Die Inside

Die Inside
Chapter 26 : Cihampelas dan Oleh-oleh


__ADS_3

Sekarang pukul 4 sore, setelah melanjutkan perjalanan dan beristirahat akhirnya Kami sampai di destinasi terakhir Kami yaitu Cihampelas.


Cihampelas merupakan tempat dimana jajanan oleh-oleh khas bandung beredar, Kami bersiap-siap untuk turun dari bus, pengawas memberikan Kami waktu sampai setengah tujuh atau sehabis adzan Magrib.


Aku merapihkan bungkus makanan di sekitar Ku, sedangkan Akira masih tertidur dan Aku sudah terbangun di pertengahan Jalan.


Aku mencoba untuk membangunkan perlahan Akira yang tertidur untuk segera turun dan Berkeliling.


"Hei, Akira bangun Kita sudah sampai di tempat loh, Kamu tidak ingin berkeliling?" tanya Ku yang membangunkan Akira


"Huem....," balas Akira yang setengah sadar


"Kita sudah sampai loh" ucap Ku sekali lagi


"Eh benarkah?" tanya Akira yang mulai bangun


"Ya, ayo Kita turun" jawab Ku berdiri


"Uem...," balas Akira mengangkat tangannya


Akira yang masih belum terbangun mencoba untuk bangun namun tidak kuat dan meminta Ku Membantunya.


"Ayolah Kamu bukan anak kecil, Kau tau" ucap Ku yang memberitahu Akira sambil mengangkatnya


"Toilet" jawabnya yang Ku bantu berdiri


Setelah membantu Akira untuk bangun Dia mengatakan ingin pergi ke toilet terlebih dahulu ya itu wajar untuk beberapa orang, Aku juga perlu untuk ke kamar Kecil.


Kami menuruni Bus dan bertanya dimana Toilet berada ke pengawas, setelah di diberitahu Aku mengantar Akira yang masih Sempoyongan.


Tentu saja perbuatan yang Aku lakukan memberikan beberapa komentar dari angkatan Kami.


"Hei, hei lihat, bukan kah itu Yuu si pria suram dan Akira si yanke kenapa mereka bersama?" tanya salah satu anak


"Betul kenapa mereka berdua terlihat dekat?, apalagi bukankah romantis Dia mengantar si Akira ke toilet yang setengah sadar" jawab anak lain


"Dipikir-pikir mereka terlihat cocok satu sama lain bukan" balas anak lainnya


"Betul, Aku berharap mendapatkan pacar seperti Dia, pasti sangat menyenangkan" jawab anak lainnya


"Kya Yuu Kau seperti pacar idaman apalagi Dia tampan" timpal anak lainnya


Bukan hanya dari anak cewe Kami juga mendapatkan komentar dari anak Cowo.


"Hai lihat itu si yanke kenapa Dia terlihat seperti Itu" ucap anak cowo


"Sepertinya Dia baru bangun dari tidurnya" balas anak cowo

__ADS_1


"Heh bukankah Dia terlihat lucu"timpal anak cowo


"Itu benar apalagi tadi pagi Dia terlihat seperti bidadari loh" jawab anak cowo lain


"He...," balas anak cowo


Dengan begitu Aku menghiraukan ucapan yang mereka berikan di meski itu adalah hal Baik.


.


.


.


.


.


Setelah membawa Akira ke toilet, Akira segera memasuki toilet perempuan, Aku juga memasuki toilet pria untuk membuang air kecil dan mencuci muka agar kembali Segar.


Setelah selesai membuang air kecil dan membasuh muka, Aku berjalan keluar kamar mandi dan duduk di bangku untuk menunggu Akira yang belum Selesai.


Aku mengambil ponsel dan membuka aplikasi sosmed, Aku mengscroll page yang muncul di sosmed Ku sambil menunggu Akira selesai dari kamar Kecilnya.


"Hai mas" panggil Seseorang


"Iya?" tanya Ku yang mengangkat kepala


"Ya ampun mas kenapa cowo seganteng mu sendirian" tanya salah satu cewe


"Hei, hei, mas siapa namamu" ucap salah satu cewe lain


"Apakah Kau seorang model pria atau semacamnya?" timpa cewe lainnya


Aku merasa kebingungan karna di berikan pertanyaan beruntun, Aku jarang mendapati hal seperti ini karna seseorang akan menjauh ketika bertemu dengan Ku.


