Die Inside

Die Inside
Chapter 5 : Pengakuan


__ADS_3

Bel istirahat telah berbunyi, Aku Memasukan buku kedalam tas, dikarenakan Aku yang sudah sarapan, Aku memutuskan untuk ke kantin untuk membeli beberapa camilan seperi Roti.


Aku berjalan menuruni tangga dan melalui lorong panjang yang terhubung dengan ruang kantin, disana banyak siswa yang sedang makan atau pun sekedar berkumpul, Aku berjalan tanpa menghiraukan Mereka meskipun Mereka menatap dan membicarakan tentang Ku.


Aku bergerak ke salah satu stand yang menjual roti dan mengambil serta membayarnya, setelah selesai Aku kembali ke kelas melalui lorong, Aku sempat melihat vending mesin dan memutuskan untuk singgah dan membeli minuman, vending mesin tersebut lumayan jauh dari keramaian dan tidak banyak siswa yang lewat itu membuat Aku nyaman untuk Mendatangi vending mesin Tersebut.


Disaat Aku selesai membeli dan mengambil minuman tersebut, Aku terdistorsi oleh keberadaan 2 orang siswa dan siswi di tempat seperti Ini.


Aku yang tak ingin berurusan dengan hal semacam ini memutuskan untuk pergi namun tubuh Ku menolak untuk pergi sehingga Aku mendengarkan percakapan Mereka.


"Anu, Aku udah lama suka sama Kamu bisa kah Kita berpacaran?" ucap siswi itu


"Maaf Aku tidak bisa menerima pernyataan Mu karna Aku sudah memiliki wanita yang Aku suka" jawab siswa itu menolak


"Begitu ya maaf mengganggu Mu terimakasih telah menjawab perasaan Ku" balas siswi itu meninggalkan si cowo


Aku yang mendengarkan pernyataan tersebut hanya diam menyender di tembok sambil memikirkan Sesuatu.


'Pernyataan ya, Aku tidak asing dengan hal semacam itu, apa Aku pernah merasakannya?, Aku tidak ingat'


Pernyataan cinta hanyalah hal yang fana, ketika Kau menyatakan perasaan Mu hanya ada dua pilihan yang ada yaitu rasa sakit atau Kebahagiaan.


Aku terlalu pusing untuk memikirkan tentang pernyataan cinta atau semacamnya, Aku sudah lama mematikan emosi untuk terhadap semua Hal.


Setelah selesai Aku kembali ke kelas untuk memakan roti dan minuman yang Aku beli sebelumnya, Aku kembali kedalam kelas dan duduk di bangku, sambil membuka plastik roti Aku juga membuka ponsel untuk melihat apa ada notifikasi atau semacamnya dari apk novel Ku.


Aku masih belum mendapatkan notifikasi dari komentar novel yang biasa Aku dapat, Aku mencoba untuk tidak memikirkannya dan lanjut membaca beberapa novel yang sudah Aku baca, Aku membaca beberapa novel sambil memakan roti yang Aku beli Tadi.


Selesainya makan Aku membuang bungkus roti dan minuman Ku diluar, disaat bersamaan bel masuk sudah berbunyi dan Aku melanjutkan aktivitas belajar di Kelas.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Jam menunjukkan waktu untuk pulang, bel berbunyi menandakan kegiatan belajar Selesai.


Aku merapihkan buku dan langsung berjalan untuk keluar, Aku keluar dari kelas dan berjalan turun, disaat Aku berjalan turun Aku melihat seorang siswa yang sedang diam di tembok dekat pintu Keluar.


Aku mencoba untuk berpura-pura tidak melihatnya dan mencoba untuk melewatinya, namun Aku gagal, Aku ditahan ketika Aku mencoba untuk pergi, Ira memegang tangan Ku yang membuat Aku berhenti, setelah memegang tangan Ku Dia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata Pun.


Aku yang mulai tidak suka dengan pandangan orang-orang sekitar, mencoba untuk bertanya ke Ira.


