
*Bip* Bip* Bip*.
Alarm jam berbunyi menandakan pagi telah tiba, Aku bangun dari tempat tidur dan berjalan ke toilet untuk Mandi.
Hari ini Aku ada perjalanan darma wisata dari sekolah, Aku sudah menyiapkan barang yang harus Aku bawa untuk Nanti.
Selesai mandi Aku memakai baju yang Akira pilih untukku Aku sendiri tidak yakin Aku terlihat seperti apa, tapi karna Akira yang memilihkannya untuk Ku, Aku tidak Keberatan.
Aku yang selesai bersiap mengambil tas dan berjalan turun ke Bawah.
"Selamat pagi Yuu" sapa Ibu dari dapur
"Selamat pagi Bu" balas Ku
"Apa kau sudah bersiap-siap untuk darma wisata?" tanya Ibu ke Aku
"Ya, Aku sudah mempersiapkan semuanya dan tinggal berangkat" jawab Ku ke Ibu
"Kalau begitu mau kah Kamu sarapan terlebih dahulu?" balas Ibu bertanya
Seperti masih terlalu pagi untuk berangkat, karna Aku harus ada di sekolah sekitar jam 07:00an.
"Baiklah" ucap Ku
"Jika Kamu tak mau tak apa-apa" timpal ibu berhenti
"Tunggu, Kamu ingin ikut sarapan?" tanyanya sekali lagi
"Ya karna masih ada waktu Aku akan ikut" jawab Ku sekali lagi
"Apa Kakak ingin ikut sarapan bersama kami?" teriak Amara
Aku terdistorsi oleh Amara yang tiba-tiba muncul dan Aku juga melihat Ibu yang terdiam dan perlahan mengeluarkan air Mata.
"Baiklah jika Kamu mau akan Ibu buatkan makanan kesukaan Mu" jawab Ibu terharu
Entah kenapa perlahan-lahan Aku tidak lagi merasa hal tidak enak ketika berbicara dengan Ibu, dulu Aku selalu menghindarinya, bahkan Aku tidak berbicara dengannya sama Sekali.
Namun setelah bertemu Akira, Aku perlahan membuka hatiku, Aku telah membangun sebuah pembatas antara Aku dan keluarga bahkan sekitar Ku.
Tapi Akira menghancurkan pembatas kokoh yang telah Aku buat dan Aku pertahankan selama beberapa Tahun.
Aku duduk di meja diikuti oleh Adik Ku yang juga ikut sarapan, Ibu telah selesai membuatnya dan menyajikan makanan tersebut di Meja.
Aku dan Amara memakan bagian Kami, setelah selesai Amaya berterimakasih ke Ibu atas makanannya, begitu pun dengan Ku.
Mendengar hal tersebut, Dia tidak kuat berdiri akibat lemas dan tersungkur ke lantai, Dia sangat terharu ketika Aku mengucapkannya, Dia sangat senang sambil di pegangin oleh Amara karna tak kuat berdiri, Dia benar-benar menangis karna hal Tersebut.
__ADS_1
"Ibu senang jika Kamu suka dengan masakan Ibu, Ibu tidak masalah jika Kamu masih marah dengan Ibu, Ibu selalu memaafkan Mu, Ibu harap Kamu juga bisa memaafkan Ibu suatu saat nanti" ucapnya sambil menangis
Aku hanya melihat Ibu sambil mengangguk kecil, Aku juga tersenyum tanpa sadar, Aku memang berterima kasih atas makannya, namun Aku masih belum bisa memaafkan Ibu sepenuhnya, 'Suatu hari nanti ya?'.
Aku yang selesai sarapan berpamitan dengan Ibu dan berangkat, Dia melambaikan tangan sambil tersenyum Bahagia.
Aku berjalan dari rumah ke rumah Akira, karna Kami sudah janji untuk berangkat bersama seperti biasa, sesampainya di sana Aku memencet bel dan bertemu oleh kakaknya Akira
"Ah selamat lagi Yuu" panggil Emi
"Selamat pagi kak Emi, bagaimana kabar Mu?" tanya Aku ke kak Emi
"Baik, terimakasih" jawab Dia
Setelah berbicara sedikit, Aku memasuki rumah Akira dan bertemu dengan Ayah dan Ibunya.