"Eh itu" ucap Ku yang tak bisa menjawab


"Maaf apa yang kalian inginkan dari pacar Ku?" ucap seseorang dari belakang mereka


Setelah mendengar perkataannya mereka bertiga membalik badan untuk melihat siapa yang Berbicara.


"Eh Akira?" panggil Ku


Aku melihat Akira yang memasang mode yanke untuk menarik perhatian mereka bertiga serta Mengusirnya.


"Ara, apa mba adalah pacarnya mas ini" ucap salah satu cewe dengan semangat

__ADS_1


"Kami tau, Kamu terlihat manis dan imut ketika memasang wajah marah" ucap salah satu cewe lainnya


"Apakah Kamu adalah model wanita karna Kamu terlihat sangat imut dan Elegan" timpal salah satu cewe


Bukannya takut, mereka bertiga malah balik mengintrogasi Akira yang sedang mode yanke, Akira yang tadinya marah berubah menjadi malu dan kebingungan karna di lempar pertanyaan beruntun seperti Ku.


3 menit berlalu setelah di beri pertanyaan oleh ketiga cewe tersebut, pada akhirnya mereka lah yang pergi sendiri karna ada beberapa Urusan.


"Bagaimana?" tanya ku ke Akira sambil menggodanya


"Diam Kamu" jawabnya sambil memukul ku


"Kalau begitu ayo kita berkeliling" ajak ku ke Akira


"Ya" balas Akira


Aku dan Akira pun melanjutkan perjalanan, Kami berputar-putar dan memasuki beberapa toko yang oleh-oleh, setelah memeriksa beberapa jajanan yang dijual Aku membeli beberapa makanan ringan untuk di bawa ke Rumah.


Aku mengingat Amara yang suka dengan jajanan manis, Aku mengambil beberapa makanan yang mungkin Amara suka, Aku juga mengingat Ibu yang suka dengan keripik dan teh yang Harum.


Setelah mengambil beberapa oleh-oleh yang ku butuhkan Aku menemui Akira yang sedang memilihkan oleh-oleh untuk ibu, ayah dan Kakaknya.


"Kamu sudah selesai menemukan apa yang Kamu ingin beli?" tanya Ku yang muncul


"Ah ya" jawab Akira


"Apa ada yang mengganggu Mu?" tanya Ku yang bingung


"Tidak Aku hanya bingung untuk memilih apa yang harus Ku beli" jawab Akira


"Maksud?" balas Ku yang melihat keranjang oleh-oleh Akira yang hampir penuh


"Bukannya itu sudah cukup?" timpal Ku bertanya


"Ah ya, sebenarnya ini untuk Ku sendiri jadi Aku bingung oleh-oleh seperti apa yang akan disukai oleh mereka" jawabnya tersadar


'Tunggu Kau belum memilih oleh-oleh untuk keluarga Mu, sedangkan keranjang belanja yang penuh itu untuk dirimu sendiri?' ucap Ku dalam hati


Aku sedikit kebingungan karna keranjang nya penuh namun itu bukan untuk keluarganya?, apakah Akira seseorang yang menyukai Cemilan.


"Jadi bisa di bilang kalau cemilan itu untuk diri Mu sendiri?, Kamu bukan orang yang makan dalam porsi besar namun Kamu bisa menghabiskan lebih dari 3 bungkus cemilan?" ucap Ku frontal


"Berisik" balasnya memukul perut Ku


Kalau di pikir-pikir ketika di bus selama perjalanan Dia selalu saja membuka bungkusan ciki bahkan dia bisa menghabiskan 3 bungkus ciki benar-benar tak Terduga.


Setelah menggoda Akira, Aku membantu Akira memilihkan beberapa oleh-oleh yang mungkin disukai oleh Keluarganya.

__ADS_1


Setelah membantu Akira memilih Kami berjalan menuju Kasir dan membayar oleh-oleh yang Kami inginkan dan melanjutkan Perjalanan, Kami menaiki tangga menuju flyover jalan yang banyak yang menjual Aksesoris.


Bersambung.


__ADS_2