Die Inside

Die Inside
Chapter 1 : Rasa Sakit


__ADS_3

Kepercayaan?, itu hanyalah ucapan yang orang berikan ketika dirimu tidak bersalah, namun sebaliknya kepercayaan itu akan hilang jika dirimu bersalah meskipun itu bukan salah Mu.


.


.


.


.


.


Aku adalah Yuu Arata Aku adalah murid di taman kanak-kanak, Aku adalah orang yang periang,suka berteman, dan baik. Namun semua itu berubah ketika diriku terkena fitnah Palsu.


"Uah....," teriak salah satu anak menangis


"Kenapa?" tanya teman teman yang datang


"Yuu memecahkan kolam kaca milik kelas" ucap anak tersebut sambil menangis


"Yuu apakah Kau yang melakukannya?" tanya anak-anak kelas


"Tidak Aku tidak melakukannya Amaya yang melakukannya" jawab Aku yang sedang dipojokan


"Jangan berbohong Yuu berbohong itu tidak baik" ucap salah satu teman yang lain


"Amaya apakah benar Kau yang memecahkannya?" tanya salah satu murid


"Tidak" jawabnya berbohong


"Tuh kan Kamu berbohong Yuu" ucap anak anak


Satu perkataan yang keluar darinya membuat semua berubah dan tidak hanya itu Saja.


Diriku selalu dituduh melakukan tindak kriminal meski diriku masih TK.


"YUU apakah benar kamu mencuri?" tanya Ibu yang marah besar


"Tidak Bu, Yuu tidak mencurinya itu hanya kesalahpahaman" jawab Aku yang sedang dihukum


"Jangan berbohong Kamu Yuu Ibu tidak pernah mengajarkan Kamu untuk berbohong dan menjadi orang yang jahat" ucapnya sambil memukul


Diriku hanya bisa Dia menerima semua pukulan atas nama hukum yang diberikan sebagai Pelajaran.


Disaat semua keluar memarahi Ku hanyalah Ayah yang selalu percaya padaku dan menghiraukan semua rumor Tersebut.


"Hey apakah Ibu Mu marah lagi kepada Mu?" tanya Ayah


"Iya" jawab Aku sambil mengangguk


"Kau masih saja melindunginya" ucap suara Ibu yang keras


"Sudah Dia masih kecil tidak mungkin Dia melakukannya" ucap Ayah


Dengan begitu Ayah menenangkan diriku sambil memeluk Ku.


[Time Skip]


Semua berlalu sekarang Aku adalah siswa SMP disini diriku menjalani hidup yang sedikit jauh dari sosialisasi, Aku hanya menghabiskan membaca buku dan makan di Perpustakaan.


Aku yang mulai nyaman dengan kehidupan baru ini bertemu dengan salah satu anak perempuan di perpustakaan, Dia anak yang polos, ceria dan Baik.


Kami saling berbagi cerita dan saling bertukar pendapat tentang suatu buku yang Kami Baca.

__ADS_1


"Ne..., Yuu apakah Kamu penasaran dengan kelanjutan ceritanya?" tanya Octavia


"Ya Aku sangat menunggu kelanjutan cerita tersebut" jawab Aku sambil tersenyum


Diriku yang merasa senang itu kembali pulang ke rumah, namun kesenangan itu harus berakhir karna diriku mendapatkan berita bahwa Ayahku meninggal dikarenakan kecelakaan beruntun ketika pulang Ke rumah.


Diriku hanya bisa terdiam setelah tau bahwa orang yang percaya kepada Ku telah pergi, Aku hanya melihatnya sambil diikuti oleh tangisan Ibu, Adik Ku, dan keluarga Lainnya.


Waktu berlalu pemakaman Ayahku selesai, sambil bersedih Ibu mulai memarahi dan memukul Ku, Dia berfikir kalau Aku adalah penyebab Ayah Ku mati.


"KENAPA, KENAPA Kau lahir" ucap Ibu sambil berteriak


"HARUSNYA AYAH TIDAK MELINDUNGI MU SEHARUSNYA AYAH TIDAK MEMANJAKAN MU"


"DIA SELALU SAJA BERFIKIR BAHWA KAU TIDAK BERSALAH, PADAHAL JELAS BAHWA KAU BERSALAH"


"SEMUANYA ADALAH SALAH MU, ANDAI SAJA DIA TIDAK PULANG TERLAMBAT KARNA HARUS MEMBELIKAN HADIAH UNTUK MU"


Ya Kematian Ayah Ku bertepatan dengan ari ulang tahun Ku, Aku tidak berfikir bahwa Ayah akan membelikan hadiah untuk Ku.


