Die Inside

Die Inside
Chapter 2 : Perubahan


__ADS_3

Setelah diriku dipulangkan ke rumah, Ibu Ku mulai memarahi dan memukul Ku.


"TIDAK BISAKAH KAU BERSIKAP BAIK SEKALI SAJA" ucap Ibu yang marah


"KAU SELALU SAJA BERBUAT ONAR DAN MEMBAWA MASALAH KE DALAM RUMAH"


"DULU KAU MEMBUAT MASALAH DAN SEKARANG KAU MEMBUAT MASALAH KEMBALI"


"MAU DI TARO MANA MUKA IBU DI DEPAN WARGA HAH?"


"SEKALI LAGI KAU MEMBUAT MASALAH, KELUAR DARI RUMAH"


Setelah selesai memarahi Ku Ibu menyeret Ku kedalam Kamar dan Menguncinya.


"INI ADALAH HUKUM UNTUK KARNA MEMBUAT MASALAH" ucapnya menutup pintu dengan keras dan menguncinya


Aku hanya bisa terdiam sambil menahan tangisan Ku, karna jika Aku menangis Ibu akan semakin Murka.


Hari libur Ku, hanya Ku habiskan dengan mendekam dikamar karna Aku yang tak berani untuk keluar, yang Ku lakukan hanya menatap keluar jendela sambil menulis di aplikasi novel,


terkadang Aku menangis karna tak sanggup Menahannya.


Libur pun berakhir kini Aku siswa SMP kelas 9, Selama masa kurungan Aku mulai kehilangan rasa kepercayaan dan kepedulian Ku terhadap Sekitar.


Aku memulai hari Ku dengan tatapan tidak perduli, bahkan Aku mulai tidak perduli lagi dengan semua Ocehan yang Ibu Ku keluarkan, Aku berjalan menuju sekolah, disana semua murid menatap dan bahkan menjaga jarak dari Ku akibat dari kesalahpahaman waktu Itu.


"Eh katanya Dia mencuri tas orang loh" ucap seseorang murid


"Bukankah itu tindakan kriminal" balas murid lainnya


"Katanya Waktu SD Dia melakukan pelecehan Loh"


"Apa jangan-jangan Octavia juga terkena pelecehan olehnya?"


"Owh ya Octavia dulu sering bersamanya kan?"


"Iya"


"Lebih baik Kita tidak terlibat dengannya"


"Benar Aku merasa jijik dekat dengannya"

__ADS_1


Aku berjalan dan tidak memperdulikan semua ocehan yang Mereka lontarkan kepada Ku.


Aku berjalan menuju papan informasi untuk mencari dimana kelas Ku berada, setelah menemukannya Aku berjalan menuju kelas melalui lorong koridor, disana Mereka lagi-lagi membicarakan Aku dari belakang dan menyebar rumor yang Beredar.


Aku memasuki kelas diikuti dengan tatapan yang tidak mengenakkan dari seisi kelas, tanpa memperdulikan semua tatapan tersebut, Aku melalui 1 tahun tersisa di sekolahan Ku dengan rumor tidak Mengenakkan.


.


.


.


.


.


Masa SMP Ku pun berlalu dengan begitu saja, sekarang Aku adalah murid SMA dan Aku memulai kehidupan baru di tahun ajaran Baru .


Aku yang telah selesai mengenakan seragam keluar dari kamar dan menuju ke pintu keluar, disana Aku diberhentikan oleh Ibu yang sudah Berubah.


Semua kesalahpahaman Ku akhirnya terbongkar pada saat kelas 9 awal semester 2.


Orang yang memecahkannya kolam kaca sebenarnya adalah amaya, hal tersebut di ucapkan oleh salah satu murid yang melihat amaya melakukannya namun Dia terlalu takut untuk Bilang.


Pelecehan SD adalah Kesalahpahaman lainnya Karna Dia mengira Aku mengintip Dia yang sedang di kamar mandi, Aku sebenarnya hanya lewat bertepatan dengan dibukanya pintu kamar mandi olehnya, Dia yang kaget melihat Ku di depan pintu berteriak dan melebih-lebihkan apa yang terjadi karna Dia panik waktu Itu.


Pencurian yang terjadi disaat Aku bersama Octavia juga terkuak dari hasil rekaman cctv yang memperlihatkan bahwa sang pencuri melempar tasnya kepada Ku.


