Di Antara Kalian

Di Antara Kalian
12. kau berhutang padaku.


__ADS_3

Mata Nora melotot saat melihat siapa Client yang Cadric temui hari ini, begitu juga mata Client tersebut.


"Mati lah aku". batin Nora.


Cadric memasuki ruang dengan santainya dan sekarang tangan nya sedang melingkar di pinggang Ramping Nora.


Nora yang masih terkejut melihat Client dari atasan sekaligus kekasih nya mulai hari ini tidak menyadari perlakuan Cadric padanya.


Mulai dari merangkul pinggang nya posesif, hingga membawanya ke tempat duduk tepat di samping Cadric.


Bukan tanpa alasan Cadric berbuat seperti ini, Ia melihat Client nya yang nampak terkejut melihat kekasihnya.


Mungkin saja Client nya terpesona melihat kecantikan Nora sama sepertinya.


Cadric yang memang pada dasarnya sangat posesif, tidak suka barang atau miliknya di rebut pun sangat tidak senang dengan tatapan Client nya tersebut.


"Mari kita mulai Rapat nya tuan". ucap Jack yang tidak mengerti apa-apa, walaupun ia sadar sejak pagi tuan nya memang sedikit aneh terhadap Nora.


"Baiklah kita mulai, tapi sebelum itu marilah kita berkenalan terlebih dahulu. walaupun sebenarnya kami sangat mengenal Tuan Cadric. pebisnis muda yang sangat sukses, ini atasan Saya Tuan ANKARIAN dan saya Julian". ucap asisten dari Client Cadric Barusan.


Nora yang sudah mengenal siapa Client Cadric pun Mau tidak mau berpura-pura tidak mengenal siapa Rian.

__ADS_1


"Salam kenal tuan, senang berkenalan dengan anda. Saya Jack, asisten Tuan Cadric dan yang di sebelah Tuan Cadric adalah-"...


"Kekasih ku". potong Cadric cepat.


membuat Jack terkejut, tapi Cadric Masih terlihat santai sambil menatap wajah Rian. sementara yang di tatap justru terus menatap ke arah kekasihnya Nora.


Nora yang terus saja di perhatikan pun merasa canggung, tapi ia berusaha tenang walaupun sepertinya tangan dan kakinya sudah dingin karena situasi ini.


"Jadi dia kekasih anda tuan Cadric?". kali ini Rian lah yang bertanya.


"Ya, kami sepasang kekasih, Ya kan sayang?". ucap Cadric sambil mengecup jari-jari lentik Nora, Nora hanya tersenyum tidak bisa berkata apapun. lidah nya terasa kaku kali ini.


"Jadi misi yang kau di maksud adalah ini Nora, tega nya kau. apa yang kau selidiki sampai kau berani mengambil resiko sebesar ini". ucap Rian dalam hati.


"Baiklah, kau berhutang penjelasan padaku Nora, kali ini aku ikuti permainan mu". ujar Rian pada dirinya sendiri.


"Cadric, lebih baik aku di luar saja. aku tidak nyaman di sini". bisik Nora pada Cadric yang sedang memperhatikan penjelasan dari asisten Rian.


"Ya, baiklah. tapi jangan ke mana-mana, tetap di dalam wilayah restoran ini". Jawab Cadric kemudian mengecup pipi Nora lagi.


Sepertinya ia sengaja melakukan ini karena masih ingin memanasi Rian yang masih saja menatap kekasihnya.

__ADS_1


Nora yang di perlakukan seperti itu sedikit terkejut namun ia memilih secepatnya keluar dari ruang ini.


"Dari sekian juta orang di Dunia ini, kenapa harus Rian". ucap Nora setelah ia keluar ruangan itu.


Sementara Rian yang melihat Nora keluar sedang memutar otak nya untuk bisa keluar menyusul kekasih nya Nora.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, ayah nya menelfon ke handphone nya.


''Maaf tuan Cadric, mungkin ini sedikit tidak sopan. ayah saya menelepon,.izinkan saya mengangkat nya sebentar". ucap Rian.


"Tentu saja, itu dari orang tua anda. tidak baik menolak nya". ucap Cadric tanpa rasa curiga.


"Halo ayah, ya aku sedang rapat. ada apa Ayah?!". tanya Rian sambil memberi kode kalau ia sepertinya akan keluar ruangan sebentar dan di angguki oleh ke 3 orang di ruangan VVIP itu.


"Di mana kau Nora, di saat aku hampir gila karena kau tidak ada kabar. sekali nya aku melihat mu, jantung ku serasa di Hujam ribuan belati". ucap Rian menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Nora.


Ya, tadi memang ayah nya menelfon. tapi alih-alih Rian mengangkat telfonnya, ia justru mematikan panggilan itu dan berpura-pura berbicara dengan ayah nya agar mendapatkan alasan ia keluar dari ruang itu.


Rian pun akhirnya menemukan di mana Nora duduk.


"Kau benar-benar cari Mati Sayang". ucap Rian sambil berjalan ke arah Nora.

__ADS_1


Nora yang sedang duduk di kursi pojok ruangan restoran ini di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba duduk di depan nya.


"Kau berhutang penjelasan pada ku, Nona Nora". ucap suara orang tersebut.


__ADS_2