Die Inside

Die Inside
Chapter 10 : Sisi lain?


__ADS_3

*bip *bip *bip *bip


Alarm jam berbunyi menandakan pagi telah muncul, Aku beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar, Aku berjalan memasuki kamar mandi untuk mulai Mandi.


Aku mulai terbiasa dengan hari-hari Ku disekolah, Aku datang ke sekolah dan pulang, beberapa bulan berlalu, Kini kami di hadapkan oleh penilaian akhir semester, Aku harus berusaha mendapatkan nilai yang bagus agar tidak jadi beban bagi Ibu Ku.


Semenjak bertemu Akira di food court, hubungan Ku dan Akira berjalan seperti biasa, awalnya Dia menolak keberadaan Ku.


"Apa yang Kau lakukan disini?" ucap Dia


itu saat kita pertama kali bertemu di food court


"Ah, kenapa Kau disini, apa Kau menguntit atau semacamnya" ucap Dia


Itu saat Kita bertemu di Supermarket.


"Apa yang Kau ingin kan?" ucap Dia


Itu saat Aku memberikan minuman disaat Dia duduk sendirian di belakang Sekolah.


"Aku tidak butuh teman atau semacamnya" ucap Dia dengan tatapan tajam


Itu saat Aku sengaja duduk di Depannya.


Dia benar-benar menolak keberadaan Ku di sampingnya, tapi meski begitu Dia telah membantu Aku keluar dari situasi yang menguras banyak Tenaga.


.


.


.


.


.


"Yuu Aku menyukai Mu" ucap salah satu siswi yang Aku tidak kenal siapa


"Kau siapa?" tanya Ku dengan tidak semangat


"Aku Kana apa Kau lupa?, Aku adalah teman SMP Mu" jawab Dia seperti orang kaget


"Maaf Aku tidak ingat kalo punya teman Smp dikarenakan Aku selalu sendirian saat SMP dulu"


"Dulu Kita pernah punya hubungan kan" ucap Dia


Aku tersedak oleh perkataannya, Aku ingat dulu Aku pernah punya hubungan dengan seseorang, saat itu Aku masih kelas 1 dan Aku masih belum mengenal Octavia.


Aku ditembak oleh salah satu siswi pada saat itu, Diriku yang polos menerima pernyataan tersebut dan mulai berpacaran, Aku kira Aku akan menemukan kebahagiaan yang baru namun, Aku terlalu naif, Aku bertemu dengannya bersama seorang Cowo.

__ADS_1


"Ah, Yuu" panggil seseorang


"?" jawab Ku menoleh


"Ah benar itu Kau Yuu" balas Dia


"Siapa?" tanya Ku yang bingung


"Ini Aku Nopal, Kita dulu sekelas bukan pas sd" ucap Dia dengan ramah


"Aku ingat, Kau dulu ketua kelas di kelas" jawab Aku dengan datar


"Itu benar" balas Dia


"Dan siapa Dia?" tanya Ku ke Nopal


"Owh Dia pacar Ku Kana, Kana Dia teman Sd Ku Yuu" jawab Nopal memperkenalkan Kana


"Begitu Ya, salam kenal" balas Ku mencoba berpura-pura


"I...Iya" jawab Dia terbata-bata


Dengan begitu terungkap bahwa Dia telah meninggalkan Ku secara Sepihak.


Aku yang sedikit emosi memilih untuk meninggalkan Mereka, keesokan harinya Dia datang dan menjelaskan semuanya, Dia menembak Ku disebabkan Dia yang kalah dalam sebuah permainan dan Dia harus menembak seseorang, Di memilih Ku karna waktu itu Aku terlihat Polos.


Aku kembali dari ruang ingatan yang Aku ingin hapus namun ingatan tersebut Kembali.


"Tidak, Aku tidak ingat kalo Kita pernah punya hubungan" jawab Ku tidak ada ekspresi


"Apakah Kamu melupakan semua kenangan Kita bersama?" tanya Dia mulai memasang wajah sedih


Memang benar kalo Aku punya kenangan bersamanya namun, itu semua sudah hilang Sekarang.


