Die Inside

Die Inside
Chapter 11 : Ajakan


__ADS_3

Aku sampai di sekolah, setelah mandi Aku langsung memakai seragam dan Berangkat.


.


.


.


.


.


"Baiklah anak-anak Kalian duduk di bangku masing-masing" ucap Bu Siti


Bu Siti memasuki kelas di jam pertama, Kami bingung dikarenakan tidak ada jam Bu Siti hari ini, Bu Siti menyuruh Kami duduk Aku tidak tah apa yang terjadi mungkin pemberitahuan tentang Sesuatu.


"Ibu datang kesini ingin memberitahukan kalau ujian akhir semester kalian akan di mulai dua minggu lagi, setelah selesai ujian akhir semester pihak sekolah akan mengadakan darma wisata"


'study tour ya?, sudah lama Aku tidak mendengarnya, terakhir kali Aku darma wisata adalah ketika Smp' ucap Ku dalam hati


"Bu untuk darma wisatanya apakah dibuat kelompok?" tanya salah satu murid


"Iya, nanti Kalian yang menentukan sendiri kelompoknya setelah selesai ujian akhir" jawab Bu Siti


Setelah memberikan informasi tersebut, Bu Siti pamit keluar kelas dan kelas kembali seperti Semula.


.


.


.


.


.


Beberapa minggu berlalu, Aku dan Akira sering bertemu di salah satu food court di pusat Perbelanjaan, seperti biasa Kami membahas beberapa hal seperti cerita novel ataupun Game.


"Owh ya Yuu" panggil Akira


"Kenapa?" tanya Aku


"Besok Kita akan melakukan ujian akhir apa Kamu sudah belajar?" tanya Akira


"Yah Aku bukan tipe orang yang suka belajar, Aku belajar dikarenakan terpaksa oleh Ibuku dan Aku belajar agar Aku bisa segera lulus dan pergi dari rumah" jawab Aku dengan datar


"Eh Kamu berencana untuk pergi dari rumah?" balas Akira terkaget


"Ya Aku berencana untuk pergi dari rumah karna tak ingin menyusahkan Ibu dan Adikku" jawab Ku dengan santai


"Kau sendiri?" tanya Ku tiba-tiba


"Eh apa?" jawab Dia kaget


"Apa Kamu sudah belajar?" tanya Ku sekali lagi


"Ya..., Aku sama seperti Mu, Aku tidak terlalu suka belajar" balas Dia


"Owh Aku ingat Kamu gagal dalam ulangan harian matematika bukan?" timpal Ku dengan cepat


"Eh!, Itu..., Ya Aku sedikit kesusahan dengan pelajaran tersebut, terlebih lagi Aku juga jelek dalam mapel inggris dan beberapa pelajaran minat" balas Dia sedikit malu-malu


"Hemm begitu, Aku bukanlah orang yang pintar dalam beberapa pelajaran dan ranking Ku juga berada di rata-rata" jawab Ku dengan santai


"Tunggu kalo engga salah Kamu mendapatkan nilai 90 setiap ulangan harian kan?" timpal Akira dengan cepat


"Tid-"


"Bagaimana kalo Kita belajar bersama?" tanya Akira memotong pembicaraan Ku


"Belajar bersama?" tanya Ku balik


"Iya dengan begitu Aku tidak perlu khawatir dengan nilai karna Kamu mengajari Ku" jawab Akira dengan penuh semangat

__ADS_1


"Aku mengajari Mu?" balas Aku dengan ragu


"Tentu" balas Dia tersenyum


"Aku tidak pandai mengajari seseorang, tapi jika itu mau Mu Aku tidak masalah" ucap Ku sedikit ragu


"Tapi dimana Kita akan belajar bersama?" tanya Akira yang bingung


"Aku sebenarnya tidak masalah melakukannya di rumah Ku tapi Aku sedikit takut itu akan membuat rumor baru" jawab Ku ke Akira


"Hemm begitu ya, bagaimana di sini?" tanya Akira kepada Ku


"Disini?, ya Aku tidak masalah tapi bukankah disini terlalu ramai?, Aku takut Kau tidak bisa focus" jawab Ku mewanti-wanti


"Hemm kalo begitu di rumah Ku bagaimana?" tanya Akira sekali lagi


"Eh!!?" jawab Ku kaget


"Kenapa?" tanya Akira yang bingung


"Tidak apa-apa, Kamu yakin melakukannya di rumah Mu?" tanya Aku


"Ya tak masalah, setelah pulang dari sekolah Kita bisa langsung ke rumah Ku untuk belajar lagi pula rumah Kita tidak terlalu Jauh kan?" jawab akira dengan riang


*bip* *bip* *bip*


jam tangan Akira berbunyi menandakan waktu sudah mulai petang, Akira yang melihat jamnya segera membereskan Barang-barangnya.