"Ah pagi Yuu, apa Kamu ingin ikut sarapan?" tanya Ibu Akira
"Tidak perlu, Aku sudah sarapan terlebih dahulu dengan Ibu di rumah" jawab Ku ke Ibu
"Baiklah kalau begitu apa Kamu ingin minum sesuatu?" tanya Ibu
"Yuu bisa minum apa saja jika tidak keberatan" balas Ku ke Ibu
"Baiklah tunggu sebentar" jawabnya
Aku duduk di sofa sambil melihat tayangan berita di televisi, Ibu Akira membuatkan Ku secangkir teh dan menaruhnya di Meja.
Akira turun dari kamarnya dan bertemu dengan Ku, Kami saling menyapa satu sama lain dan berbicara sebentar, Akira berjalan ke meja makam karna Ibu memanggil untuk Sarapan.
Setelah Akira sarapan Kami memutuskan untuk pergi karna waktu sudah semakin Pagi.
"Kalau begitu Kami berangkat" ucap Akira ke Ibu Akira
"Iya" jawabnya
"Maaf karna Saya selalu datang di pagi hari" ucap Ku ke Ibu Akira
"Kamu tidak perlu meminta maaf" jawabnya
"Ibu tidak masalah bahkan Ayah juga karna Kamu adalah putra masa depan kami" timpalnya tersenyum
"Tunggu maksudnya?" tanya Ku yang bingung
"Sudah sana nanti telat" jawab Ibu menyuruh kami
Dengan begitu Aku dan Akira berangkat ke sekolah menggunakan bus seperti biasa, kami sampai di depan sekolah dan melihat banyak bus yang berjejer di halaman Sekolah.
__ADS_1
"Ah Kalian sudah datang" ucap seseorang
"Selamat pagi" ucap Akira ke Wali kelas kami
"Ya" balasnya
"Apa yang lain sudah datang?" tanya Akira ke Bu Siti
"Ya setengah dari mereka sudah hadir dan menaiki bus, owh ya kelas kita mendapatkan bus nomer 6 jadi kalian nanti naik bus nomer 6 okey" ucap Bu Siti memberitahu kami
"Baik" ucap Ku dan Akira
"Ibu penasaran apa kalian berpacaran atau semacamnya?" tanya Ibu ke Aku dan Akira
"Berpacaran?" jawab kami saling memandang satu sama lain
"Tidak kami hanya teman" balas kami kompak
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kalian naik bus, Ibu akan lanjut mengawasi anak-anak yang belum datang" jawab Ibu Siti menyuruh kami
"Owh ya kalian masih ada waktu sekitar 15 menit sebelum keberangkatan total jadi gunakan waktu itu dengan baik" timpal Bu Siti
"Baik" jawab Kami
Ibu Siti pun meninggalkan kami berdua, Kami sudah tau bus yang akan Kami naikin, Aku dan Akira berjalan menuju tempat bus Terparkir.
Setelah memasuki kawasan parkiran bus, padangan anak murid pun tertuju kepada kami, Aku dan Akira menggunakan baju yang kami pilih satu sama lain, harus Aku akui bahwa Akira sangat cocok Menggunakannya.
Aku juga mendengar bisikan-bisikan yang mereka Keluarkan.
"Hei bukankah itu Yuu Dia terlihat ganteng dengan setelannya"
"Kau benar dia terlihat cool"
"Apa-apaan bidadari itu, apakah itu Akira si yanke?"
"Betul Dia terlihat sangat Imut dan cocok dengan itu"
"Aku masih tidak percaya dengan rumor yang mereka berdua punya"
"Apakah rumor tersebut itu asli Aku tidak percaya jika itu ada"
Aku mendengar bisikan dari mereka namun entah kenapa Aku merasa kalau bisikan tersebut bukanlah menjelek-jelekan Kami, bahkan mereka tidak perduli tentang Rumornya.
Kami pun menaiki bus nomer 6 dan memilih bangku yang akan kami duduki, setelah duduk Aku melihat ke sekitar banyak sekali anak yang saling berbicara satu sama Lain.
Dengan begitu perjalanan darma wisata kami pun Dimulai.
__ADS_1
Bersambung.