Die Inside

Die Inside
Chapter 7 : Kepribadian


__ADS_3

Aku berjalan dan sampai didepan pintu kelas, Aku memasuki kelas dan duduk ditempat Aku biasa Duduk.


Setelah duduk Aku mengeluarkan ponsel dan mencoba melanjutkan novel Ku yang masih belum selesai, dikarenakan suasana kelas yang begitu berisik, Aku memakai earphone dan mendengarkan musik saat mengetik Novel.


.


.


.


.


.


Bel masuk pun berbunyi, semua anak mulai memasuki kelas masing-masing dan duduk di tempat duduk, walau guru Kami belu masuk ke kelas, Mereka masih berbicara satu sama lain tanpa meninggalkan tempat duduk Mereka.


Aku akhirnya selesai menulis novelnya, Aku melakukan sedikit peregangan dan membuka sedikit jendela agar angin bisa masuk, Aku memandang keluar jendela sambil melihat langit biru yang ditutupi oleh awan Kecil.


Disaat Aku sedang memandang keluar, melihat ke kursi yang biasanya di duduki oleh salah siswi yang berpenampilan berandalan atau Gyaru.


Aku melihat kesana dikarenakan tempat tersebut masih kosong, Aku berfikir apakah Dia tidak masuk ke sekolah karna hal kemarin sore?, tidak mungkin Dia hanya Terlambat.


Disaat Aku berfikir tentangnya, Dia masuk disaat bel sudah berbunyi, Dia berjalan dari depan kelas menuju bagian belakang dan duduk di Bangkunya.


Disaat bersamaan guru datang dan Kami memulai aktivitas Pembelajaran.


.


.


.


.


.


Jam istirahat pun tiba, Aku membereskan buku Ku dan memasukkannya kedalam kolong meja, Aku mengeluarkan bekal yang dibuat Ibu dan menaruhnya di atas Meja.


Dikarenakan Aku yang membawa bekal, Aku tidak perlu turun dan membeli makanan, Aku juga mengeluarkan sebuah buku novel yang Aku pesan beberapa hari yang Lalu.


Aku memakan bekal tersebut sambil membaca, Aku mencoba membuat zona yang dimana Aku menghilangkan orang-orang disekitar Ku dan membuat sebuah ruangan kosong yang hanya terdapat Aku Seorang.


Aku biasa membuat zona ini ketika Aku harus terfokus terhadap suatu hal dan menjauhkan Aku dari siswa yang Lain.


Disaat Aku membaca sambil makan zona yang Ku buat pecah dikarenakan adanya kehadiran orang dari luar zona Ku.

__ADS_1


"Uhm Hai, Kamu Yuu kan" tanya seseorang yang memanggil


Aku melihat ke arah orang yang memanggil Ku.


"Siapa?" tanya Gw dengan datar


"Uhm..., Aku hanna Kita teman satu kelas Kau tau" jawab Dia memperkenalkan diri


Aku tidak tau apa motifnya datang kepada Ku dan memperkenalkan diri kepada Ku, hal tersebut adalah hal yang percuma karna Aku tidak akan mengingatnya untuk waktu yang sangat lama Mungkin.


"Apa yang Kau mau?" tanya Aku yang menaruh ponsel


"Uhmm Aku cuma ingin berkenalan dengan Mu, apa Kamu yang membuat bekal itu?" tanya balik Hanna


"Ini?, tidak Ibu Ku yang membuatnya" jawab Aku tanpa emosi


"Enaknya" balas Dia cepat


'Enaknya?, Aku tidak mengerti apa yang dia maksud'


"Bukankah lebih baik Kau tidak dekat dengan Ku" timpal Aku


"Kenapa?" tanya Dia


"Kau bisa dapat masalah atau dapat rumor buruk jika terlalu dekat dengan Ku" timpal Aku sekali lagi


"Tidak,Aku berfikir kalau rumor tersebut salah" jawab Dia dengan cepat


"Bagaimana Kau yakin?" tanya Aku


"Aku mendapatkan informasi kalau rumor yang terdapat di dirimu itu bohong atau cuma kesalahpahaman" jawab Dia dengan yakin


Aku mulai pusing dengan percakapan ini, Aku tidak tau harus mengakhirinya dengan cara apa, apa lebih baik Aku mengusirnya?, tidak itu akan membuat rumor Lainnya.


