Die Inside

Die Inside
Chapter 16 : Terjebak


__ADS_3

Hari Selasa.


Sekarang adalah hari ke 2 ulangan akhir semester, jam menunjukkan pukul 05:30, Aku sudah siap berkemas dan beranjak keluar dari Kamar.


Aku berangkat lebih pagi dikarenakan sudah berjanji untuk berangkat bersama Akira, Karna arah rumah Akira yang 1 jalur dengan halte bus Dia ingin pergi ke sekolah bersama Ku.


「Flashback」


"Ne, Arata" panggil Akira


"Iya?" jawab Ku


"Apa Kamu akan pergi menggunakan bus lagi?" tanya Akira


"Mungkin iya, karna itu satu-satunya alat transportasi Ku" jawab Ku yang sedang berjalan


"Begitu ya, Aku juga menggunakan bus namun kenapa kita tidak bertemu?" tanya Akira sekali lagi


"Mungkin karna perbedaan waktu dan jam berangkat bus yang kita naikin" jawab Ku berfikir sejenak


"Kalo begitu bagaimana jika kita berangkat bersama dengan begitu kita tidak berbeda jam berangkat busnya bukan" balas Akira spontan


"Jadi Kamu ingin Aku menjemput Mu dan pergi bersama ke sekolah?" timpal Ku menggoda Akira


"Bu...bukan begitu" balasnya malu


"Sebagai gantinya Aku akan membuatkan Mu bekal bagaimana" ucap Akira memberikan tawaran


"Tidak usah, tanpa dibuatkan bekal pun jika Kamu ingin pergi bersama, Aku akan datang dan menjemput Mu" balas Ku tidak memaksa Akira dengan tawarannya


"Benar kah?" tanya Dia semangat


"Tentu, biasanya Aku berangkat naik bus 06:30 jadi aku akan ke rumah mu jam 6 bagaimana?" jawab Ku menyarankan ke Akira


"Jam 6 ya hum..." balas Dia berfikir


"Apa Kamu bukan orang yang bisa bangun pagi?" tanya Aku polos


"Eh, Aku orang yang selalu bangun pagi kok" jawabnya membual


"Baiklah Aku akan datang jam 6 nanti, sampai jumpa" ucap Ku ke Akira


"Sampai jumpa" jawab Akira


「Masa Kini」


Aku berjalan turun menuju ruang makan, waktu menunjukan pukul 05:50, suasana rumah masih terlihat sepi namun Ibu sudah bangun dan menyiapkan sarapan sementara Amara baru Bangun.


"Selamat pagi Yuu" ucap Ibu

__ADS_1


"Pagi" jawab Ku


"Ini masih terlalu pagi untuk pergi, apa Kamu mau ke suatu tempat terlebih dahulu?" tanya Ibu yang penasaran


"Ya, Aku sudah ada janji dengan Akira untuk pergi ke sekolah bersama, jadinya Aku akan pergi lebih pagi" jawab Ku membuka kulkas


"Begitu ya, apa Kamu ingin sarapan terlebih dahulu?" tanya Ibu


"Tidak apa-apa, Aku bisa membeli sarapan di kantin nanti" jawab Ku ke Ibu


"Baiklah jika itu mau Mu" balas Ibu sambil memasak


Hubungan Ku dan Ibu sudah lebih baik dari sebelumnya, walau kadang Aku tidak banyak berinteraksi dengannya, tapi Kami terkadang berbicara walau Singkat.


Aku yang selesai minum menuju pintu keluar dan memakai sepatu, setelah selesai Aku berjalan keluar sambil memberi salam pada Ibu.


Jarak rumah Ku dan Akira tidak terlalu jauh butuh sekitar 5 menit untuk kesana dan 10 menit untuk halte Bus.


Setelah keluar Aku melanjutkan perjalanan Ku sambil mendengarkan musik, Aku melewati jajaran rumah yang saling berdekatan, wilayah rumah Ku tidak bisa dibilang sepi ataupun ramai, mereka keluar rumah jika dibutuhkan Saja.


Beberapa menit berlalu, Aku berada di depan rumah Akira, entah mengapa Aku merasa sangat gugup, waktu menunjukkan pukul 06:05, tidak sangat etis jika Aku berdiri di depan rumah orang jadi Aku memberanikan diri untuk memencet bel pintu rumah Akira.


