
"Siapa yang membuat hidangan makan malam?". tanyanya dengan suara nya yang berat.
"Kau makan dengan Lahapnya bukan, ini bagian dari rencana ku tuan Cadric". ucap Nora dalam hati saat menguping pembinaan Cadric dengan kepala pelayan.
"Maaf tuan, tadi Nona Nora lah yang membuat hidangan ini, dia bersikeras untuk membuat nya. dia bilang ini untuk membalas jasa Tuan, apakah ada masalah tuan?". ucap kepala pelayan.
"Tidak, aku menyukai makan malam ini. pergilah". perintah Cadric lagi.
"Jadi kau selain pintar juga pandai memasak Nora, menarik. aku ingin tahu apa lagi pesona mu". ucap Cadric kemudian berjalan menuju kamarnya.
Pagi harinya Nora sudah kembali menyiapkan sarapan untuk , saat Cadric ingin sarapan, ia pun bertanya lagi kepada para pelayan siapa yang menyiapkan makanan ini dan Nora lah yang menyiapkan nya jawab pelayan.
"Panggil kan dia ke sini". ucap Cadric datar.
Tidak beberapa lama munculah Nora yang terlihat cantik dengan Gaun tanpa lengan warna biru muda dan rambut sepinggang nya yang Terurai.
Cadric sempat terpesona melihat Nora, hingga ia tersadar saat Nora sudah ada di depan nya dan berkata.
"Maaf tuan, apakah tuan tidak suka hidangan nya?". ucap Nora menundukan wajah dengan tangan bergetar seolah dia takut.
__ADS_1
Padahal Nora sedang menahan amarah yang sudah di ubun-ubun nya, ingin rasanya ia meledakkan kepala lelaki di depan nya.
Tapi ia harus menahannya dulu, Nora harus mencari pemimpin komplotan mafia ini sebelum Sanders yang menggantikan nya sekarang.
"Tidak jangan takut, aku hanya ingin bertanya kabar mu Nora,nama mu Nora kan?". tanya Cadric.
"Dan ayo makan bersama dengan ku". ucap Cadric lagi.
"Maaf tuan, saya tidak pantas makan bersama tuan". ucap Nora Dengan sengaja menatap wajah Cadric.
"1,2,3,4,5,6,7, kau masih terpesona dengan ku Cadric". ucap Nora dalam hati sambil tersenyum pada Cadric.
"Aku memaksamu, duduklah ini perintah". ucap Cadric tanpa melepas kan tatapan nya daripada wajah Nora.
"Biklah tuan". ucap Nora kemudian duduk dan depan meja Cadric.
Mata Cadric Terus mengikuti kemana tubuh Nora berjalan.
"Cantik sekali". ucap nya dalam hati.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Cadric membawa Nora ke ruangan bekerja nya, dia memerintahkan Nora duduk di sofa yang ada di ruang itu.
"Kau sudah sembuh, sekarang apa yang ingin kau lakukan. kemana kau akan pulang, Aku akan mengantarmu". ucap Cadric.
Walaupun ada rasa tidak rela harus melepaskan Nora, tapi ia juga tau jika dia bukan siapa-siapa.
"Permainan di mulai Cadric". ucap Nora dalam hati.
"Tuan, pasti sudah menyelidiki siapa saya kan, pasti tuan juga tahu saya tidak memiliki siapapun di dunia ini. oleh karena itu saat saya menghilang pun tidak ada yang menyadari atau mempedulikan nya". ucap Nora Dengan airmata.
Cadric yang melihat Nora menangis entah mengapa Merasa sesak di hatinya.
"Kemana kau selama ini, apa yang terjadi padamu, cerita kan padaku semuanya Nora?". tanya Cadric lagi.
"Saat itu saya mendapatkan informasi kalau saya akan bekerja sebagai sekretaris di salah satu perusahaan besar di negara ini, kemudian saya pun menuju ke Sini. namun saat turun dari pesawat saya sudah langsung di culik oleh seseorang, dia memaksa saya untuk menjadi istri ke 3 nya tuan. beruntung saya sempat lari dan berhasil bersembunyi di pedesaan di negara ini". Nora menjelaskan sambil terisak.
"Saya fikir hidup saya sudah tenang, ternyata orang itu berhasil menemukan saya dan ia kembali memaksa saya untuk menjadi simpanan nya, tentu saja saya kembali menolak. kemudian dia menyiksa dan berusaha mengambil kesucian saya tuan, beruntung saya berhasil lari dan akhirnya hampir tertabrak oleh mobil tuan malam itu". ucap Nora semakin Terisak.
Cadric yang awalnya hanya berdiri di dekat jendela pun tanpa sadar melangkah kan kakinya kemudian duduk di samping Nora.
__ADS_1
Ia memberikan saputangan pada Nora, Nora justru semakin Ter Isak membuat Cadric menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.