
Setelah kecanggungan yang terjadi kemarin, Aku memutuskan untuk pulang, disaat Aku pulang Aku masih memikirkan tentang apa yang terjadi tadi benar-benar hal yang tak Terduga.
Sesampainya di rumah Aku menemukan bahwa Ibu dan Adik Ku tidak ada di rumah, Aku sendiri tidak tau kemana Mereka dan Aku tidak perduli tentang hal Tersebut.
Aku menaiki tangga dan menuju ke kamar Ku, setelah masuk Aku menaruh tas lalu melepas seragam Ku dan menaruhnya di keranjang baju kotor, setelah selesai Aku berbaring sejenak karna mengalami hari yang melelahkan, apalagi
harus berurusan dengan pernyataan cinta itu membuat Ku semakin Lelah.
Disaat Aku berbaring Aku mengingat kejadian tadi sore, Aku tidak menyangka bahwa Dia adalah orang yang menulis komentar di novel Ku.
"Tunggu, apa benar Dia yang benar-benar menulis komentar tersebut atau hanya pembaca yang membaca novel Ku?" ucap Ku dalam hati
"Aku yakin Dia hanya membaca"
"Tapi Dia terkejut karna Aku mengatakan apa yang ada di komentar, dan Dia juga tau nama pena Ku di Novel"
Aku berbicara dengan diri sendiri yang membuat Ku semakin lelah karna Memikirkannya.
Disaat Aku berbaring Aku mendengar suara pintu depan terbuka, hanya Aku dan keluarga Ku yang memegang kunci rumah dan Aku mengunci pintu depan..., tunggu apa Aku mengunci pintu depan?.
Aku memutuskan untuk turun dan mengecek dikarenakan saat Aku pulang Ibu dan Adik Ku tidak ada dirumah hanya Aku yang ada di dalam Rumah.
Disaat Aku turun Aku dan mencoba untuk memanggil Ibu dan Adikku, bukannya Aku khawatir kepada Mereka, Aku hanya khawatir kalau yang masuk bukanlah Mereka melainkan orang Lain.
"Bu?...,"
"Amara...,"
Saat Aku memanggil Mereka tak ada jawaban dari Mereka sama sekali, saat Aku sudah turun dari tangga dan berjalan menuju ruang tengah yang terhubung dengan ruang Makan.
"Kejutan" ucap Ibu dan Amara yang datang dari balik bar dapur
Aku yang kaget dengan kejutan tersebut hanya diam tanpa berbicara sedikit Pun.
"Apa yang Ibu lakukan?" tanya Ku datar
"Kami memberikan Yuu kejutan untuk merayakan diterimanya Yuu di sekolah menengah atas" ucap Ibu memperjelas
"Bukankah Aku bilang tidak usah merayakannya, dan jika Ibu ingin lakukanlah tanpa Ku" balas Aku menolak
__ADS_1
"Tidak, Ibu akan tetap merayakannya" balas Ibu tidak mendengarkan
Aku tidak tau kapan Ibu dan Amara keluar tapi setidaknya Aku sedikit tenang karna yang datang bukan lah orang tidak di Kenal.
Ibu mengeluarkan beberapa makanan yang Ia beli ketika keluar tadi dan Amara memegang sebuah kotak yang isinya tidak asing bagi Ku.
Mereka mulai menyusun semua makanan tersebut di atas meja, Amara mendorong Ku dari belakang dan memaksa Ku untuk duduk di tengah-tengah Mereka.
"Nah, ayo Kak tidak usah malu-malu" ucap Amara mendorong Ku
Aku tidak punya pilihan selain mengikuti Mereka jika tidak itu akan membuat kondisi diruang ini menjadi Runyam.
Aku tidak merasa senang atau bahagia oleh kejutan tersebut, Aku berpura-pura menikmati perayaannya agar cepat selesai dan Aku bisa kembali kedalam kamar untuk mengupdate novel Ku.
Waktu berlalu Aku akhirnya kembali ke kamar, Aku tidak menyangka bahwa pesta itu akan berlangsung lumayan lama dan menguras tenaga, Aku yang kelelahan mencoba untuk beristirahat Sejenak.
