
"kau ingin makan apa, biar Jack memesan kan makanan. kita tidak perlu ke mana-mana". ucap Cadric.
Dorrrrr... dorrr.. dorrr..
terdengar suara tembakan di suatu ruangan yang sempi, darah menggenang di lantai. darah itu berasal dari beberapa tubuh yang kini sudah tidak bernyawa lagi.
"Jadi kalian gagal mengambil senjata itu dan justru kita kehilangan 1 markas kita, b*doh!!!!"Teriak Seorang pria paruh baya sambil mengamuk menembaki bawahan nya.
"Jika mereka tahu siapa dalang di balik rencana kita, habis lah Kita semuanya". ucap pemimpin kalajengking hitam, Yaitu Ayah ANKARIAN.
"Kami sudah meledakkan chips di kepala anak buah yang tertangkap sebelum mereka bicara apapun tuan, kami yakin itu". ucap salah seorang anak buah nya.
"Kau yakin, mereka tidak mengetahui apa-apa". tanya nya memastikan.
"Sejauh ini tidak terdengar ada pergerakan untuk membalas kita tuan".ucap pengawal nya Lagi.
"Tetap waspada, kita tidak tahu apa yang di rencanakan oleh musuh". ucapnya.
Malam hari Nora dan Cadric sudah kembali ke Mansion setelah mereka sempat jalan-jalan saat pulang kantor.
"Cadric, boleh kah aku meminta tolong". ucap Nora saat mereka sedang duduk berdua di balkon di kursi santai.
__ADS_1
Cadric memeluk tubuh Nora dari samping.
"kau mau apa, katakan saja?". jawab nya.
"Aku ingin belajar bela diri, bukan kah kemarin kau berjanji akan melatih ku sendiri". ucap Nora.
"Nanti jika kita tidak ke kantor, aku akan mengajak mu ke markas untuk latihan tapi yang pertama yang harus kau lakukan adalah melatih fisikmu dulu. kau pasti akan cepat Lelah nanti, kau siap?". tanyanya pada Nora.
"Hidup di dunia menjadi orang lemah juga sama melelahkan nya Cadric, setidaknya nanti aku bisa melawan jika nanti aku di tindas". ucap Nora sambil menatap bulan di langit.
"Tidak akan ada yang berani menindas mu selama kau bersama ku Nora". ucap Cadric sambil mengelus pipi Nora.
"Keluarga ku tidak pernah ikut campur urusan ku, orang tua ku adalah orang baik. terutama ibuku, dia pasti senang mengetahui aku sudah memiliki kekasih".jelas Cadric sambil membetulkan anak rambut milik Nora yang terjatuh ke depan wajahnya.
"Di mana mereka sekarang, apakah mereka juga ada di negara ini?". tanya Nora.
"Tidak mereka di negara X, tempat dulu ibu berasal, tinggal. mommy bilang dia rindu suasana di sana, juga rindu almarhum sahabat nya, jadilah dia ingin menghabiskan masa tua nya di sana". jelas Cadric.
Mendengar Negara nya di sebut, Nora sempat terkejut.
"Dia merindukan sahabat nya yang sudah dia singkirkan dengan kejam untuk mengambil hartanya, Sungguh sandiwara yang bagus nyonya". ucap Nora dalam hati sambil mencengkram baju Cadric.
__ADS_1
"Kau, kenapa sayang?". ucap Cadric terkejut melihat bajunya yang tiba-tiba di remas oleh tangan Nora yang sedari tadi memainkan kancing baju nya.
"Eemm aku kedinginan". ucap Nora cepat-cepat mencari alasan saat dia baru sadar dengan apa yang dia lakukan, dia juga membawa tubuhnya lebih dekat dengan Cadric seperti orang yang mencari kehangatan.
Cadric menaikan selimut yang mereka gunakan hanya untuk menutupi kaki,kini hingga menutupi dada. Cadric juga mendekap tubuh kekasih nya agar hangat.
"Kau sudah puas melihat bulan nya, ini sudah semakin larut, nanti kamu sakit". jelasnya kemudian.
"Sebentar lagi, dulu aku sering melakukan ini bersama mama dan papa ku. aku selalu duduk di tengah-tengah mereka, jadi aku tidak pernah kedinginan. sejak mereka tiada. ini baru pertama kali ku lakukan lagi, selama ini aku selalu sibuk bekerja dan bersekolah dan bertahan hidup". ucap Nora kembali menatap bulan.
"Sibuk bertahan hidup, maksud mu?". Cadric penasaran.
"Ya, kadang aku fikir ingin pergi saja menyusul mereka ke sana bersama bintang. tapi aku tidak bisa, aku merasa mereka memperhatikan ku dari atas sana. mereka akan sedih jika aku melakukan hal itu, dan lucunya aku bisa bertahan sampai sekarang. setelah semua luka dan air mata ku lalui". ucap Nora tertawa hambar.
"Jika kau ingin menangis jangan di tahan, aku ada di sini sekarang untuk menghapus air matamu Nora". ucap Cadric menarik dagu Nora untuk menghadap ke arah nya.
"Hidup di dunia ini sendirian pasti sulit, tapi sekarang jangan merasa sepi Lagi, kau bersama ku". ucap Cadric kemudian mencium kening Nora.
Entah kenapa Nora menjadi lemah dan benar-benar menangis, selama ini air matanya tertahan karena tidak ingin terlihat lemah oleh siapapun. menutupi kesedihannya adalah salah satu ke ahlinya.
"Kau tidak sendirian lagi, ingat itu sayang". ucap Cadric setelah selesai mengecup kening Nora beberapa saat.
__ADS_1