Die Inside

Die Inside
Chapter 9 : Perasaan yang Asing


__ADS_3

Aku menaruh jus tersebut di sampingnya dan Dia merasa bingung oleh jus Tersebut.


"?" ekspresi kaget + bingung


"Ini untuk Mu" jawab Aku


"Kenapa?" tanya Dia antisipasi


"Ya tidak ada Aku hanya ingin membeli minuman dan karna Kau kebetulan disini Aku membelikan untuk Mu juga" jawab Aku duduk


Setelah itu Aku dan Dia tidak berbicara selama beberapa menit, Dia sibuk dengan ponsel nya dan Aku melihat sosial media sambil minum kopi yang Aku Beli.


Disaat Aku minum terkadang padangan Ku teralihkan ke Dia, Dia melihat ponsel miliknya sambil mengeluarkan ekspresi yang beragam, Aku penasaran sebenarnya apa yang Dia Lihat.


"APA!!?" ucapnya dengan sinis dikarenakan Aku yang memandangnya


"Tidak Aku hanya berfikir Kau memiliki lebih banyak ekspresi dibandingkan di sekolah" jawab Aku yang memejamkan mata


"Apa Kau coba mengejekku atau semacamnya?" tanya Dia sinis


"Aku tidak akan melakukannya jika Aku hanya ingin mengolok-olok Mu, dan juga Aku tidak akan mengolok-olok Mu dikarenakan itu sesuatu yang sia-sia" jawab Aku sambil meminum kopi


"Maksudnya?" tanya Dia


"Aku sudah biasa dibully, jadi candaan seperti itu tidak ada artinya jika dilakukan, Aku bukan orang yang akan mengolok-olok orang lain hanya dikarenakan Aku pernah merasakannya dan melakukannya kepada yang lebih lemah dari Aku" jawab Aku panjang lebar


"Ughh" balas Dia tidak mencerna semua perkataan Ku


"Ah..., intinya Aku tidak mengejek Mu atau semacamnya" timpal Ku mempersingkat


"Baiklah jika itu yang Kau bilang" jawan Dia sedikit percaya


"Dan Aku sedikit penasaran sebenarnya apa yang Kau lakukan?" tanya Aku yang penasaran


"Tentang apa?" jawab Dia bingung


"Ketika Kau melihat ponsel Kau mengeluarkan banyak ekspresi wajah yang sedikit asing" balas Aku


"Aku hanya membaca nov-" ucapnya berhenti


"Humm? novel?" balas Ku bingung


"Tidak" timpal Dia dengan cepat


"Owh ya apa jangan itu Kau?" ucap Ku penasaran


"Si-siapa?" tanya Dia gugup


"Rumi-san" jawab Aku dengan datar


"Egh..., Kalo emang itu Aku emang kenapa?" balas Dia malu


"Owh benarkah? senang mendengar nya" jawab Aku merasa lega


"Kalo begitu Kau adalah Yuta" timpal Dia masih merasa malu


"Ya begitulah" jawab Ku dengan datar


"Kalau begitu Kau penulis Die Inside" balas Dia terbata-bata

__ADS_1


"Ya" jawab ku sambil mengangguk kecil


"Lalu apa yang Kau lakukan disini?" tanya Dia seperti di awal


"Sudah Ku bilang Aku hanya berjalan-jalan dikarenakan Aku sedang write blok" jawab Aku pusing


"Kenapa?" tanya Dia


"Aku kurang tau mungkin dikarenakan oleh mood Ku yang lagi tidak enak" balas Ku


"Tunggu, jika Kau tau nama pena dan karya Ku berarti Kamu membacanya?" tanya Aku dengan cepat


"Iy, Iya" jawab Dia kembali malu


"Hemm begitu, maaf ya karna cerita Ku yang buruk" balas Aku yang memejamkan mata


"Apa Kau bercanda?, itu bukanlah cerita yang buruk, disaat Aku membacanya Aku merasakan apa yang dirasakan oleh sang MCnya, rasa sakit, penderitaan, ketidakpercayaan, kebencian semua itu menyatu menjadi satu menghasilkan sebuah rasa sakit yang luar biasa, Aku tidak bisa berhenti untuk tidak membacanya dan itu menyenangkan" timpal Dia blak-blakkan


"Ah, Maaf" ucap Dia yang sadar


"hehe, Tidak apa-apa Aku senang jika Kau menyukai cerita tersebut" jawab Ku tersenyum


Disaat Aku berkata seperti itu Rumi-san hanya terdiam seperti orang yang terkejut.