Bel rumah berbunyi, Aku tidak tau siapa yang akan membukakan pintu Ini, jantung Ku terus berdetak Kencang.


"Selamat pagi Yuu" ucap Ibu Akira membuka pintu


"Kamu datang untuk menjemput Akira bukan?" tanya Ibu Akira


"Iya, bagaimana tante tau?" jawab Ku yang bingung


"Dia terus bergumam di kamarnya dan disaat Dia tidak focus terkadang Dia sedikit keceplosan" balas Ibu Akira yang mengingat sesuatu


"Begitu ya, kalo begitu apa Akira ada?" tanya Ku ke Ibu Akira


"Ya, Dia masih sibuk di kamarnya, Kamu boleh masuk, ayah juga masih belum berangkat" jawab Ibu Akira


"Baiklah kalau begitu permisi" balas Ku masuk ke dalam rumah Akira


Aku masuk ke dalam rumah Akira, Aku membuka sepatu dan berjalan ke ruang Tamu.


"Ah selamat pagi Yuu" sapa Ayah Akira


"Selamat pagi juga" balas Ku gugup


"Apa Kau sudah sarapan Yuu?, bagaimana kalo Kamu ikut sarapan dengan Kami?" tanya Ibu Akira


"Tidak usah, itu akan merepotkan tante" jawab Ku ke Ibu Akira


"Tidak apa-apa Tante tau Kamu belum sarapan tidak usah malu-malu" balas Ibu Akira

__ADS_1


"Baiklah" ucap Ku tidak bisa menolak


Setelah menerima ajakan Ibu Akira, Ayah Akira yang sedang duduk di meja makan, memanggil Ku dan menyuruh Ku untuk duduk, Aku duduk di samping Ayah Akira dan saling berbicara satu sama lain sambil menunggu sarapan yang hampir Siap.


Beberapa menit berlalu, sarapan sudah siap Ibu Akira menata piring yang berisikan sarapan Pagi.


"Seperti H-chan belum bangun" ucap Ibu


"H-chan?" tanya Ku yang kaget


"Harumi maksud Tante" jawab Ibu Akira


"Bisakah Kamu naik ke atas dan bilang ke H-chan kalau sarapan sudah siap?" pinta Ibu Akira ke diriku


"Eh, apa tidak apa-apa?" tanya Ku yang mulai bingung


"Ya tidak masalah, Tante juga harus mencuci beberapa piring kotor" balas Ibu Akira


"Baiklah" jawab Ku ke Ibu Akira


Aku berdiri dari meja makan dan berjalan menaiki tangga, sesampainya di depan kamar Akira Aku merasa sendiri gugup karna ini kedua kalinya Aku masuk ke dalam kamar Wanita.


"Permisi Akira?" ucap Ku mengetuk pintu


Tidak ada jawaban darinya setelah Aku mengetuk pintu, Aku mencoba untuk membuka engsel pintu dan mendapati pintunya tidak di Kunci.


"Ehm permisi Akira apa Kau di dalam"?" tanya Ku membuka pintu dengan pelan


Aku membuka pintu lebar dan memasuki kamar Akira, Aku melihat Akira yang masih terbaring di kasur sambil mengenakan seragam, Aku tidak tau apa yang terjadi tapi sepertinya Dia tertidur ketika selesai memakai Seragam.


"Hei, Akira apa Kamu masih tidur?" tanya Ku ke Akira


"Ehmm...," jawab Akira mengigau


"Bangun Akira" balas Ku mencoba lebih keras


"Iya sebentar, Hum aneh kenapa di mimpi Ku ada Yuu" ucap Dia mengigau


"Uhm, Akira?" jawab Ku mulai merasakan sesuatu yang tidak enak


"Yey, ada Yuu" teriaknya yang menarik dan memeluk Ku


"Tu...tunggu Akira bangun" balas Ku yang berusaha melepas pelukannya


"Mwehehehe, Aku bisa memeluk Yuu" ucap Akira setengah sadar


Aku yang terjebak tidak tau harus apa, Aku berusaha untuk melepas pelukan Akira yang masih setengah sadar tanpa harus membangunkan Dirinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2