
Cadric selalu teringat dengan ciuman nya bersama Nora kemarin sore, entah kenapa Cadric ingin memiliki Nora dan menjadikan nya kekasih nya.
Nora menoleh menatap Cadric yang masih fokus menyetir.
"Tuan mengatakan sesuatu?". tanya Nora.
Cadric pun menoleh dan mencari tempat untuk menepikan mobil nya.
"Ya, Aku bertanya mau kah kau menjadi kekasihku?". ucapnya.
Nora sedikit terkejut mendengar pernyataan cinta dari Cadric.
"Tuan tidak salah bicara bukan?". tanya Nora mencoba tarik ulur, walaupun ini lah moment yang ia tunggu.
"Aku tidak pernah main-main Nora". ucap Cadric mengelus pipi lembut Nora, hari ini karena ia akan bekerja.
Nora memberikan sedikit makeup dan lipstik di wajah nya dan itu membuat nya semakin cantik.
"Saya tidak pantas Tuan, saya bukan siapa-siapa". ucap Nora perlahan.
"Kau menyukaiku juga bukan?". tanya Cadric dengan percaya dirinya, karena kemarin saat ia mencuri ciuman pertamanya Nora tidak marah sama sekali.
__ADS_1
Jadilah Cadric yakin jika Nora juga memiliki perasaan yang sama.
"Jika bukan karena misi ini, mana mungkin aku sudi berhubungan dengan mu. melihat mu saja aku benci". ucap Nora dalam hati, tapi ia juga mengangguk kan kepalanya pelan tidak membantah pernyataan Cadric bahwa Nora juga menyukai nya.
"Tuan Cadric, bohong jika aku tidak menyukai orang yang sudah sangat baik hati menyelamatkan hidup ku dan juga menampung diriku yang bukan siapa-siapa ini". ucap Nora pelan.
"Baiklah, mulai hari ini kau adalah kekasih ku". ucap Cadric sambil menggenggam tangan Nora membawakan ke bibir nya kemudian mengecup nya.
"Aku ingin mencium bibir mu sekali Lagi, tapi aku takut tidak bisa menahan diriku, sebentar lagi aku akan ada meeting penting". bisik Cadric memajukan wajah ke dekat Nora, dan Cup Cadric mengecup pipi Nora singkat.
Nora hanya diam merasakan pipinya di kecup oleh Cadric.
Cadric pun kembali melajukan mobil nya menuju tempat di mana ia akan mengadakan meeting dengan rekan bisnisnya.
"Tadi Client ingin kita bertemu di Restoran saja, kau tidak masalah kan menemani ku Meeting?". ucap Cadric.
"Ya tidak apa, apakah ini tugas pertama saya tuan. apa yang harus saya jelaskan nanti, saya belum mempelajari apapun tentang meeting hari ini". ucap Nora panik.
"Tugas mu hari ini hanya menemani ku, ada Jack yang akan menjelaskan ke Client, kau tenang saja hemmm dan Jangan panggil aku tuan jika di luar kantor, cukup panggil nama ku saja". ucap Cadric kemudian mengelus kepala Nora pelan sesampainya di restoran yang mereka tuju.
"Tunggu di sini dulu". ucapnya pada Nora yang sudah melepas seatbelt Cadric turun terlebih dahulu kemudian dengan cepat berjalan memutari mobil dan membuka kan pintu untuk Nora.
__ADS_1
"Tuan.. ini tidak perlu,anda atasan saya". ucap Nora Cadric sangat berlebihan.
"Tapi kau juga kekasih ku". ucapnya sambil mengerlingkan matanya.
"Tapi,".. ucapan Nora terhenti.
"Sssssttt, tidak ada tapi-tapi. ayo kita masuk Client kita sudah menunggu di dalam". ucap Cadric menggandeng tangan Nora menuju ke dalam.
"Tuan, tangan anda". ucap Nora tidak biasa di perlakukan seperti ini. bahkan oleh Rian kekasih nya sekalipun.
"Sayang, bisa kah kamu berhenti menolak perhatian ku, aku sedih sekali selalu di larang memperhatikan orang yang aku sayang". ucap Cadric menatap wajah Nora.
"Maafkan saya Tuan, saya belum terbiasa". ucap Nora pelan dan tertunduk, ia harus terlihat menjadi wanita yang manis dan lemah lembut.
"Tidak apa, jadi lah wanita ku yang baik. aku memang seperti ini jika sudah menyayangi seseorang, aku ingin orang yang ku cintai bahagia". ucap Cadric sambil melangkah menuju ruangan yang sudah di pesan dengan masih menggandeng tangan Nora sesekali mengecup jemarinya.
Jack sudah sampai terlebih dahulu, Mereka hanya menunggu kedatangan Cadric saja.
cekrreeeaaakkk,
pintu di buka oleh Jack setelah mendengar ketukan pintu oleh pelayan yang membimbing Cadric menuju ruangan VVIP untuk mereka meeting.
__ADS_1
Mata Nora melotot saat melihat siapa Client yang Cadric temui hari ini,begitu juga mata Client tersebut.
"Mati lah aku". batin Nora.