
"Tuhan, jangan biarkan dugaan ini benar. bagaimana nanti aku menghadapi Daddy, dan juga mommy pasti sangat terpukul mengingat semua orang yang ia sayang menjadi korban". ujar Cadric berdoa dalam hati.
"Cadric kau kenapa?". tanya Nora Bingung karena melihat Cadric yang diam saja.
"Aku tidak apa-apa, sebaiknya kita ke kamar untuk membersihkan diri". ujar nya santai, mendengar itu Nora langsung menyilangkan tangan nya di depan dada.
"Apa maksudmu kita, aku bisa melakukan nya sendiri. jangan macam-macam Cadric". Nora berbicara sambil memelototi Cadric.
"Kau bisa, tapi aku tidak". awalnya Cadric akan membersihkan tubuh mereka bersamaan waktu di kamar mandi masing-masing yang ada di dalam kamar tidur mereka, tapi melihat Nora yang ketakutan sepertinya lucu juga bila menggoda kekasihnya sebentar.
Buggghhh Nora meninju perut Cadric kemudian ia berlari ke atas meninggalkan sambil tertawa dan menjulurkan lidah nya melihat Cadric yang kesakitan.
__ADS_1
Cadric berpura-pura kesakitan untuk melihat bagaimana reaksi Nora, apakah dia bisa tertipu.
"Hentikan sandiwara mu tuan mafia, pukulan ku Hanya lah elusan di kulit mu". ujar Nora masih melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
"Baiklah kau tidak terkecoh, tunggu Nona Cadric jangan lari dari ku". ujar Cadric bangun dan berniat untuk mengejar kekasih nya Nora, namun Nora yang tidak ingin melakukan hal yang macam-macam pengambil langkah seribu memasuki kamarnya dan menguncinya dari dalam.
"Permisi Nona, kau tahu selain menjadi Mafia aku juga Spesialis pembuka kunci. tunggu sebentar aku akan membukakan kunci ini untuk mu". ujar Cadric tertawa, ia tidak benar-benar ingin membukakan kunci kamar Nora tapi hanya ingin menakut-nakuti kekasih nya saja dan akhirnya ia pun masuk ke kamarnya sendiri sambil terus tertawa.
"Halo paman, selidiki ulang tentang kasus pembunuhan orang tua ku sekali lagi. sepertinya ada yang keliru, ada yang terlewat di antara semuanya". ujar Nora di dalam kamar mandi melaporkan sesuatu pada pamannya lagi.
"Dan untuk atasan kita, sejauh ini Cadric tidak pernah terlibat dengan kasus penjualan obat terlarang. ia hanya menjual senjata ilegal rakitan mereka sendiri tapi ke Luar negri, masalah jual beli organ aku rasa mereka memang pantas menjadi korbannya. mereka adalah organ-organ dari mafia yang kalah saat berebut kekuasaan, kebanyakan karena mereka juga sudah membunuh nyawa-nyawa orang tak berdosa". jelas Nora di kamar mandi melaporkan pada pamannya setelah ia mencabut penyadap yang ada di handphone nya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Baiklah, kau jaga diri di sana. ingat fokus". ujar Pamannya dari seberang telepon yang lain.
"Paman tenang saja, ia sudah benar-benar jatuh di dalam pesona ku". ujar Nora santai kemudian mengakhiri panggilan nya.
"Bagaimana, kau dapatkan bocoran kenapa Nora di kirim Kepada Cadric sebagai mata-mata". tanya Rian pada anak buahnya yang ia suruh untuk mencari informasi apapun tentang Nora.
"Sepertinya para CIA sedang menyelidiki kasus peredaran narkoba di negara ini, dan kemungkinan besar yang menjadi pemasok adalah mafia perkumpulan dari tuan Cadric tuan". jalannya.
"Jadi karena itu kamu di kirim Nora, mereka menjadi kan mu mata-mata untuk menyelidiki kasus ini,semoga kau berhasil. memikirkan mu sedang berjuang di sarang singa seorang diri membuat kepala ku pusing". ujar Rian dalam hati.
"Semoga kasus kalian cepat terungkap mommy Daddy, aku tidak akan membiarkan mereka hidup bebas terlalu lama lagi". ucap Nora sekarang sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower air hangat.
__ADS_1