"Rumi-san?" panggil Aku


"Ah, Maaf" jawab Dia yang tersadar


"Kenapa?" tanya Aku yang bingung


"Tidak ada, Aku hanya terkejut karna Kau bisa membuat ekspresi seperti itu" balas Dia


"Kau baru saja tersenyum namun senyuman Mu berbeda dari yang biasa Kau lakukan, Kau baru saja tersenyum dengan tulus" balas Dia


Senyuman?, memang Aku sering menggunakan senyuman palsu untuk beberapa situasi namun Aku tidak tau bagaimana rupa Ku ketika tersenyum dengan tulus?.


"Ah maaf Rumi-san mungkin Aku membuat wajah aneh" ucap Ku sedikit menunduk


"Jangan memanggil Ku Rumi itu nama pena Ku" balas Dia


"Maaf Aku tidak tau nama Mu jadinya Aku-"


"Akira, Akira Harumi itu nama Ku" timpal Dia memotong pembicaraan Ku


"Baik, Akira" ucap Ku dengan pelan


"Ughm" ucap Akira yang kaget namanya disebut


"Kenapa?" tanya Aku


"Tidak ada" balas Dia


Kami pun saling berbicara satu sama lain, Kami berbicara mengenai sebuah novel,game, atau cerita lainnya, disini Aku melihat kalau Akira adalah orang yang suka membaca Buku dan sejenisnya, Dia banyak berbicara mengenai hal Tersebut.


Tak terasa Waktu sudah menunjukkan sore hari, Aku berencana untuk pulang dikarenakan besok harus masuk Kembali.


"Tidak terasa sudah sore hari" ucap Ku memerhatikan sekitar


"Ya itu benar, sudah waktunya untuk pulang" jawab Akira terlihat sedih

__ADS_1


Disaat Aku memerhatikan sekitar, Aku mendapati suara Akira yang berbunyi, Akira yang mendengarnya juga memegang perutnya dan menahan rasa Malunya.


"Apa kau lapar?" tanya Aku kepada Akira


"Ya" jawab Akira mengangguk


"Kalau begitu Ayo cari makan bersama setidaknya itu akan mengisi perut Mu untuk sementara" ucap Ku mengajak Akira


"Baik" jawab Dia


Aku dan Akira pun mencoba untuk mencari rumah makan, Aku ingat sebuah tempat yang biasa Aki datangin jika Aku lapar, Kami mendatangi rumah makan tersebut dan memesan beberapa Makanan.


.


.


.


.


.


Waktu berlalu Aku dan Akira selesai mengisi perut Kami, Aku dan Akira keluar dari rumah makan tersebut dan memutuskan untuk pulang, disaat Aku berjalan Kami baru sadar kalau arah rumah Sama.


"Tunggu" ucap Ku dan Akira bersamaan


"Arah rumah Kita sama?" ucap Kami bersamaan


Aku tak menyangka kalau arah rumah Kami akan bersamaan, Kami berjalan bersebelahan dengan rasa canggung yang kami Rasakan.


Akira sampai di rumah terlebih dahulu dan rumah Ku masih beberapa blok dari sini jadi Aku melanjutkan perjalanan Ku.


"Aa..., Aku sudah sampai dirumah jadi dimana rumah Mu?" tanya Akira


"Rumah Ku masih beberapa blok lagi dari sini jadinya Aku masih harus berjalan" jawab Ku


"Begitu ya, baiklah kalo begitu sampai nanti" balas Dia memberikan sapaan


"Ya, kalo begitu selamat malam" ucap Ku membalas sapaannya dan lanjut berjalan


Aku berjalan Diiringi oleh langit berwarna Jingga.


.


.


.


.


.


Disaat Aku sampai, Aku mendapatkan sebuah notifkasi dari apk novel Ku.


Form: Rumi For: Yuta


"Sebuah lanjutan cerita yang bagus, Aku tidak sabar untuk menunggu kelanjutan dari ceritamu tetap semangat dan jaga kesehatan Mu, dan juga terimakasih karna telah menolong Ku" dari Rumi


Aku melihat pesan tersebut dan sedikit tersenyum, Aku tidak tau senyum apakah yang Aku gunakan Sekarang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2