
"Kau tidak akan percaya dengan semua nya jika aku bercerita, sebaiknya akan ku buat kau mengetahui sendiri betapa jahatnya kedua orang tua mu Cadric". ucap Nora dalam hati.
"Kau tidak ingin pergi ke kantor Cadric, bukan kah hari ini kamu banyak rapat penting, pergilah aku tidak apa-apa". ujar Nora ingin Cadric meninggalkan nya.
"Aku tidak akan jatuh miskin hanya karena tidak menghadiri Rapat itu Nora, kau jangan khawatir". ujarnya santai Duduk di kasur samping kekasih nya sambil bermain game, Nora yang sedang tiduran karena dokter menyuruh nya istirahat merasa bosan karena Cadric tidak ingin kemanapun.
"Aku ingin jalan-jalan ke Luar, membosankan sekali selalu di kasur. baru saja aku sembuh setelah kemarin babak belur, sekarang aku harus sakit lagi". keluh Nora.
"Kau ingin ke mana?". tanya Cadric masih asik bermain game di handphone nya.
"Eemm ke tempat-tempat yang menyenangkan". ujar Nora melihat langit-langit di kamarnya. "Baiklah". ujar Cadric tanpa membalikkan wajahnya dari layar HP-nya.
"Benarkah, apa boleh?". ucap Nora berbinar.
"Ya, setelah kau sembuh". lanjutnya. Nora yang awalnya senang pun kembali cemberut, ia membalikkan tubuh nya memunggungi kekasih nya itu.
Cadric yang sekarang melihat kekasihnya yang sedang merajuk sepertinya,ia pun menghentikan kegiatan nya bermain game dan ikut berbaring memeluk tubuh kekasih nya dengan tangan besarnya melingkar di pinggang ramping Nora.
"Kau harus sembuh dulu, setelah itu kau bisa melakukan apapun yang kamu mau". ujarnya kemudian.
__ADS_1
Nora tersenyum simpul, entah kenapa ia justru mendapat ide untuk sedikit mengorek informasi terhadap Cadric.
"Emm Cadric, para pengawal di Luar sangat banyak. kau menyewa mereka semua?". pancing Nora, padahal ia tahu semua adalah bawahan dari kekasih nya itu.
"Aku tidak menyewa mereka, tapi mereka memang berkerja dengan ku, kenapa?". tanya Cadric bingung.
"Emm tidak apa, kau memiliki banyak pengawal seperti mereka?". tanya Nora lagi kini sudah membalikkan badannya menghadap Cadric.
"Ya, ribuan orang". jawab Cadric enteng.
"Di mana Kau menyimpan mereka, di sini tidak ada sebanyak itu". Nora berpura-pura bingung, sebenarnya ia sedang mencari lokasi markas utama milik Cadric.
"Jika kau punya banyak pengawal bukanlah itu sama saja seperti perkumpulan Mafia". pancing Nora lagi.
"Ya, bisa di katakan begitu, tapi perkumpulan ku hanya perkumpulan orang-orang yang di pinta untuk menjaga keamanan sayang, bukan perkumpulan Mafia yang menjual obat-obatan terlarang, Mommy dan Daddy tidak akan mengizinkan perkumpulan mereka melakukan hal tersebut". jelasnya.
"Jadi mereka juga tahu kau memiliki perkumpulan ini?". lanjut Nora lagi.
"Tentu saja, bahkan perkumpulan ku ini adalah warisan dari nenek dan mommy ku, Karena itu cepat lah sembuh. aku akan melatih mu agar kuat seperti para perempuan di keluarga ku". ujar Sanders menjelang.
__ADS_1
"Aku ingin latihan di markas utama bolehkah?, aku ingin melihat bagaimana Markas mafia". ucap Nora manja.
"Kenapa di markas, di sini saja. di bawah ada ruang yang biasa aku pakai untuk berlatih". ucap Cadric sambil menarik lembut hidung Nora yang mancung.
"Aku ingin tahu saja, apakah Markas Mafia sama seperti yang biasa aku baca di novel?". ujar Nora cemberut sambil memainkan jari-jari Cadric. "Baiklah, jika kau sudah sembuh kita akan latihan di sana". ujarnya kemudian membawanya jari-jari lentik Nora ke bibir nya untuk di kecup.
"Yess, satu langkah lebih maju". ucap Nora bersorak dalam hati.
"Sekarang waktunya makan siang,kau tunggu di sini. aku ingin menghubungi pelayan untuk membawa makan siang ke kamar". ujarnya ingin mengambil telefon rumah yang sudah terhubung dengan semua ruangan termasuk di dapur.
"Sayang aku mau makan di luar saja, plisss. aku bosan terus tiduran saja, seperti orang lumpuh". ucap Nora.
"Baiklah, ayo kita turun. aku akan menggendong mu". ujar Cadric mengangkat tubuh Nora ala bridal style dan turun menggunakan lift di mansion itu.
"Kau ini, aku sakit bukan lumpuh". ujar Nora yang berpura-pura merasa tidak senang dengan perlakuan Cadric yang sangat berlebihan.
"Kau di suruh dokter banyak istirahat, dan sekarang makan kemudian minum lah obat nya". ucap Cadric sambil mengambil kan makanan ke dalam piring Nora.
Sebenarnya Nora bersorak dalam hati, karena seperti nya Cadric sangat mencintai nya. bukan kah sangat sakit jika nanti dia tahu Nora sama sekali tidak memiliki perasaan apapun selain perasaan benci kepada Cadric.
__ADS_1