"Ah sudah mulai petang sebaiknya Kita segera pulang" ucap Akira membereskan Barang-barangnya


"Ya Kamu benar" jawab Ku


Aku juga membereskan meja makan tersebut dari beberapa sampah makanan dan minuman yang Kami beli, Aku berjalan dan membuang sampah tersebut ke tempat sampah dan kembali ke Akira.


Disana Akira sudah menunggu Ku, Aku berjalan sambil menatap nya dan terkadang Aku berfikir bahwa Dia cantik.


"Hey Yuu?" ucap Akira melambaikan tangan


"Ah maaf Aku sedikit bengong tadi" jawab Aku


"Ya Kau cantik seperti bidadari" jawab Ku spontan


"Eh, Uhm, Yuu bodoh" balas Dia kesal sekaligus malu


Dia berjalan ke depan dengan wajah yang memerah Aku yang melihat hanya bisa tertawa kecil karna tingkah lakunya, Akira yang berjalan berhenti dan melambaikan tangannya sekali lagi, Aku yang mengerti isyarat tersebut segera berjalan Menujunya.


.


.


.


.


.


"Aku sudah di depan rumah kalo begitu sampai nanti Yuu" ucap Akira


"Ya sampai nanti" balas Ku nada rendah


Kami saling memunggungi satu sama lain namun tidak bergerak dari pijakan Kami seolah ada yang menahan Kami.


"Yuu"


"Akira"


"Ah Kamu boleh duluan Yuu" ucap Akira


"Tidak Kamu duluan" balas Ku


"Apa Aku boleh minta nomer kontak Mu?" tanya Akira dengan malu


"Pfft hahaha" balas Ku tertawa

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Akira


"Tidak Aku berfikir Kamu adalah orang yang lucu" balas Ku


"Baiklah berikan ponsel Mu" ucap Ku meminta


Akira pun memberikan ponselnya dan Kami saling bertukar Kontak.


"Kalo begitu sampai nanti" ucap Ku


"Ya sampai nanti" balas Akira


.


.


.


.


.


Kami Akhirnya sampai di rumah masing-masing, Aku segera mandi untuk menyegarkan diri dan kembali ke kamar, Aku yang sedang mengeringkan rambut mendapatkan notifikasi, notifikasi tersebut bukan dari novel melainkan aplikasi chatting,


Aku dan Akira saling bertukar kontak satu sama lain ketika di depan Rumahnya.


Akira Harumi:


"Hei apa Kau disana?"


^^^"Iya Aku ada disini"^^^


"Kau sedang apa?"


^^^"Aku baru saja mandi, Kamu sendiri?"^^^


"Aku baru saja ganti baju"


^^^"Owh ya untuk belajar barengnya mau mulai kapan?"^^^


"Hem..., bagaimana kalo besok?"


^^^"Besok?"^^^


"Iya besok"


"Apa Kamu sibuk esok hari?, kalo Kamu sibuk Kita bisa lakukan lain hari"


^^^"Tidak besok Aku tidak sibuk jika Kamu mau Kita bisa lakukan besok"^^^


"Baiklah kalo begitu Aku akan meminta izin ke Ibu Ku besok"


^^^"Apakah Ibu Mu ada di rumah?"^^^


"Ya Ibu selalu ada di rumah, Ayah Ku bekerja dan Kakak Ku juga bekerja"


^^^"Tunggu Kau punya kakak?"^^^


"Iya Dia bekerja di editorial untuk buku novel, kebetulan Dia juga bekerjasama dengan pihak novel yang Kita tulis"


^^^"Benarkah?"^^^


"Iya"


^^^"Aku tidak menyangka"^^^


^^^"Kalo begitu sepertinya Aku harus membawa bingkisan untuk Ibu Mu"^^^


"Eh tidak usah repot-repot"


"Ah Aku di panggil untuk makan malam, kalo begitu selamat malam"


^^^"Selamat malam"^^^

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2