Die Inside

Die Inside
Chapter 25 : Masalah Selesai


__ADS_3

Aku memakaikan jaket Ku untuk menyelimuti Akira yang sedang tertidur, sekiranya Dia tidak bangun Aku berjalan keluar dari bus untuk bertemu Seseorang.


Aku berjalan tidak jauh dari bus dan bertemu dengannya, Ya Ira mengirim pesan untuk bertemu dengan Ku.


"Jadi apa yang kau mau?" tanya Ku yang tidak banyak waktu


"Ah, Yuu" jawabnya


"Bukan itu jawaban yang Ku mau, sekali lagi apa yang kau inginkan?" balas Ku


"Aku, Aku sekali lagi mau minta maaf ke Yuu dan Aku ingin kembali berteman seperti dulu, tapi karna ada ****** sialan it-"


"HENTIKAN" ucap Ku memotong


"Kau, sudah berapa kali Ku bilang bahwa itu terlambat, mau itu meminta maaf atau berteman lagi dan JANGAN KAU BAWA-BAWA AKIRA" ucap Ku yang kesal


"Tapi kenapa Kamu melindunginya, Kau tidak tau rumor apa yang melekat kepadanya Rumor yang-"


"RUMOR RUMOR dan RUMOR, bisa kah Kau tidak langsung percaya tanpa ada bukti?" ucap Ku


"Aku sudah MUAK dengan rumor yang tidak jelas dan tidak ada bukti yang valid, Aku tidak perduli jika rumor itu tentang Ku atau apalah TAPI, jika Kau berani untuk mengusik Akira AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN MU" ucap Ku dengan intimidasi


"Aku sudah tidak tahan dengan semua omong kosong Mu atau Kana yang kalian lontarkan" ucap Ku kesal


Aku yang tidak bisa menahan emosi di hentikan oleh nada dering dari ponsel Ku, Aku melihat panggilan tersebut dan mendapati Akira menelepon Ku.


"Sekali lagi, Sekali lagi Ku beritahu jangan pernah Kau usik Aku dan Akira lagi" ucap Ku yang berjalan meninggalkan Ira


"Tapi kenapa, kenapa Kau melindunginya?" tanya Ira yang berteriak


Aku yang mendengar hanya tersenyum dan Berkata.


"Karna Dia adalah teman Ku yang sangat berharga" jawab Ku pergi meninggalkan Ira


Aku berlari sekuat tenang untuk sampai di Bis, sesampainya disana Aku menaiki bus dan mendapati Akira yang tidak ada di dalam Bus.


Aku yang panik melihat Akira tidak ada di dalam bus segera keluar dari bisa dan melihat sekitar Aku berlari mengelilingi tempat parkir untuk mencari Akira apakah Dia ada di sekitar sini atau Tidak.


"Yuu" panggil Bu Siti


"Ah Bu Sit" ucap Ku terengah-engah


"Kamu kenapa Yuu?" tanya Bu Siti yang khawatir

__ADS_1


"Tadih Sayah" tanya Ku tak karuan


"Kamu tenang dulu tidak usah tergesa-gesa tarik nafas lalu buang" balas Bu siti menenangkan Ku


Bu siti benar tidak ada gunanya tergesa-gesa Aku harus menenangkan diri Ku terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan Lain.


"Tadi Saya menemani Akira yang sedang tidur di bus, namun karna ada sesuatu yang penting Saya pergi meninggalkan Akira di bus, namun ketika Saya kembali Akira tidak ada didalamnya" ucap Ku menjelaskan kejadiannya


"Baiklah Saya sudah tau garis besarnya, sebaiknya dinginkan kepala Mu terlebih dahulu, Saya akan mencoba mencarinya di dalam taman lalu Kamu mencari di sekitar sini tapi jangan sampai ikutan hilang oke" balas Bu Siti coba membantu


"Baik" jawab Ku yang sudah tenang


Dengan begitu Bu Siti pergi mencari Akira di dalam taman bermain sedangkan Aku akan mencari di sekitar parkiran, Aku berjalan cepat sekali lagi namun disini Aku bisa berfikir dengan tenang jadi memungkinkan Aku untuk lebih mudah menemukan Akira.


