau rugi besar jika membunuh Siren, apakah dulu ada orang lain yang mungkin bisa saja membawa Siren dari tangan nya". ujar Daddy nya lagi.
"Sepertinya aku harus menyelidiki ulang semuanya dari awal, pasti ada yang terlewat". ujarnya.
"Nora, sayang ayo makan. aku lapar". ujar Cadric mengetuk pintu kamar kekasihnya namun masih tidak ada jawaban, sementara para penjaga semuanya sedang menahan tawa melihat kelakuan Cadric yang seperti bocah tidak di buka kan pintu oleh ibunya.
__ADS_1
"Aku hitung sampai 5 jika tidak terbuka akan aku dobrak pintu nya, 1. 2. 3. 4. 4 setengah, Liiiiii". perhitungan nya terhenti saat mendengar suara pintu yang akan terbuka.
"Kau ini, jangan sama kan waktu perempuan dan laki-laki untuk membersihkan diri itu sama". ujar Nora keluar dengan rambut yang masih di gulung handuk namun sudah mengenakan baju, ia tidak ingin Cadric curiga kenapa ia terlalu lama tadi karena harus menelfon paman nya dulu.jadilah dia berpura-pura mencuci rambut nya terlebih dahulu.
"Sorry, aku lapar". ujarnya sambi menggosok perutnya, Nora akhirnya membuka handuk rambut , Cadric terlihat bersusah payah menelan air liurnya yang tiba-tiba saja mencekik leher nya.
Wajah polos Nora membuat dia sangat terlihat cantik, "Aku ingin mengeringkan rambut ku sebentar ya, tunggu saja di bawah nanti aku menyusulnya". ujar Nora melangkah ke dalam lagi, kemudian ia duduk di depan cermin, sambil menghidupkan hairdryer.
"Nora, maukah kau bertemu kedua orang tua ku?". tiba-tiba saja Cadric bertanya seperti itu.
"Untuk apa?". tanya Nora, padahal hatinya sudah berbunga-bunga bukan karena bahagia. tapi karena ia sudah menunggu lama saat seperti ini, saat iya bisa menunjukkan wajah nya di depan kedua orang yang sudah menghabisi nyawa kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Benarkah kau akan memperkenalkan ku pada mereka,aku rasa kau hanyalah membual saja Cadric". ujar Nora pura-pura tidak peduli.
"Besok, Kita berangkat menggunakan pesawat pribadi ku". ujar Cadric berusaha meyakinkan kekasihnya.
"Apakah mereka akan menerima ku?". Nora pura-pura memasang wajah sedih nya di depan Cadric, ia ingin tau jika orang tuanya menolak Nora apakah Cadric akan tetap bersama nya.
"Aku jamin mereka akan menerima mu sayang, selama ini mereka selalu menanyakan tentang kekasih ku". ujar Cadric lagi.
"Benarkah?, bagaimana jika mereka menolak ku. siapa yang kau pilih?". Nora mencoba memancing Cadric lagi.
"Bahkan jika Dunia menghalangi aku akan melawan mereka, karena aku tau kamu layak untuk di pertahankan kan". ujarnya sambil mengecup pipi Nora dari samping.
__ADS_1
"Cuuppp, rambut anda sudah kering Nona Nora Seba kita cepat keluar, sebelum aku menjadi zombie dan memakan mu". karena jujur saja dari tadi ia menahan nafsu nya melihat leher jenjang Nora yang ada di depan nya, rasanya ia ingin berubah menjadi vampir saja.