
"Bod\*h... bod\*h... bod\*h. kau kenapa Nora, hampir saja kau mengacaukan semua". ucap Nora setelah memasuki kamar mandi sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.
Tidak beberapa lama Nora keluar dari kamar mandi, ia sudah rapi dengan wajah yang sebisa mungkin terlihat tenang.
Di lihat nya beberapa orang bertubuh besar sedang duduk di sofa juga Cadric, Nora yang bingung duduk di mana memilih berdiri di dekat Cadric karena tidak sopan jika ia duduk bersama tamu yang datang.
"Sayang, kau duduk lah di kursi kerjaku. ada hal yang ingin ku bicara kan, bantu aku memeriksa beberapa file yang belum ku selesaikan apakah bisa?". ucap Cadric.
"Tentu saja". ucap Nora senang, ia akan lebih leluasa mencari informasi bukan. semoga ada petunjuk di antara file-file yang ia kerjakan harap Nora.
"Kalian, ingin kehilangan penglihatan bukan?". ucap Cadric setelah Nora berlalu.
Ia melihat anak buah nya sedang menatap Nora sampai-sampai tidak menyadari jika ada harimau yang sudah mengeluarkan taring nya di depan mereka.
Dengan cepat anak buahnya menundukkan kepala sambil meminta maaf.
"Katakan, ada apa?". tanya Cadric sambil menyilangkan kaki dan menyandarkan badannya di sofa singel.
"Senjata kita hampir saja gagal pengiriman nya karena salah satu mafia ingin mencuri nya saat dalam pengiriman, untung saja anak buah kita berhasil melawan saat mereka menyerang". jelas anak buah Cadric.
__ADS_1
"Kau tau siapa pelakunya?". ucap Cadric.
"Sudah tuan, mereka perkumpulan kalajengking hitam". jawab nya.
"Kalajengking hitam bukan kah mereka milik ayah dari ANKARIAN, kenapa dia menyerang kita. sementara anak nya berusaha menjalin kerja sama dengan kita". ucap Cadric lagi.
"Tuan ANKARIAN sepertinya tidak mengetahui jika ayah nya memiliki perkumpulan Mafia". ucap anak buah nya.
"Dan kami sudah memusnahkan mereka semua yang terlibat dalam pertempuran malam itu tuan". jelasnya lagi.
"Heemmmm menarik, kita pantau saja dulu. bagaimana pergerakan mereka, jika mereka masih berusaha ber urusan dengan kita. musnah kan saja". ucap Cadric.
"Baik tuan". kalau begitu kami permisi. pamit anak buah nya dan di jawab anggukan kepala oleh Cadric.
Sementara Nora yang sangat fokus mencari informasi terlihat sedikit frustasi karena di sini tidak ada file-file yang mencurigakan.
Belum selesai ia memeriksa semua file, di lihat nya Cadric mendekat. membuat Nora kembali ke mode biasa, agar tidak membuat Cadric curiga.
"Kau sudah memeriksa nya?". tanya Cadric.
__ADS_1
"Yah, seperti nya kau harus membuat beberapa Team audit". ucap Nora memberikan beberapa file yang tadi ia periksa.
"Ck ck ck mereka benar-benar Manusia serakah, gajih yang kuberikan sangat besar melebihi perusahaan lain. namun masih saja ingin lebih dengan cara seperti ini". Ucap Cadric.
Nora bangkit dan memberikan kursi kebesaran Cadric kembali.
"Besok bisa kah kau membuat kan ku meja Cadric, di sana. aku suka pemandangan nya". ucap Nora menunjuk pojokan yang berdekatan dengan dinding kaca di ruang itu. dari sana bisa terlihat suasana kota yang indah.
"Kenapa harus di sana, kau bisa duduk di sini bersama ku". ucap Cadric kembali menarik Nora untuk duduk di pangkuannya.
"Kau ingin orang lain menyebut ku apa di sini?, simpanan mu, atau apa?".tanya Nora memainkan dasi milik Cadric.
"Baiklah, akan ku buatkan kau meja di sana. sebagai asisten ku, jika ada orang lain di ruangan ini. jika tidak, kau di sini saja bersama ku". ucapnya sambil merangkul pinggang Nora.
"Cadric". ucap Nora pelan di depan wajah nya.
"Hemmm". jawab Cadric sambil mengelus wajah Nora, mungkin Nora ingin melanjutkan kegiatan mereka tadi fikir Cadric.
"Aku lapar". bisik Nora pelan.
__ADS_1
Cadric tertawa mendengar kekasih nya berbisik malu-malu, ya ini memang sudah lewat jam makan siang. saat pagi Cadric rapat memang masih pagi dan selesai sebelum jam makan siang.
"kau ingin makan apa, biar Jack memesan kan makanan. kita tidak perlu ke mana-mana". ucap Cadric.