"Dimana Kau sebenarnya Akira" gumam Ku


.


.


.


.


.


"Sial, Aku sudah tidak tahu harus mencari kemana lagi" ucap Ku yang hampir pasrah


"Tidak Aku tidak boleh menyerah, Aku sudah berjanji dengan Akira kalau Aku tidak akan meninggalkannya sendirian" ucap Ku sekali lagi


Disaat Aku kebingungan untuk mencari keberadaan Akira, Aku mendapati panggilan dari Bu Siti.


"Halo Bu" ucap Ku mengangkat telepon


"Halo Yuu, Ibu menemukan Akira" jawabnya


"Serius?" tanya Ku terkejut


"Ya Aku akan mengantarkan Akira ke Bus" jawab Bu Siti


"Baik" balas Ku


Aku merasa lega karna Bu Siti berhasil menemukan Akira, Aku yang duduk langsung berdiri dan berjalan menuju Bis, Aku berjalan dengan cepat dan melihat Bu Siti yang bersama Akira.

__ADS_1


"Yuu" panggil Akira


Aku mendatangi Akira dan langsung memeluk erat Akira, Aku tidak tahu apa yang harus Ku lakukan yang ku tau Aku hanya Khawatir.


"Darimana saja Kau" ucap Ku yang hampir menangis


"Maaf ketika Aku bangun Kau tidak ada, jadi Aku pergi ke kamar mandi sendirian" jawab Akira merasa bersalah


"Kau, Kau tidak tau seberapa khawatir nya Aku ketika Kau tidak ada di dalam bus" balas Ku masih memeluk Akira


"Maaf" ucap Akira


Aku masih memeluknya dan masih belum berfikir secara normal untuk Sementara


"Aku takut Kamu terjadi apa-apa, Aku takut Kau hilang atau semacamnya, karna Aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkan Mu sendirian Kau tau" ucap Ku masih belum tenang


"Maaf" ucap Akira yang ikut menangis


Aku akhirnya tenang karna Akira sudah kembali, Aku melepaskan pelukan Ku, Aku menenangkan kembali diri Ku dan menenangkan Akira yang ikut Menangis.


"Ah, Saya berterima kasih ke Bu Siti karna telah membantu Saya menemukan Akira" ucap Ku berterima kasih


"Ya itu bukan masalah karna Saya adalah wali kelas Kalian, sebaiknya Kalian masuk kedalam bus karna Kita akan berangkat" ucap Bu Siti menyuruh Kami


"Baik" jawab Ku mengantarkan Akira ke dalam Bus


Kami berdua memasuki Bus dan duduk di bangku Kami, Aku mencoba untuk meminum Air dan menyuruh Akira untuk minum Juga.


Aku bersandar di kursi dan melemaskan semua otot-otot Ku karna berlarian kesana kemari tanpa berfikir tenang, Aku melihat Akira yang sedang merenungkan Diri.


"Aku minta maaf Yuu" ucap Akira tiba-tiba


"Kau tidak perlu meminta maaf, itu juga salah Ku karna tidak berfikir dengan jernih karna terlalu panik" balas Ku ke Akira


"Tapi" ucap Dia


"Kau ingat, kalau Aku sudah berjanji tidak ada meninggalkan Mu atau membiarkan Mu sendirian lagi" jawab Ku memegang tangan Akira


"Terimakasih karena selalu bersamaku" balas Dia menyenderkan kepalanya di lengan Ku dan memegang tangan Ku


Dengan begitu tangan Kami saling menyelimuti satu sama lain, Akira yang lelah memutus untuk tidur sejenak, ya itu benar Kita butuh istirahat sejenak karna semua masalah yang terjadi, dengan begitu Aku juga menyenderkan kepala Ku ke kepala Akira dan beristirahat hingga Kami sampai di perhentian terakhir, sekaligus perjalanan akhir Kami sebelum pulang ke Rumah.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2