Di Antara Kalian

Di Antara Kalian
22. Tidak mungkin.


__ADS_3

"Perusahaan, Waktu, putri, apa ini?" batin Nora.


Kenapa Cadric terlihat marah saat membicarakan diri nya, tapi alih-alih ingin melenyapkan. ia seperti terdengar seolah-olah ingin menyelamatkan dirinya.


Nora mendengar kan semua obrolan dari Cadric dan Jack dengan seksama, seperti ada cerita yang terlewat dari masa lalunya.


"Baik tuan, saya akan membuat kelompok-kelompok tambahan untuk mencari adik anda. kalau begitu saya undur diri dulu karena informasi yang saya sampaikan sudah cukup sampai di sini". ujar Jack kemudian pergi setelah ia menunduk hormat sebentar.


"Sayang, kamu kenapa?". ujar Jack mengejutkan Nora yang sedang mencerna penjelasan dari Jack tadi.


"Kau punya adik perempuan?". tanya Nora.


"Ya, bisa di bilang begitu". jawab Jack sambil memainkan jari-jari lentik Nora.


"Maksudnya?". Nora bingung.


"Maksudnya dia bukan adik kandungku, tapi aku selalu menganggap nya adikku sendiri. saat pertama kali dia lahir ke dunia ini aku sudah bersamanya". jelas Cadric.


Nora mendengar kan dengan seksama penjelasan Cadric lagi, ia berusaha mencari apa yang ia lewatkan.


"Lalu kenapa sekarang kau mencarinya, apakah dia penting?". ujar Nora lagi.

__ADS_1


"Ya, dia penting. dulu mommy ku tidak bisa memiliki anak lagi setelah melahirkan ku karena rahim nya bermasalah". jelas Cadric, Ria masih diam mendengar kan Cadric berbicara.


"Lalu tidak lama sahabat Mommy pun melahirkan anak perempuan yang cantik, ia memiliki mata sama seperti mu". ujar Cadric sambil membetulkan anak rambut Nora yang terjatuh dan menariknya ke belakang telinga.


"Kau tau, sejak pertama kali melihat mu kecelakaan kemarin aku merasa melihat wajah seseorang di wajahmu tapi aku bingung dia siapa". Cadric melanjutkan ceritanya.


"Dan saat pertama kali aku melihat matamu waktu di balkon, aku menyadari jika matamu memiliki kesamaan dengan dia". Cadric kembali memainkan jari-jari dari Nora.


"Apakah di berarti untuk mu?". Nora memberanikan diri untuk bertanya lebih serius.


"Sangat, dia adalah teman pertama di dunia ku yang dulu sepi Nora". ujar Cadric lagi.


"Teman pertama, apakah kamu tidak mempunyai teman?".ujar Nora lagi yang masih penasaran.


Beruntung para mafia dari Clans neneknya bisa menyelamatkan nya dan karena itu dia sekarang mengambilkan alih perkumpulan Mafia itu.


"Aku fikir orang seperti kalian tidak pernah memiliki masalah dalam hidup nya, bisa sesuka hati melenyapkan nyawa orang lain". hampir saja Nora terlena dengan ucapan Cadric, namun dengan cepat ia mengingat misinya.


"Nyawa yang kami ambil adalah nyawa orang-orang yang tidak baik Nora, kami tidak sembarang menghabisi orang lain". ujar Cadric.


"Cchhhhh, Lalu apa salah orang tua ku hingga kalian dengan kejam mengambil nyawa mereka demi perusahaan yang sudah susah payah mereka bangun". ujar Nora dalam hati.

__ADS_1


"Benarkah, kalian yakin?". tanya Nora.


"Tentu saja, kami selalu menyelidiki dulu siapapun yang akan kamu habisi. jika mereka melakukan nya karena terpaksa kami akan mempertimbangkan untuk memaafkan nya". jelas Cadric lagi.


"Lalu kenapa adik kecil mu bisa menghilang, kemana orang tuanya". kali ini Nora bertanya dengan wajah yang berubah menjadi sedih, karena ia sudah tahu jawabannya.


"Mereka di habisi oleh asisten Daddy yang berkhianat, ia menjebak kedua sahabat itu dalam ke selisih pahaman dan membuat keluarga ku pergi menjauh dari mereka". ujar Cadric.


"Kau yakin hal ini karena itu, atau memang Daddy mu yang menyuruh asisten nya untuk menghabisi nyawa dari orang tua gadis itu untuk mengambil semua harta milik keluarga nya?". Nora mulai terbawa emosi.


"Sayang kau bicara apa, mommy dan Deddy ku sampai saat ini pun masih menyesal karena terlambat kembali ke sini setelah menyadari kebohongan asisten nya". ujar Cadric sedikit tidak terima dengan ucapan Nora.


"Maaf, aku biasanya membaca novel dan alurnya seperti ini. maaf jika aku terbawa suasana". Nora baru menyadari hampir saja ia membuat runyam suasana.


"Hemmm, kau hampir saja membuat ku bersedih dengan ucapanmu menuduh orang tua ku. mulai besok jangan baca novel itu lagi". ujar Cadric sambil membawa Nora kedalam pelukannya.


Ia berusaha menenangkan hatinya yang sedikit gundah sebenarnya mendengar ucapan dari Nora, apakah benar seperti itu.


Mengingat Daddy nya kekeh merebut kembali perusahaan milik adik angkat nya, sementara penjahat yang sudah ia tahu siapa masih berkeliaran dengan bebas bahkan sekarang mulai mengusik perusahaan nya.


"Kenapa aku baru memikirkan nya sekarang, tidak mungkin Daddy masih menyimpan dendam pada paman karena dulu dia adalah mantan kekasih dari mommy". Cadric terdiam dengan Fikiran nya sendiri.

__ADS_1


"Bukan kah bibi adalah sahabat dari mommy dan tidak mungkin mommy ingin kembali pada mantan kekasihnya lagi". namun semakin ia berfikir, semakin ucapan Nora masuk akal.


"Tuhan, jangan biarkan dugaan ini benar. bagaimana nanti aku menghadapi Daddy, dan juga mommy pasti sangat terpukul mengingat semua orang yang ia sayang menjadi korban". ujar Cadric berdoa dalam hati.


__ADS_2