
"Lepaskan Dia" ucap Ku marah
"Lu siapa hah?" balas salah satu orang
"Gw pacarnya, sekarang lepasan tangan Lu dari Dia" jawab Ku dengan tatapan tajam
Aku masih memegangi tangan orang asing tersebut dengan erat, tidak ada percakapan antara kami sampai petugas keamanan Datang.
"HEI, kalian berdua cepat tinggalkan anak tersebut" ucap petugas keamanan yang datang
"Cih" decaknya
Setelah ditegur kedua orang asing itu melepaskan tangan akira dan pergi menjauh dari kami.
"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya petugas
"Ya, kami tidak apa-apa, terimakasih" jawab Ku
"Apa kalian kenal dengan 2 orang tersebut?" tanya petugas itu
"Tidak, Aku pergi untuk membelikan minuman untuk Dia, setelah selesai Aku melihat Dia ditarik paksa oleh dua orang tersebut" jawab Ku memperjelas
"Baiklah, kalo begitu sebentar, Monitor masuk" balas petugasnya
"Disini monitor" ucap dari HT
"Gw ngeliat dua orang asing yang menganggu pengunjung sekitar bisakah kalian memeriksa nya, ganti" jawab petugas ke HT
"Oke, ganti" balasnya
"Terimakasih" ucap petugas
"Oke, orang tersebut akan kami periksa, apa kalian kesini dengan rombongan atau sendiri?" tanya petugas
"sebenarnya kami kesini dengan rombongan sekolah namun karna beberapa alasan kami hanya berdua" jawab Ku memberikan ID sekolah
"Hem, baiklah kalau begitu berhati-hati lain kali dengan orang seperti itu" balasnya membalikkan ID ku
"Terimakasih" jawab Ku
Setelah masalah yang terjadi akhirnya terselesaikan, dan Aku mencoba untuk menenangkan Akira yang sedikit Ketakutan.
"Hei Kamu gak apa-apa?" tanya Ku cemas
"Iya maaf" jawabnya gemetar
"Tidak usah takut, Aku akan ada disini dan tidak akan pergi" balas ku yang mencoba menenangkan Akira
__ADS_1
Aku memberikan Akira minuman untuk menenangkan dirinya, setelah meminumnya Aku memberitahu jika Dia ingin menangis atau semacamnya lakukan saja daripada di Tahan.
Dia membalik badannya ke arah tubuh ku dan memegang erat baju ku, Dia tidak bisa menahannya dan mulai menangis sedikit demi sedikit, Aku tidak bisa memeluk nya karna banyak orang tapi Aku berusaha seperti mengelus kepalanya hingga berhenti Menangis.
beberapa waktu berlalu, akhirnya Akira berhenti menangis namun Dia masih lemah untuk melanjutkan perjalanan.
"Kau sudah baikan?" tanya Ku ke Dia
"Iya" jawab Dia
"Bagaimana kalau kita pindah?, ketempat yang lebih baik" balas Ku ke Akira
Itu bagus untuk merubah suasana ketika Kau sedang dalam masalah ataupun kesedihan, dengan kita berpindah dari tempat kejadian akan mengurangi energi negatif untuk korban yang terkena Masalah.
"Apa kau bisa berjalan?" tanya Ku sekali lagi
"Hem" jawabnya menganggukkan kepala
Akira mencoba berdiri dan Aku menopangnya antisipasi jika Dia tidak kuat berdiri, setelah berdiri, kami berjalan menuju ke food court di sebrang Jalan.
Selesainya berjalan beberapa meter Aku membantu Akira untuk duduk dan mencoba membawakan air bening untuk mengisi kembali stamina tubuh dan cairan yang Keluar.
Akira mungkin sudah tenang secara fisik namun tidak secara mental jadinya Aku harus bisa menemaninya selama proses pemulihan nya berlangsung, Aku tidak tau butuh waktu berapa lama untuk berangsur Membaik.
