
Apalagi tangan Cadric yang selalu bertengger di pinggang wanita itu, sepertinya wanita itu adalah wanita Spesial pikir mereka semua tanpa ada yang berani bertanya.
Cadric berjalan dengan wajah datarnya menuju ruangan miliknya, setelah menaiki lift khusus petinggi perusahaan. mereka pun sampai di ruangan milik Cadric, ruangan paling atas dan paling megah.
"Hari ini pekerjaan ku banyak sekali". keluhnya pada Nora.
"Apa yang bisa ku bantu?". tanya Nora.
Jack sudah pergi ke ruangan nya setelah membuka kan pintu untuk Cadric dan Nora.
Cadric kemudian duduk di kursi kebesaran dan membawa tubuh Nora duduk di pangkuannya.
"Temani aku saja". ucapnya sambil menaruh dagunya di pundak Nora.
"Kau akan lelah, aku berat Cadric". ucap Nora.
"Badan mu yang seringan kapas tidak akan membuat ku lelah, kau diam lah. aku tidak ingin kau membangun kan sesuatu di bawah sana jika kau terus bergerak". bisik Cadric di telinga Nora.
Nora bukan wanita lugu yang tidak mengerti perkataan Cadric pun segera diam memperhatikan Cadric yang memeriksa berkas-berkas yang ada di meja nya.
Sekali tangan nya jahil membelai tangan Nora yang sedang ikut membaca laporan keuangan yang ada di meja Cadric.
"Cadric, sepertinya ada yang sedang bermain dengan mu". ucap Nora memberikan laporan yang tidak sesuai.
Cadric melihat laporan itu dengan memeluk tubuh Nora di pangkuannya.
"Kau benar, ternyata kau masih sangat jeli untuk memperhatikan semua ini. tidak salah kau menjadi murid nomer 1 di sekolah mu dulu, aku fikir kau mendapatkan peringkat itu karena para dosen juga terpikat kecantikan mu". ucap Cadric di telinga Nora.
__ADS_1
Nora kemudian hendak bangkit karena merasa Cadric mengejek nya.
"Kau menyebalkan, aku tidak meminta di lahir kan dengan wajah seperti ini". ucap Nora berpura-pura merajuk.
Dengan cepat Cadric menahan pinggang Nora.
"Oke baik lah, maafkan aku sayang. kau memang pintar, aku hanya bercanda. tapi memang kau Sangat cantik, mungkin saja dosen di sana juga terpikat seperti tadi tuan ANKARIAN Client ku dan memberikan nilai bagus untuk menarik perhatian mu". ucap Cadric sambil tertawa.
Entah kenapa mendengar nama Rian di sebut membuat perasaan aneh di hati Nora,dia tidak pernah se intim ini dengan Rian.
Ada rasa bersalah, namun Nora buru-buru menepis perasaan ini.
"Rian tahu aku terpaksa menerima nya dan aku memang tidak mencintainya". ucap Nora dalam hati.
"heyyy, kenapa kau terdiam, kau memikirkan Pria tadi, kau menyukai nya?!". tanya Cadric menarik wajah Nora menghadap ke wajahnya.
"Tidak, kau Milikku. Sangat berharga dan juga Cantik". jawab Cadric kemudian memajukan wajah nya kembali mencium bibir Nora yang sudah sangat ia rindukan dari kemarin.
Nora bingung harus apa, memilih memejamkan matanya tanpa ingin membalas ciuman Cadric.
Cadric yang tahu Nora memang belum berpengalaman pun dengan pelan menggigit bibir Nora, hingga Nora membuka bibirnya sedikit.
Dengan cepat Cadric memasukkan lidahnya ke dalam mulut Nora, dan menari di dalam nya. salah satu tangan nya yang tadi berada di pinggang Nora perlahan naik.
Memegang bukit Nora dan mulai meremas pelan benda kenyal tersebut.
Cadric dengan cepat memutar tubuh Nora ke samping agar ia bisa leluasa menguasai Nora, Nora yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti ini entah kenapa kehilangan kesadaran nya dan malah tanpa sadar mulai membalas ciuman Cadric, pelan tapi pasti.
__ADS_1
Juga Ciuman Cadric, perlahan turun ke bawah meninggalkan beberapa bekas di leher jenjang kekasih nya. membuat Nora mendesah pelan, dan justru membangunkan hasrat Cadric.
Cadric yang sudah di selimuti kabut gairah dengan sangat bern*fsu Terus meremas bukit kemb*r, tangan nya perlahan membuka kemeja yang Nora kenakan.
Saat kepala nya hampir saja sampai di tujuan paling utama ya itu benda kenyal yang memang sudah terpampang jelas di dapan mata.
Tokkkk... tokkk.. tokk...
Seseorang mengetuk pintu, Menyadarkan Nora yang hampir saja masuk ke dalam permainan yang mereka buat.
"Astaga apa yang ku lakukan". batin Nora memegang wajah Cadric yang sudah ada di depan bukit kembar nya.
"Ada yang mengetuk pintu". ucap Nora berusaha menjauh kan Wajah Cadric yang sudah memerah karena menahan hasrat nya.
"Biarkan saja, aku sudah mengunci pintu nya". ucap Cadric berusaha melanjutkan kegiatan nya.
"Jika kau memperlakukan ku seperti ini, membuat ku merasa seperti j*lang Cadric". ucap Nora memasang wajah sedih, yang membuat Cadric langsung menghentikan kegiatan nya.
Gairah nya tiba-tiba saja padam, setelah melihat kekasihnya bersedih..
"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud".
Tokkk.. tokkk.. tokkk..
Lagi pintu di ketuk membuat ucapan Cadric terpotong.
"Buka lah pintu nya, aku ingin ke kamar mandi membetulkan penampilan ku". ucap Nora bangkit dan menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
"Bod*h... bod*h... bod*h, kau kenapa Nora. hampir saja kau mengacaukan semua". ucap Nora setelah memasuki kamar mandi sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.