
Sebenarnya Nora bersorak dalam hati, karena seperti nya Cadric sangat mencintai nya. bukan kah sangat sakit jika nanti dia tahu Nora sama sekali tidak memiliki perasaan apapun selain perasaan benci kepada Cadric.
Nora dan Cadric pergi dengan mobil Lamborghini hitam keluaran terbaru, ia menuju salah satu resort milik keluarga nya yang di sana juga ada tempat makan yang bisa ia atur untuk mereka makan secara privat.
"Ck, tidak ada orang di restoran ini". ujar Ria mengaduk-aduk pasta yang ada di mejanya.
"Aku mengusir mereka dan meminta untuk menyiapkan tempat ini untuk kita". Cadric dengan santainya makan sambil sedikit tertawa melihat kekasihnya sudah cemberut lagi.
"Aku rindu keramaian". ujar Nora masih saja mengeluh.
"Jika sudah sembuh, aku akan mengajakmu ke mana pun kamu mau. sekarang kau sakit, tidak baik berkumpul banyak orang kau bisa menularkan virus untuk mereka atau mereka menularkan virus lain ke tubuh mu yang sedang lemah ini Sayang". jelas Cadric sambil memegang tangan Nora.
"Kau fikir aku sakit parah hingga bisa menularkan penyakit ke orang lain, kau sendiri kenapa tidak takut aku tularkan". Nora semakin protes.
"Jika aku sakit uang ku banyak untuk berobat". Cadric meminum anggur sambil memasang wajah angkuhnya.
"Sombong sekali, akan ku buat kau sakit sampai tidak ada obat nya. kau dengar itu?". Ria memakan pasta nya sambil menggigit garpu dengan kuat.
"Tunggu saja, aku akan mematahkan hati mu, hingga uang mu tidak berguna untuk mengobati nya". ujar Nora dalam hati.
Cadric tertawa pelan, Nora terlihat seperti anak kecil yang sedang meminta Permen kepada ayah nya namun tidak di perbolehkan.
__ADS_1
"Kau lucu sekali jika marah, membuat ku ingin sekali menciummu?". ujarnya.
Nora melotot dan pengambil pisau steak yang ada di depan nya dan mengarahkan nya ke Cadric.
Cadric mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah, ia semakin kencang tertawa sampai air matanya keluar.
"Maaf Nona, saya lancang. saya tidak berani lagi menggoda anda". ujar Cadric kemudian.
Nora menurunkan pisau di tangan nya dan melanjutkan makan nya dengan tenang.
Setelah habis Cadric dan Nora pun pulang kembali Mansion, terlihat Jack sudah ada di rumah sambil berbincang dengan salah satu bodyguard di sana.
Jack menangkap kunci mobil itu juga melemparkan nya lagi ke arah orang yang tadi ia bawa bicara.
"Tuan, Anda sudah pulang?". ujar Jack mengikuti Cadric dan Ria dari belakang.
"Cepat katakan ada apa?". tanya Cadric setelah ia sampai dan duduk di sofa di ruang tamu bersama Nora.
"Tapi tuan, bagaimana saya mengatakan nya?". Cadric menatap Nora sambil memberi kode apakah nora bisa berbicara di depannya.
Nora pura-pura tidak faham karena ia ingin tau apa yang Cadric dan Jack bicarakan.
__ADS_1
"Katakan saja, tidak apa jika Nora mendengar kan. dia akan segera menjadi bagian dari Kita". ujar Cadric.
Jack pun akhirnya membuka suaranya walaupun masih sedikit ragu, namun ini benar-benar penting menurut nya.
"Ayah dari tuan Rian kembali membuat ulah, mereka mencoba membobol keamanan kita dan juga mengincar beberapa markas yang kita miliki". ujar Jack.
"Tua Bangka itu masih tidak puas dengan apa yang kami berikan padanya dulu, kalau saja kami tahu di mana dia menyembunyikan di mana putri dari sahabat mommy sudah ku lenyapkan mereka semua". ujar Cadric kemudian.
"Kalian benar-benar tidak bisa melacak keberadaan nya, sudah terlalu lama kita kehilangan jejak dari adik perempuan ku. mungkin sekarang ia sudah besar dan sudah menjadi gadis". ucap Cadric sambil meremas pegang sofa dengan kuat.
"Sepertinya dia tahu jika kita menemukan di mana putri dari sahabat kedua orang tua tuan maka mereka semua akan di lenyapkan, karena itu mereka menyembunyikan kebenarannya dengan baik tuan" jelas Jack.
"Sebentar lagi waktu yang di tentukan sudah habis, jika sampai masa itu dia belum di temukan perusahaan miliknya akan di ambil alih oleh mereka yang tidak bertanggung jawab, adikku harus secepatnya di bebaskan. Aku tidak ingin terjadi hal yang bisa mengancam nyawanya". Cadric semakin terlihat emosi.
"Temukan dia bagaimana pun caranya, buat lebih banyak pasukan untuk melacak keberadaan nya. cari gadis itu bagaimana pun caranya, kita harus menyelamatkan dirinya sebelum terlambat". jelas Cadric.
Nora yang mendengar itu menjadi bingung, ia berfikir dengan keras untuk mencerna Semuanya.
"Perusahaan, Waktu, putri, apa ini?" batin Nora.
Kenapa Cadric terlihat marah saat membicarakan diri nya, tapi alih-alih ingin melenyapkan. ia seperti terdengar seolah-olah ingin menyelamatkan dirinya.
__ADS_1