"Ternyata kalian disini" panggil seseorang
"Ibu mendengar dari petugas keamanan kalau ada 2 orang murid dari sekolahan Kita sedang dalam masalah, Ibu tau kalau itu pasti kalian jadi Ibu bergegas mencari kalian" tanya Bu Siti yang kelelahan
"Ya itu kami" jawab Ku
"Jadi bagaimana keadaan kalian?" tanya Bu Siti
"Saya baik-baik saja namun Akira masih ketakutan secara mental dan Aku sedang menunggunya Pulih" jawab Ku melihat ke arah Akira
"Begitu, jadi apa kalian akan melanjutkan perjalanan?" tanya Bu Siti
"Waktu di kebun binatang juga sudah hampir berakhir, kemungkinan kami akan kembali ke bus dan mengehentikan perjalanan sampai ke tujuan berikutnya" jawab Ku memikirkan kedepannya
"Eh?" timpal Akira yang tiba tiba sadar
"Ada apa?" tanya Ku ke Akira
Akira yang tadinya sadar kembali menunduk dan mengepalkan Tangan.
"Maaf, karna Ku karya wisata harus hancur, maafkan Aku" ucapnya yang mau menangis
"Eh, tidak, tidak, tidak, ini bukan salah mu, Kamu tidak perlu merasa bersalah, ini terjadi secara spontan, Kamu tidak perlu meminta maaf, Kita bisa datang lagi jika Kau mau dan hanya Kita berdua Aku berjanji" balas Ku mencoba menenangkan Akira sambil membuat janji kelingking
__ADS_1
"Kau janji" tanya Akira yang melihat Ku
"Aku janji" jawab Ku ke Akira
Dengan begitu kelingking kami saling melingkar dan Aku telah membuat janji dengan Akira.
"Baiklah Saya akan mengantarkan Akira ke Bus di parkiran" ucap Ku ke Bu Siti
"Itu bagus, Aku akan menemui kalian disana sampai jumpa" balas Bu Siti
"Baik" jawab Ku
Setelah Ibu Siti pergi, Aku mencoba membantu Akira untuk bagun dan berjalan menuju bus, memang sesuatu yang tak terduga namun yang terjadi biarlah terjadi itu Saja.
"Kau bisa berjalan sekarang?" tanya Ku masih cemas
"Ya Aku bisa berjalan sekarang" jawab Dia sudah tenang
"Baiklah Ayo kembali" balas Ku memegang Akira
Kami akhirnya kembali berjalan menuju bus, setelah sampai Aku menyuruh Akira untuk duduk dan beristirahat untuk sementara waktu, perhentian terakhir kami adalah kampung Oleh-oleh.
Seperti namanya tempat tersebut adalah tempat dimana banyak yang menjual makanan dan minuman khas daerah, seperti tempat itu akan menjadi destinasi terkahir Kami sebelum pulang Kerumah.
Aku masih mengawasi kondisi Akira yang perlahan pulih, Aku sebenarnya ingin membeli minuman untuk diperjalanan nanti namun apa tak apa meninggalkan Akira Sebentar?.
"Hei, Kamu mau kemana?" tanya Akira yang menahan Ku
"Ah, Aku berniat untuk membeli minuman untuk mu apa boleh?" jawab Ku yang kaget
"Jangan tinggalkan Aku" balasnya dengan raut muka yang sedih
"Tidak, Aku tidak akan meninggalkan Mu, Aku hanya akan membeli minuman dan segera kembali" ucap Ku memeluk Akira
Kondisi di bis tidak ada siapa siapa karna Kami datang lebih awal dari yg di tetapkan karna itulah Aku masih berani untuk Memeluknya.
"Kau janji?" jawabnya
"Aku berjanji" balas Ku
Dengan persetujuannya Aku bergegas keluar dari bis dan mencari penjual minuman, setelah mendapatkan apa yang Ku mau, Aku kembali ke bis dan bertemu kembali dengan Akira.
Ketika Aku kembali memasuki bis, Aku melihat Akira yang sedang tertidur pulas di bis, itu benar Dia pasti kelelahan karna semua masalah hari ini, Aku hanya tersenyum dan membiarkan dirinya utuk Istirahat.
Namun ada satu hal yang menganggu Ku, ketika Aku kembali Aku mendapatkan pesan dari seseorang, Aku tidak ingin menjawabnya namun Dia meminta Ku untuk bertemu dengan Dirinya.
Bersambung.
__ADS_1