Die Inside

Die Inside
Chapter 21 : Perjalanan Ke IPTEK


__ADS_3

Sekarang kami sedang ada di dalam perjalanan menuju taman wisata, setau Ku kita akan ke tempat yang bernama dunia fantasi,


Kami melakukan perjalanan menggunakan bus, di dalam bus banyak anak-anak yang saling bermain, ada yang bernyanyi, ada yang makan, ada yang tidur dan Mengobrol.


Aku sendiri sedang menulis lanjutan novelku, Aku sudah diminta oleh kak Emi untuk membuat buku dari novel Ku.


Aku sendiri tidak yakin apakah Aku bisa membuat buku dari novel ku, Akira juga membicarakan tentang novel yang diterbitkan menjadi buku, Dia sangat jadi bersemangat ketika Aku mengatakan kalo novel Ku memiliki kesempatan untuk Terbit.


"Ne, Yu" panggil Akira


"Iya?" balas Ku


"Menurut kapan kita sampai?" jawabnya bertanya


"Aku sendiri tidak tau, Aku jarang berpergian keluar, Aku hanya pergi ketika Aku darma wisata saat smp dulu dan itu tidak terlalu menyenangkan" balas Ku berbicara sedikit


"Kenapa?" tanya Dia bingung


"Karna" jawab Ku berhenti


Seketika Aku mengingat kejadian yang sudah lama Aku kubur, kenangan pahit yang Aku dapatkan ketika darma wisata saat smp Dulu.


"Apa Kamu baik-baik saja Yuu?" tanya Akira yang khawatir


"Ya Aku baik-baik saja" jawab Ku berpura-pura tersenyum


"Kamu yakin?" balasnya


Akira mengeluarkan ekspresi Khawatir karna Aku yang tiba-tiba terdiam dan melamun, Aku mencoba menenangkan Akira yang sedang khawatir dengan coba mengelus kepalanya sambil Berkata.


"Ya Aku baik-baik saja tidak usah khawatir" ucap Ku


Aku tidak ingin Akira memikirkan Ku atau hal negatif yang dapat merusak hari yang Akira Tunggu-tunggu.


"Baiklah kalau begitu" jawab Dia


Dia masih mengeluarkan ekspresi khawatir namun sudah tidak terlalu kelihatan, Dia melihat ponselnya kembali, namun sesaat kemudian Dia menutupnya dan menarik nafas Panjang.


Dia menaruh ponselnya dan bersenderan di lengan Ku, Aku yang terkejut tidak tau apa maksudnya dan mencoba tenang di Dalam.


"Kamu ngapain?" tanya Ku ke Akira


"Kamu selalu bisa membuat Ku tenang ketika Aku dalam masalah, sekarang Aku sedang memikirkan apa yang harus Aku lakukan, jika Kamu kembali memikirkan masa lalu Mu yang sudah Kamu kubur dalam-dalam" jawab Dia berbicara sambil bersandar


"Begitu ya, terimakasih" balas Ku lega


Aku pun ikut bersandar di kepala Akira, Kami saling bersandar satu sama lain, tidak ada jarak di antar kami,dan tanpa sadar tangan kami saling berpegangan satu sama lain, ini membuat Ku merasa nyaman dan Tenang.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Waktu pun berlalu, akhirnya kami sampai di tujuan, semua anak di dalam bus berbondong-bondong melihat keluar jendela, Aku hanya bisa terdiam melihat sebesar apa taman wisata Tersebut.


"Baik anak-anak kembali ke tempat duduk kalian masing-masing, kita akan segera sampai jadi mohon untuk tidak buru-buru ketika turun" ucap pengawas kami


"Baik Bu" jawab murid di bus


Kami berhenti di parkiran dan turun dari bis, kami masih harus berbaris sesuai kelompok dan mendengarkan instruksi dari pengawas Kami.


"Dengar kalian disini adalah tamu sebaiknya jaga sikap kalian, pertama kita akan pergi museum IPTEK, disana kalian akan diberikan kertas tugas dan wajib mengumpulkan ketika jam 10 nanti mengerti" ucap pengawas kami menjelaskan


"Mengerti Bu" jawab anak-anak


Setelah memberikan instruksi guru pengawas menyuruh kami untuk berbaris 3 barisan dan berjalan menuju pintu Masuk.