"Aku berterima kasih karna Kau tidak percaya dengan rumor tersebut, tapi bisakah Kau menjauh dari Ku, karna pandangan Mereka mulai berubah" ucap Ku mencoba mengakhiri percakapan


"Pandangan Mereka?" jawab Dia dengan bingung


Dia pun melihat ke sekitar dan Dia berpandangan satu sama lain dengan teman cewe nya yang mencoba memanggil Dia.


Dia yang tersadar pun mencoba membalas panggilan tersebut menggunakan bahasa Tubuh.


"Ah, kalau begitu Aku pergi dulu sampai jumpa" ucap Dia meninggalkan diriku


Aku hanya diam tak membalas ucapannya, Aku merasa lega karna terlepas dari percakapan yang membuat otak Ku Pusing.

__ADS_1


.


.


.


.


.


[ Pov Hanna ]


"Ah, kalau begitu Aku pergi dulu sampai jumpa" ucap Ku meninggalkannya


"Hai" ucap Ku dengan energik


"Hanna kenapa Kamu berbicara dengannya?" tanya teman Ku


"Apakah salah berbicara dengannya?" tanya Aku balik


"Kau tau rumor tentangnya?" jawab teman Ku


"Iya lalu?" balas Aku


"Dia bukan orang baik-baik, Dia hanya berpura-pura menjadi orang biasa dan bisa menjadi liar sewaktu-waktu" ucap nya


"Itu benar, lebih baik Kamu tidak usah berurusan dengannya" timpal teman Ku yang lain


"Terserah apa kata Kalian" balas Aku dengan nada membantah


Ada satu hal yang hanya Aku kalau Yuu bukanlah orang yang jahat atau buruk, sepertinya Dia tidak mengingat bahwa Kita pernah satu TK, Akulah orang yang memberitahukan bahwa yang memecahkannya kolam kacanya adalah Amaya karna Aku melihat waktu itu, Aku juga meyakinkan teman Ku yang kehilangan barang untuk mengingat terakhir kali Dia menaruhnya, saat SD Yuu terkena masalah lagi, dan Aku mencoba merubah rumor tersebut sebisa mungkin untuk di Redam.


Entah kenapa Aku selalu mengikuti Yuu kemana pun Dia pergi sejak TK, Aku tidak bisa berhenti untuk tidak mengikutinya, ada berita bahwa terjadi pencurian tas yang melibatkan Yuu, Aku pergi ke tempat kejadian tersebut dan mencoba membuktikan bahwa Yuu tidak Bersalah.


Aku mencoba mencari apa yang sebisanya jadi barang bukti bahwa Yuu tidak bersalah, Aku mengamati sekitar sampai Aku menemukan sebuah kamera pengawas yang terdapat di sebrang jalan, kamera pengawas itu sangat menyatu dengan tempatnya yang membuat orang tidak sadar akan kamera pengawas Tersebut.


Dikarenakan Aku yang masih SMP, Aku harus mencari wali yang bisa meyakinkan bahwa Yuu tidak bersalah, Aku meminta abang laki-laki Ku untuk membantu Ku memberikan sebuah barang Bukti.


Didalam rekaman cctv ternyata benar bahwa Yuu tidaklah mencurinya, setelah memberikan barang bukti Aku selalu mengawasi Yuu dari jauh, Aku tau kapan Dia keluar dari rumah, kapan Dia berangkat, jam berapa Dia menaiki bus di halte, kebiasaannya dan Lainnya.


Aku pernah menanyakan apa alasan Ku melakukan semua, apakah Aku ingin melindungi Yuu atau Aku hanya memuaskan keinginan Ku terhadap Yuu.


Aku masih belum bisa menemukan jawaban, setelah memasuki sekolah menengah atas, Aku melihat Yuu yang keadaanya sangat berbeda dengan waktu Dia TK dlu, Emosi yang mati, sifat apatis terhadap sekitar, mata yang tidak mempercayai siapa pun, mukanya yang sangat datar dan pucat, membuat Ku merinding karna menginginkan Yuu, Aku sangat terangsang melihat mukanya yang pasrah akan kehidupan, jika Aku punya kesempatan Aku ingin menyerangnya, tapi Aku tidak bisa melakukan hal Tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2