Di Antara Kalian

Di Antara Kalian
8 Di Pantau..


__ADS_3

"Baiklah besok pagi, aku akan melatih mu secara langsung, jangan bersedih lagi. kau aman sekarang bersama kami, di sini". Cadric berkata sambil menggenggam tangan Nora.


"Ini handphone untuk mu Nora, di dalamnya tertera nomorku dan Jack jika kau membutuhkan sesuatu. hubungi saja kami, maafkan aku hari ini tidak bisa melatih mu seperti yang ku janjikan padamu kemarin, aku ada sedikit masalah". ucap Cadric pada Nora yang terlihat sudah menggunakan pakaian olah raga yang memang sudah di pesan kan oleh Cadric kemarin malam.


"Ada masalah apa tuan?". Nora mencoba mencari informasi,siapa tahu bisa ia gunakan untuk membantu nya dalam misi ini.


"Hanya masalah kecil,aku akan kembali secepat nya. tunggu lah aku di sini, jangan pergi kemanapun". ucap Cadric sambil mengelus lembut pipi Nora.


Nora mengangguk faham dan tersenyum, kemudian Cadric pun berlalu keluar meninggalkan Nora di depan kamar nya.


Segera setelah itu Nora masuk ia bergegas ke kamar mandi, membasuh wajah nya yang baru saja di belai oleh Cadric.


"Jika saja aku tidak dalam misi, ingin ku patah kan saja tangan nya yang berani-beraninya menyentuh wajahku". ucap Nora dalam hati.


Kemudian Nora bergegas membongkar Handphone yang tadi Cedric berikan padanya,


Ia memeriksa dengan seksama apakah ada alat penyadap di dalam nya dan benar saja dugaan Nora. ada chip yang di pasang ke dalam handphone yang di berikan untuk nya.

__ADS_1


"Kau cukup cerdas Cadric, tapi aku lebih cerdik". Nora melepaskan alat penyadap itu tapi tidak menghancurkan nya.


Ia menghubungi seseorang menggunakan handphone tersebut.


"Halo.. Aku Matahari Putih". ucap Nora memperkenalkan dirinya.


"Sudah hampir 2 Minggu kami menunggu kabar mu Nora, kemana saja kau. bagaimana ke adaan mu, kami menghawatirkan mu?". ucap suara seseorang di seberang sana.


"Aku baik-baik saja paman, maaf aku tidak akan lama. dia sudah masuk ke dalam perangkap, tunggu pemberitahuan dariku untuk langkah selanjutnya dan aku hanya ingin mengatakan ini, jaga diri mu di sana juga jangan terlalu mengkhawatirkan aku". ucap Lia cepat.


"Aku baik, dan akan menjaga diriku. tapi Nora, Rian terus mencari mu, kau tidak ingin menghubungi dia?" ucapnya lagi.


"Baiklah, jaga diri mu dan aku harap kamu bisa mengontrol emosi mu Nora. kau sudah sejauh ini, aku harap kasus yang kau tangani berhasil". doa nya.


"Baik paman, aku tutup pembicaraan kita". Tuuuttt.


Kemudian Nora mematikan telepon dan memasang alat penyadap itu kembali,

__ADS_1


Baru lah ia keluar kamar mandi.


Karena seperti nya hanya itu tempat yang tidak terpantau Cctv.


Dorrrr... dorrrrr.. dorrr...


Cadric sedang menembaki beberapa orang yang mencoba mencuri senjata oleh nya saat akan di kirim menggunakan jalur laut.


Ia menembaki kaki dan tangan para mafia yang sudah mengganggu ketenangan nya.


"Gara-gara kalian hari ini aku membatalkan janji penting pada seseorang, dan tangan ini bukan yang biasa memberikan obat-obatan terlarang pada anak-anak di bawah umur di luaran sana".


Dorrr ia menembaki tangan musuhnya tanpa perasaan.


"Bawa mereka ke rumah sakit sebelum mati, Ambi organ dalam tubuhnya,dan sumbangkan pada yang memerlukan". ucap Cadric pada bawahan nya.


"Tuuu.. tuan.. maafkan kami, beri kami kesempatan. kami akan bertobat, maafkan kami tuan". ucap mereka di sela tangisan.

__ADS_1


"Kau akan mendapatkan pahala untuk mengurangi hukuman mu dengan menyumbang kan organ-organ mu pada anak-anak atau para lansia di rumah sakit milik keluarga ku, harus nya kalian senang. di akhir hidup kalian, setidaknya kalian berguna untuk orang lain". ucap Cadric mencengkram dagu salah satu korban nya.


Cadric pun bergegas pulang, tapi sebelum itu dia membersihkan diri di markas besarnya. karena tubuhnya sudah banyak terkena noda cipratan darah.


__ADS_2