Kami mulai memasukki museum tersebut, setelah selesai kami diberikan kertas yang berisi beberapa pertanyaan yang wajib kami Jawab.


"Baiklah kalian bebas untuk berkeliling dan melihat-lihat, ingat kalian harus kembali jam 10 nanti atau kalian tidak akan dapat jatah makan" ucap pengawas memperingati kami


Semua anak menjawab "iya" dan mulai berpencar sesuai dengan kelompoknya, Aku dan Akira masih terdiam di Tempat.


"Kau ingin pergi?" tanya Ku ke Akira


"Tentu" jawabnya


"Hei, Yuu liat itu berputar" ucap Akira terkejut kagum


"Iya keren bukan" jawab Ku


Akira melihat dengan antusias yang tinggi, Dia juga membawa kamera kecil untuk mengabadikan momen tersebut, banyak moment yang Akira tangkap menggunakan Kameranya.


Kami lanjut berputar sambil melihat-lihat, kami juga mengerjakan kertas tugas yang diberikan oleh pengawas, disana banyak pertanyaan mengenai wawasan ilmu pengetahuan Teknologi.


.


.


.


.


.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 09:30 tersisa 30 menit sebelum kami kembali ke titik pertemuan, kami sudah selesai mengerjakan kertas Tugasnya.


"Ne Akira bukankah sebaiknya kita kembali?" tanya Aku ke Akira

__ADS_1


"Hum?, kamu benar sudah hampir jam 10 kalau begitu ayo kembali" jawab Akira melihat jam


Kami berjalan menuju titik pertemuan, masih banyak anak-anak yang melihat, mereka semua saling berkumpul dan membuat lingkaran, mereka semua saling tertawa satu sama Lain.


"Akira?" tanya Ku ke Akira yang berhenti berjalan


Aku terkejut dengan Akira yang tiba-tiba berhenti ketika Aku memperhatikan sekitar, Dia melihat 2 murid laki-laki dan perempuan yang berfoto-foto berduaan, Aku tidak tahu kenapa Akira Melihatnya.


"Hey, Akira?" panggil Ku sekali lagi


"Ah, iya?" jawab Dia yang tersadar


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ku yang bingung


"Iya Aku baik-baik saja" jawab Dia menunduk


Aku mencoba mencerna apa yang sedang Dia inginkan, ketika Akira seperti ini biasanya Dia menginginkan Sesuatu.


"Apa mungkin Kamu ingin berfoto bersama dengan Ku?" tanya Ku


"Ap-apa" jawabnya terkejut


"Em...,iya" balas Dia berfikir kemudian mengangguk kepala


"Baiklah Aku tidak keberatan jika Kamu mau berfoto bersama dengan Ku" jawab Ku menerima


"Benarkah?" tanya Dia antusias


"Iya" jawab Ku sekali lagi


Tapi berfoto berduaan menggunakan kamera itu sangat berat dan perlu orang ketika untuk memfoto kami, bisa saja jika kameranya di taruh di tempat yang bisa membuatnya Berdiri.


"Apa kalian masih belum kembali?" ucap seseorang dari belakang kami


"panjang umur" ucap Ku melihat kebelakang


"Apa maksudmu dengan panjang umur?" ucapnya sekali lagi


"Bisakah Ibu memfoto kami berdua?" tanya Ku ke bu Siti


"Memfoto kalian berdua?" tanyanya bingung


"Iya Akira ingin berfoto dengan Ku menggunakan kamera namun kami butuh orang ketika untuk memfoto kami" balas Ku menjelaskan


"Begitu ya" jawabnya


"Apakah bisa?, atau Ibu tidak bisa menggunakan kamera atau semacamnya" timpal Ku


"Apa?, kamu kira umur Ibu berapa, dulu Ibu juga punya kamera seperti itu dan Ibu sering memfoto teman-teman Ibu ketika sma dulu" jawab Dia sedikit marah


"baiklah kalau begitu tolong" balas Ku tersenyum

__ADS_1


"okey" jawabnya


Bersambung.


__ADS_2