
"Sayangku,Nora bangun lah. kau Kenapa, kau bermimpi apa sampai menangis seperti ini". ucapnya sambil mengompres kepala kekasih nya.
"Sepertinya nona nora hanya demam biasa tuan, mungkin sebentar lagi akan segera membaik. saya sudah memasang infus vitamin untuknya, sepertinya sebentar lagi nona akan siuman". ujar dokter yang sudah datang menjelaskan pada Cadric.
"Baiklah terima kasih dokter". ujar nya kemudian dokter pun keluar dan pergi.
vvCadric merebahkan tubuhnya di samping Nora yang masih tertidur entah ia memimpin apa, terlihat dari kening nya yang berkerut.
"Mommy.. hikzz, izinkan Siren ikut". ujar nya dalam tidur nya.
"Daddy, jangan tinggalkan Siren". lanjut Nora.
"Siapa Siren,nama ini seperti nya tidak asing". ucap Cadric yang mendengar kan igauan kekasih nya sambil membetulkan anak rambut yang menutupi wajah cantik nya.
"Mommy!!!!". Nora terbangun dan langsung duduk, ia menangis memeluk lututnya masih belum menyadari jika kekasih nya ada di sebelahnya.
__ADS_1
Cadric juga mengikuti bangun dari tidur nya dan memeluk kekasihnya Dari samping berusaha memberikan ketenangan untuk kekasih nya.
"Mungkin dia sedang merindukan orang tuanya,". itulah Fikir Cadric.
Nora yang merasa ada yang merangkul dirinya menoleh dan mendapati wajah orang yang ia benci ada di sana.
Tapi entah kenapa mata itu seolah menghipnotis dirinya, kebencian yang ia pupuk selama ini justru ber angsur-angsur terkikis oleh rasa nyaman dan aman yang selama ini Cadric berikan.
v "Kau sudah siuman sayang, kau bermimpi panjang sekali tadi. kau bertemu dengan mereka?". tanya Cadric lembut tidak ingin membuat Nora terkejut.
Tess...
"Kau tau Cadric, orang tua ku di bunuh oleh sahabat nya sendiri. menurut mu jika kau menjadi diri ku, apakah kau akan memaafkan mereka semua dan melanjutkan hidup atau kau akan datang untuk menuntut balas nanti?". tanya Nora pada Cadric.
"Aku akan datang saat aku sudah siap, akan ku balas semua orang yang sudah berani menyakiti orang-orang yang ku sayangi. kau ingin aku menyelidiki kasus meninggal nya orang tua mu sayang, akan ku lakukan jika ini bisa membuat mu hidup dalam ketenangan". ujar Cadric dengan yakin.
__ADS_1
"Kau benar, aku harus membalas semua perbuatan keji mereka bukan. sedikit lagi tuhan pasti akan memberikan ku jalan untuk mencapai tujuan ku". ucap Nora sambil meremas seprei yang ada di pelukan nya.
"Aku akan membantu mu, jika perlu aku sendiri lah yang akan melenyapkan mereka". ujar Cadric masih belum mengetahui siapa yang Nora maksud.
"Kau berjanji akan menghabisi mereka demi diriku yang bukan siapa-siapa ini?". pancing Nora.
"Apakah aku pernah berbohong dengan mu selama kau mengenal ku sayang, pegang janji ku. aku akan menjadi orang pertama yang akan membantai mereka". ujarnya lagi.
"Aku pegang janjimu Cadric dan akan ku ingat sampai aku mati". ujar Nora dengan menatap wajah seseorang yang ia benci namun di rindukan.
"Dulu kau selalu ke rumah ku Cadric, kau yang selalu menjaga ku. tidak pernah kau biarkan aku menangis, kau pahlawan ku. tapi setelah aku tahu kenapa keluargamu mendekati keluarga ku, hati sakit. dengan kejam kalian meminta seseorang membantai kami sekeluarga, beruntung paman dengan cepat mengetahui keadaan kami. namun sayangnya hanya aku yang dapat tertolong, mommy dan Daddy pergi terlebih dahulu meninggal kan ku seorang diri di dunia yang kejam ini". batin Nora mengingat kejadian di masa lampau.
Ya selama ini Nora masih sangat mengingat siapa saja orang-orang yang membantai mereka sekeluarga di malam itu.
Nora sempat menarik masker seseorang yang membunuh ke 2 orang tuanya, juga memberikan tikaman ke perut Nora hingga ia koma selama berbulan-bulan dan dia adalah orang kepercayaan dari orang tua Cadric.
__ADS_1
Nora tahu karena orang tersebut sering mengikuti kemana pun Daddy Cadric, termasuk saat mereka sedang ke rumah Nora hanya untuk sekedar mengantarkan Cadric yang ingin bermain dengan nya.
"Kau tidak akan percaya dengan semua nya jika aku bercerita, sebaiknya akan ku buat kau mengetahui sendiri betapa jahatnya kedua orang tua mu Cadric". ucap Nora dalam hati.