Dan semua rumor yang beredar mulai terungkap bahwa itu tidak benar, disaat Ibu dan Adik Ku terkejut oleh kebenaran yang terjadi Mereka menangis menyesal sambil meminta Maaf.


"Maafkan Ibu yang telah memarahi dan memukul Mu"


"Maafkan Ibu karna telah menyalahkan kematian Ayah karna diri Mu"


"Maafkan Ibu karna tidak melindungi Mu"


"Maafkan Ibu tidak mendengarkan semua penjelasan Mu"


"Maafkan Ibu karna tidak percaya pada Mu"


"Tidak apa apa Bu, Aku juga tidak percaya dengan Ibu, yang Aku percaya hanyalah Ayah dan tidak dengan Yang lain" balas Aku dengan tersenyum palsu

__ADS_1


"Aku akan belajar dengan giat dimasa SMA Ku dan lulus dengan segera, dengan begitu Aku bisa membalas semua kesalahanku dan pergi dari sini karna itulah yang Ibu inginkan dari dahulu" ucap Ku dengan tenang


Setelah mendengar pernyataan dari diri Ku Ibu tersungkur karna tidak percaya bahwa anaknya telah berubah akibat Ulahnya Sendiri.


[Kembali masa Kini]


"Ah Yuu, Kau terlihat cocok dengan seragam SMA itu" ucapnya dengan nada tersedak


"Terimakasih" balas Aku dan segera pergi


Aku pun keluar dari pintu, namun Adikku berteriak memberhentikan Ku.


"Tunggu Kak" panggil Amara


"Bisakah Aku berangkat bersama Mu?, walau berbeda sekolah setidaknya arah sekolah Kita sama bukan?" ucap Dia


"Tidak terimakasih Kamu akan terlambat, lebih baik Ibu mengantarkan Mu" balas Aku menutup pintu


Aku berjalan Menuju halte untuk menaiki bis, Aku berangkat ke sekolah menaiki bis yang akan datang sekitar jam 06:30


Arah rumah Ku ke sekolah lumayan jauh yang membuat Ku harus menaiki bis, setelah sampai Aku langsung menaiki Bis yang siap Berangkat.


Aku langsung duduk di kursi dan mengeluarkan earphone lalu memakainya, Aku sudah terbiasa memakai earphone ketika Aku masih kelas 9 SMP, hanya Music yang mampu menenangkan diriku yang terkadang tidak Stabil.


Aku menggunakannya untuk menghalau semua suara yang dihasilkan oleh orang disekitar Ku, yang membuat Ku nyaman karna tidak harus mendengarkan semua ocehan tidak berguna Mereka.


Setelah perjalan yang cukup lama, Bis berhenti di halte dekat sekolah, Aku turun dari bis tersebut bersamaan dengan siswa yang satu sekolah dengan Ku.


Aku berjalan menuju gerbang sekolahan diikuti dengan siswa yang baru saja datang dari segala Arah.


Setelah masuk Aku mengikuti upacara penerimaan siswa baru yang disampaikan oleh kepala sekolahnya Langsung.


Setelah selesai memberikan pidato yang cukup panjang Aku berjalan menuju papan Informasi yang di ke rumuni oleh banyak siswa tahun ajaran baru, kerumunan orang tersebut membuat Aku mengingat kejadian yang tak ingin Aku Ingat.


Aku menunggu agar kerumunan itu mulai berkurang sedikit demi sedikit, sambil duduk Aku mendengar music yang sedari tadi Aku Dengar.


Ketika semuanya sudah mulai pergi, Aku berdiri dan melihat data diri Ku dan mencari kelas yang akan Ku Masuki.


Setelah melihatnya Aku berjalan menuju kelas yang telah ditentukan, Aku memasuki kelas tersebut dan memilih tempat duduk yang cocok dengan Ku, didalam kelas semua siswa saling berkenalan satu sama lain, namun diri Ku tidak tertarik dengan semua perkenalan tersebut dan bahkan rumor yang sudah terkuak pun masih saja melekat kepada Ku seakan itu adalah Kutukan.


Semua orang mulai berbisik satu sama lain ketika Aku mulai untuk duduk, Aku pun tidak perduli dengan semua ucapan Mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2