"KENAPA, KENAPA" ucapnya sambil menangis tersungkur


Aku hanya bisa berdiam diri sambil meratapi apa yang Terjadi.


Hari pun berlalu berita kematian Ayah Ku sampai ke kelas Ku, Mereka mencoba berbicara kepada Ku namun Mereka mengurungkan niatnya dikarenakan diriku yang tidak Stabil.


Jam istirahat dimulai, Semua anak beristirahat dari aktivitas belajar Mereka, Aku berdiri dari tempat duduk dan berjalan menuju perpustakaan berharap bisa menyembuhkan diriku dari apa yang Terjadi.


"Ne Yuu" panggil Octavia


"Ah Ya?" tanya Ku


"Apa benar Ayahmu meninggal?" tanya Dia


"Aku turut berduka ya" ucap Dia mencoba menenangkan Ku


Aku mulai tenang seiring waktu berlalu, Aku mencoba untuk memakan makanan yang Aku bawa dan berbicara satu sama lain dengan Octavia.


Hari berganti demi hari, Aku sudah mulai tenang dan melakukan aktifitas seperti murid SMP pada Umumnya.


Waktu menunjukkan jam makan siang, Aku berjalan menuju perpustakaan sambil membawa makanan dan bertemu dengan Octavia.


"Hai" sapa Octavia


"Hai" jawab Aku


Kami berbicara satu sama lain dan terkadang membicarakan buku atau film yang Kami Tau.


"Hum Yuu" panggil Octa


"Iya?" tanya Aku yang lagi membaca


"Kita udah kelas 8 semester akhir dan besok Kita akan naik ke kelas 9 yang artinya Kita punya waktu 1 tahun tersisa di sini kan?" jawab Dia sambil berfikir


"Benar juga besok Kita bakal naik kelas 9" balas Aku yang teringat


"Apakah Kamu udah punya rencana masuk SMA mana?" tanya Octa


"Ya Aku sendiri memilih SMA yang biasa-biasa saja, kecuali Ibu ku menghalangi Ku" ucap Ku keceplosan


"Kenapa dengan Ibu Mu?" tanya Octa


"Gak apa-apa Kok" jawab Ku sedikit panik

__ADS_1


Kami menghabiskan banyak waktu bersama hingga kenaikan kelas dan Libur pun Dimulai.


Aku terbangun di awal hari liburku sambil melihat ponsel yang berbunyi menandakan pesan Masuk.


Octavia


Octavia:


"Ano, Yuu apakah Kamu ada disini?"


Aku:


"Ya Aku ada disini"


Octavia:


"Maaf apakah Kamu baru bangun tidur?"


Aku:


"Ya begitulah ada apa?"


Octavia:


"Apakah Kamu sibuk hari ini bagaimana kalo Kita keluar?"


Aku:


"Ide bagus ayo ketemuan di taman Kota jam 09:00 nanti"


Octavia:


"Oke"


Aku pun bangun dan mulai bersiap-siap untuk keluar, setelah mandi Aku mengenakan pakaian dan keluar rumah, disaat Aku berjalan menuju pintu Aku melihat Ibu yang masih membenci Ku karna kematian Ayah.


Aku berjalan menuju Taman kota sambil melihat Jam apakah telat atau tidak, setelah sampai Aku memeriksa ponsel untuk mengetahui posisi Octavia.


"Yuu" panggil Octa sambil melambaikan tangan


Aku pun menghampiri Octa yang melambaikan tangan, setelah bertemu Kami menghabiskan waktu bersama-sama dan Bersenang-senang.


.


.


.


.


.


Diriku yang hendak membelikan minuman untuk Octavia, tiba-tiba dihampiri oleh pencuri yang berlari sambil membawa tas dan melemparkan tasnya kepadaku, Aku pun dikerumuni oleh orang-orang karna dianggap telah Mencurinya.


Ketika mereka mengerumuni Ku, Aku hanya bisa melihat Octavia yang terdiam dan tidak berbuat apa-apa dikarenakan ketakutan.


Octavia Mundur perlahan-lahan meninggalkan diriku yang sedang dikerumuni oleh warga Sekitar.


Aku pun dibawa menuju kantor polisi dan diintrogasi, tidak ada bukti kuat bahwa aku tidak mencurinya dengan begitu Aku diberi sanksi tegas dan dipulangkan ke Rumah.


Dan rumor ku Tersebar dan semakin Memburuk.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2