"Apa?" tanya Aku singkat


"Bisakah Kita bicara sebentar" jawan Dia


Aku menarik Ira ketempat dimana Aku melihat seorang siswa dan siswi yang menyatakan perasaannya, Aku berfikir ini adalah tempat yang aman dan jauh dari siswa Lainnya.


Aku langsung bertanya kepada Ira untuk apa Dia menahan Ku dan apa yang Dia Mau.


"Jadi apa yang Kau inginkan sekarang?" tanya Aku dengan nada rendah


"Aku hanya ingin meminta maaf sekali lagi" jawab Dia sambil menunduk


"Udah itu doang?, bisa Aku pergi sekarang?" balas Aku dengan nada rendah


Aku yang muak dengan semua omong kosongnya membalikkan badan dan mencoba untuk pergi namun terhalang lagi Olehnya.

__ADS_1


"Yuu Aku menyukai Mu, Aku menyukai Mu dari Kita SD, bisakah Kita pergi bersama?" ucap Ira sambil memegang tangan Ku


Otak ku tiba-tiba merangsang ingatan yang sudah lama hilang, Aku ingat bahwa dulu kelas 7 SMP Aku pernah mendapat pernyataan cinta, namun itu cuma sebuah tantangan dari permainan yang Bodoh.


Aku langsung menoleh ke arahnya sambil mengeluarkan ekspresi yang tidak bisa Aku kenalin, Aku terdiam sejenak sampai Aku kembali ke kesadaran Ku.


"Maaf, jika Kau ingin meminta maaf kepada Ku itu sudah terlambat sekarang, maaf, jika Kau menyatakan bahwa Kau suka pada Ku itu juga terlambat dan tak akan pernah" jawab Aku menaikan nada bicara Ku


"Jika Kau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan Aku akan pergi" timpal Aku berbicara


Aku pun pergi meninggalkan Ira yang terdiam membeku dan pergi menuju pintu keluar, disaat Aku ingin pergi Aku mendapatkan bahwa ponsel Ku tertinggal di kelas, Aku kembali menaiki tangga dan berjalan menuju Kelas.


Disaat Aku membuat pintu Aku mendapati salah satu murid di kelas Ku yang masih belum pulang Dia hanya duduk sambil memegang Ponselnya.


Aku bergerak memasuki kelas dan tidak memperdulikan keberadaannya sama sekali, Aku menunduk untuk memeriksa kolong meja dan menemukan ponsel Ku yang Tertinggal.


Aku pun mengambil ponsel tersebut dan berdiri, disaat bersamaan siswi tersebut berhenti menatap ponselnya dan meregangkan badannya, Aku yang terdistorsi oleh gerakannya menatap dirinya Sejenak.


Disaat Aku menatapnya Dia membalas tatapan Ku dengan tatapan yang sangat tajam seolah-olah Dia tak ingin di perhatikan atau Semacamnya.


Aku yang sedikit kaget dan mencoba berpaling, Aku memutuskan untuk keluar dari situasi tersebut, disaat Aku ingin pergi ponsel Ku bergetar memunculkan Notifikasi.


Aku yang melihat notifikasi tersebut, segera membukanya Aku mendapat notifkasi komentar dari seseorang yang Aku tunggu yaitu pembaca Ku.


Aku bergumam mengulangi perkataan yang ada di komentar tersebut 'Aku sangat menantikan kelanjutan ceritanya ya?' dan berjalan keluar, disaat Aku melewati nya siswi tersebut mengatakan 1 kata yang membuat Ku Kaget.


"Yu...ta?" ucap Dia pelan namun masih terdengar


Aku yang kaget dengan kata tersebut menoleh ke arahnya dan sedikit terdiam, Yuta adalah nama pena Ku di aplikasi Novel.


Aku menatapnya sekali lagi namun sedikit berbeda, Aku melihatnya yang setengah malu dan kaget karna ucapan yang Ku Lontarkan.

__ADS_1


Setelah keheningan yang terjadi beberapa saat, Dia tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan pergi begitu saja, Aku yang bingung sekaligus kaget masih terdiam sejenak didalam Kelas.


Bersambung.


__ADS_2