"Maafkan Aku yang dulu, sekarang Aku sudah berubah, Aku selalu menyukai Mu bahkan Aku tidak percaya dengan semua rumor yang Kau punya" timpal Dia mulai sedikit menangis


"Kenapa?" tanya Ku dengan nada dalam


"Kenapa?, karna Aku percaya pada Mu" jawab Dia dengan seenaknya


Aku yang mendengarnya mulai tersenyum tidak Percaya.


"Percaya?, kepada Ku?" balas Aku dengan nada sedikit tinggi


"Iya Aku per-"


"MAAF, jika Kau percaya pada Ku itu sudah terlambat, Aku sudah MUAK dengan kata tersebut, kata yang dikeluarkan oleh orang yang pernah menyakiti Ku, SEKALI LAGI MAAF" ucap Ku dengan nada tegas namun tidak tinggi


Dengan begitu Kana sedikit terdiam dan suasana semakin mencekam, banyak anak-anak yang melihat kejadian tersebut, Mereka hanya menyaksikan sambil membicarakan tentang hal tersebut dari Belakang.

__ADS_1


"Tapi Yuu-"


"Bisakah Kalian menyingkirkan dari jalan?" ucap seseorang cewe dengan nada tinggi


Dari belakang Ku datang seorang gadis berpenampilan gyaru, itu adalah Akira.


"Eh, A-Akira a-ada apa" ucap Kana yang ter gertak oleh suara Akari


"Bisakah Kau tidak menghalangi jalan atau semacamnya, jika Kau ingin mencari perhatian lebih baik cari tempat lain saja" ucap Akira dengan nada tinggi


"Tidak Aku tidak mencari perhatian atau semacam Aku hanya -"


"HANYA APA?" ucap Akira dengan nada menyeramkan


"Kau sudah jelas menimbulkan keributan ini" timpal Akira dengan tegas


"Aku hanya mengungkapkan perasaan Ku pada Yuu" jawab Kana yang ketakutan


"Mengungkap perasaan?, kepada pria suram ini, Kau bercanda?" balas Akira


"Sudah jelas-jelas Kau ditolak oleh Dia, Dia juga bilang untuk tidak berhubungan lagi dengannya dan Kau masih memaksa semua kehendak Mu?" timpal Akira sedikit marah


'Itu benar pria suram itu sudah menolak Kana tapi kana masih saja memaksa'


'Tidakkah Kau merasa Kana berlebihan?, jika Dia menerima hal tersebut mungkin Hal ini tidak ada terjadi'


'Aku dengar waktu Smp sebenarnya Kana lah yang selingkuh, Dia berselingkuh dengan teman SDnya Yuu'


Keadaan semakin mencekam banyak orang-orang yang saling berbisik satu sama lain, Mereka saling melempar bisikan Mereka tentang keburukan yang Kana Lakukan.


"Sudah kah Kau puas?, Dia dengan jelas menolak Mu kenapa Kau tidak menerimanya saja dan pergi" Ucap Akira dengan marah


"Tapi-"


"Tidak ada tapi lebih baik KAU PERGI DARI SINI" ucap Akira memotong pembicaraan Kana


Dengan begitu Kana pergi sambil menangis, Aku hanya diam tak berekspresi melihat sebuah drama yang terjadi di depan mata Ku.


"Hey Kau pria suram, bukan kah Kau lebih baik masuk ke kelas Mu, dengan begitu semua ini akan berhenti" teriak Akira kepada Ku


Akira benar sebaiknya Aku segera pergi dari sini dan masuk kedalam kelas, Aku mungkin merasa tertolong oleh Akira yang mengeluarkan Aku dari situasi tidak karuan tersebut, Dia tetap memiliki sikap seperti yanke dan berpenampilan Gyaru untuk menjauhkan orang-orang darinya, Namun Aku bisa melihat sifat yang sangat berbeda ketika Kami saling membahasa sebuah cerita mau itu novel ataupun Game.


Aku mungkin akan memberikan nya hadiah sebagai rasa terimakasih Ku karna tertolong oleh Dirinya.


Aku berjalan dan memasuki kelas, ketika Aku duduk Aku mendapatkan notif pesan dari aplikasi novel Ku.


Disana Akira seperti biasa mengirim pesan pesan semangat untuk terus bisa mengupdate novel Ku, Dia benar-benar menikmatinya, Itu membuat Ku Senang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2