Di Antara Kalian

Di Antara Kalian
13 Datang lah padaku.


__ADS_3

"Kau berhutang penjelasan pada ku, Nona Nora". ucap suara orang tersebut.


Nora berusaha tenang menghadapi seseorang yang tiba-tiba duduk di depan nya.


"Aku akan menjelaskan secara singkat, dan aku minta kau bisa menjaga rahasia ini Rian. jika kau ingin berpisah dengan ku,aku harap kau tidak membocorkan informasi tentang diriku atau aku sendiri yang akan meledakkan kepala mu". Ancam Nora.


"Aku tidak mengatakan kalau aku keberatan dan ingin berpisah dengan mu. tapi bisa kah kau mengatakan semuanya dengan ku dulu sebelum kau mengambil kasus ini, kau tau betapa khawatirnya aku memikirkan mu yang menghilang tanpa kabar. aku kekasih mu Nora, dan melihat mu seperti tadi membuat hati ku sakit" Rian mengutarakan kata hati nya yang sedari tadi tertahan.


"Bahkan aku tidak pernah menyentuh pipi mu sedikit pun, aku menjaga mu seperti sebuah perhiasan yang berharga. sedangkan dia dengan mudah nya mencium mu dan itu terjadi di depan ku". ucap Rian menahan suaranya, agar tidak terdengar siapapun namun dengan nafas yang sudah naik turun menahan emosi.


"maafkan aku Rian, sudah ku bilang jangan pernah mencintai ku. Aku bukan lah orang yang patut menerima cinta tulus mu, dunia kita berbeda". jawab Nora.

__ADS_1


"Kau masih tidak ingin membuka hatimu, bahkan setelah bertahun-tahun aku mengejar mu seperti orang gila". ucap Rian kemudian menghempas tubuhnya ke belakang hingga menabrak senderan pada kursi di restoran tempat nya duduk sekarang.


Beruntung lah hari ini restoran sangat sepi, jadi tidak ada yang memperhatikan Meraka yang juga duduk di pojokan terhalang oleh tumbuhan palem yang memang di gunakan sebagai dekorasi juga sekat di ruangan itu.


"Waktu habis, kau Kembali lah ke dalam. aku tidak ingin Cadric curiga jika kau masih di sini". ucap Nora.


"Syy******". umpat Rian, akhirnya ia pun bangkit dari duduk nya, Namun saat hendak meninggalkan Nora.


Tiba-tiba saja Cadric muncul di depan nya, tinggal beberapa meter lagi ia akan sampai di meja tempat Nora duduk dan dirinya barusan.


"Jadi nona Nora, aku akui kesetiaan mu pada tuan Cadric. biasanya wanita akan luluh dengan tawaran ku tapi kau, bahkan menyambut uluran tangan ku pun tidak Sudi. aku suka wanita seperti mu". Ucap Rian tiba-tiba Saja meninggi kan suara nya.

__ADS_1


Nora mengerut kan kening nya melihat Rian yang tiba-tiba mengencang kan suara nya, saat Nora ingin bangkit dari duduk nya untuk membungkam mulut Rian tiba-tiba ada tangan kokoh yang sudah ter'ulur di pundak nya.


"Jadi Tuan, tujuan anda keluar bukan untuk menerima telfon dari ayah anda. melainkan sedang merayu kekasih saya". ucap Cadric yang sudah sampai di meja Nora duduk.


"Ya.., setelah selesai bicara dengan ayah ku, aku melihat Nona Nora duduk sendiri. aku fikir aku juga bisa memiliki nya jika kau sudah bosan, ternyata dia wanita yang susah di taklukkan". ucap Rian santai.


Nora yang baru faham kenapa Rian bersikap seperti tadi pun menatap wajah Rian, entah mengapa ada rasa bersalah di hatinya sekarang.


"Kau tidak perlu melakukan hal itu tuan, aku jamin hubungan kami tidak akan pernah membosankan. aku mencintainya, dan dia juga mencintai ku. aku harap tuan berhenti mengharapkan kekasih ku, dan carilah wanita lain di luaran sana". ucap Cadric sedikit meninggi kan suara.


sepertinya Cadric sangat cemburu melihat kekasihnya di inginkan pria lain.

__ADS_1


"Ya kau benar, dia memang mencintai mu. bukti nya dia menolak kue mentah-mentah, Tapi Nona Nora jika suatu saat nanti Anda berpisah dengan tuan Cadric, datang lah padaku. Penawaran ku terus berlaku tanpa ada masa tenggang". ucapnya Rian kemudian berlalu meninggalkan Cadric yang sudah mengepalkan tangan nya kuat hingga buku-buku di tangan nya memutih.


"Sayang, sabar lah. aku tidak akan meninggalkan mu dan datang ke padanya". ucap Nora mencoba menenangkan Cadric yang terlihat sangat emosi Ketika Nora melihat Cadric yang sudah mengepalkan tangan nya dengan Kuat.


__ADS_2