.
.
.
.
.
Aku memutuskan untuk bagun dan pergi Mandi, selesainya mandi Aku tidak langsung memakai seragam Ku, Aku memakai kaos biasa dan celana pendek, dikarenakan masih pagi Aku memutuskan untuk menulis novel Ku yang tidak jadi Aku tulis malam kemarin karna Ketiduran.
.
.
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 Lewat, Aku berhenti mengetik dan berniat melanjutkannya di kelas karna Aku baru menulis setengah dari target yang Aku biasa lakukan, Aku memakai seragam Ku dan mengenakan beberapa atribut seperti gesper dan Dasi.
__ADS_1
Selesainya berpakaian, Aku turun dan ingin langsung untuk pergi ke Sekolah.
"Selamat Pagi Yuu" ucap Ibu menyapa
"Pagi" ucap Ku membalas
"Kamu sudah ingin berangkat?" tanya Ibu
"hemm" jawab Aku mengangguk pelan
"Apakah Kamu tidak ingin sarapan terlebih dahulu?" tanya Ibu
"Tidak terimakasih Aku bisa membeli makanan di kantin" jawab Aku menolak
"Kalo begitu bawa bekal Ini, Kamu tidak perlu membeli makanan diluar dan Kamu bisa tabung duit tersebut di tabungan Mu" ucap Ibu
Awalnya Aku ingin menolak bekal tersebut, namun Aku teringat perkataan Ayah ' walau Kamu tidak percaya Ibu Mu, Kamu harus tetap menghormati Dia karna Dia Ibu Mu'.
Aku pun menerima bekal tersebut dan menunduk untuk mengucapkan Terimakasih.
Aku berjalan menuju halte bus sambil menaruh bekal tersebut kedalam tas, disaat Aku berjalan Aku mengingat kalau Aku belum mengunjungi makan Ayah disaat Aku masuk sekolah menengah atas, mungkin Aku akan mengunjungi nya ketika hari libur Nanti.
Setelah sampai Aku menaiki bus seperti biasa dan turun di halte di dekat sekolah, Aku berjalan menuju gerbang masuk sekolah dan memasukinya, Aku ingat kalau beberapa hari setelah penerimaan murid baru akan ada acara demo Ekstrakurikuler.
Dan benar saja, saat Aku memasuki gerbang terdapat banyak meja yang mempromosikan ekskul Mereka masing-masing, Aku melewati semua gemuruh berisik yang Mereka buat untuk menari perhatian murid baru agar masuk kedalam ekskul Mereka.
Suara-suara yang saling bertabrakan membuat Aku agak sedikit pusing karna banyaknya suara yang masuk, dengan segera Aku melewati mereka semua dan masuk menuju Lorong.
Di lorong ternyata banyak siswa yang sedang berkumpul satu sama lain entah itu dari kelas yang sama atau tidak, banyak selembaran yang menempel di mading, tidak hanya ada 1 manding setidaknya ada beberapa mading yang terpasang di sudut sekolah Ini.
Aku berjalan sambil melihat mading yang tertempel banyak selembaran tersebut, Aku yang sedang berjalan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh Seseorang.
Aku yang melihat kebelakang mendapati seorang siswi yang terjatuh diikuti oleh banyaknya lembaran yang Aku tidak tau apa, Aku mencoba untuk membantunya mengumpulkan selembaran tersebut, akibat dari kejadian tersebut semua pandangan siswa di lorong tertuju pada Kami, Aku yang selesai mengumpulkan kertas tersebut memberikannya kepada ke siswi Tersebut.
Dia mengambil kertas tersebut dengan rasa gemetar yang bisa Aku lihat dengan jelas, setelah Dia mengambilnya, Dia langsung berlari ketakutan karna kejadian tersebut, Aku sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut karna rumor yang masih menempel Padaku.
Aku yang tak perduli berdiri dan kembali berjalan menuju kelas.
Bersambung.
__ADS_1