Die Inside

Die Inside
Chapter 13 : Makan Malam


__ADS_3

"Apa Kamu sudah mau pulang?" tanya Ibu Akira


"Ya sudah hampir sore" ucap Ku


"Bagaimana kalo Kamu ikut makan malam bersama Kami?" tanya Ibu Akira mengajak Ku


"Eh?" jawab Ku yang kaget


"Itu benar kenapa Kau tidak tinggal untuk sementara dan makan malam bersama Kami?" timpal Akira dengan riang


"Uhm, bukan berarti Aku ingin Kau tetap tinggal atau semacamnya" timpal Dia sedikit malu


"Apa tidak apa-apa Aku ikut makan malam bersama Kalian?" tanya Ku ke Ibu Akira


"Tentu, Aku tidak keberatan benar bukan Akira" jawab Dia sambil melemparkan pertanyaan ke Akira


"I...iya" balas Dia mulai malu


"Baiklah jika Kalian tidak keberatan Aku akan ikut, tapi izinkan Aku menelepon Ibu Ku untuk meminta izin" ucap Ku mencoba meminta izin


"Itu tidak perlu karna Aku sudah menghubungi Ibu Mu" jawab Ibu Akira


"Eh?" balas Ku yang kaget


"Ibu Mu dan Aku adalah teman dekat, Aku tau semua rumor tentang dirimu dan Ibu mu pernah curhat tentang Mu ketika Kamu dinyatakan tidak bersalah" jawab Dia menjelaskan tentang Ibu


"Lalu Dia bilang apa?" tanya Ku


"Dia sedikit terkejut karna teman yang dimaksud adalah Akira apalagi Dia kaget bahwa teman mu itu adalah seorang perempuan, namun Dia mengizinkan Kamu untuk ikut makan malam bersama Kami" jawab Ibu Akira


"Baiklah jika Ibu mengizinkan Ku, Aku akan ikut makan malam bersama Kalian" balas Ku menerima tawaran mereka


Aku yang masih sedikit terdiam karna tidak relevan dengan keadaan yang sekarang terjadi, Aku Ikut makan malam bersama dengan keluarga Akira, Aku melihat Akira dan ibunya saling berdebat di dapur, Aku sendiri tidak tau apa yang mereka debat Kan.


Waktu berlalu dengan sedikit cepat, jam makan malam sudah hampir tiba, Aku yang masih duduk mendengar suara pintu depan yang Terbuka.


"Aku pulang" ucap seseorang


"Ah Kamu sudah pulang?" tanya Ibu Akira


"Iya Bu" jawabnya


"HARUMI" ucap wanita tersebut sambil merasa senang dan memeluk Akira


Aku yang melihat Akira yang tidak merasa nyaman karna dipeluk mencoba melepaskan Pelukannya.


"Hum..., Dia siapa Bu?" tanya wanita itu


"Huft, perkenalkan Dia Yu-"


"Dia pacarnya Harumi Kau tau" timpal Ibu Akira


"IBU" teriak Akira merasa malu


"Owh benarkah begitu?" tanya wanita itu sambil mengolok-olok Akira


"Huft, maaf Yuu perkenalkan ini adalah kakak Ku" ucap Akira memperkenalkannya

__ADS_1


"Halo namaku Akira Emi" ucap Dia memperkenalkan diri


"Salam kenal Akira-san" balas Ku dengan gugup


「Trivia bersama Samuii」


"San" adalah ucapan honorifik di jepang untuk seseorang yang baru kamu kenal bisa digunakan kepada teman kelas, orang yang lebih tua, dan bisa digunakan untuk wanita atau pria.


Karna Gw mengambil referensi dari jepang biasanya orang yang baru kenal memanggil nama depannya karna nama depannya adalah nama Keluarga.


Contoh:


Akira Harumi


Akira Emi


Orang yang belum terlalu dekat biasanya akan memanggil dengan nama depannya, sedangkan untuk orang yang memanggil nama belakangnya atau nama aslinya hanya untuk orang yang mempunyai hubungan spesial seperti; teman dekat, keluarga, atau pacar dan biasanya ketika sudah dekat kata san bisa di ganti ke chan (untuk perempuan) dan kun (untuk laki-laki).


"Tidak usah terlalu formal Kamu bisa memanggil Ku Emi" ucapnya


"Bai, Baiklah Emi-san"


Disaat Kakak Akira berbicara dengan Ku, Akira sendiri terlihat tidak suka dengan kedekatan Kakaknya dengan Ku.


"Sepertinya ada yang cemburu" ucap Ibu Akira


"Tidak Aku tidak cemburu" ucapnya yang berbeda dengan ekspresi nya


Mereka semua tersenyum dengan tingkah laku Akira sedang Cemburu.


Tak terasa jam makan malam pun tiba, Akira dan Ibunya sedang menata ruang makan sedangkan Emi-san sedang ada di kamarnya untuk berganti Pakaian.


"Sekarang sudah jam 7 biasanya ayah akan pulang set 7, mungkin Dia akan sedikit terlambat" jawab Ibu Akira


Setelah semua tertata Kami duduk di meja makan dan bersiap untuk makan malam, Disaat bersamaan seseorang datang dari pintu Masuk.


"Aku pulang" ucap seorang pria


"Ah pas sekali" ucap Ibu Akira


"Maaf, Aku sedikit terlambat, prediksi Ku meleset ketika berkerja tadi" ucapnya


"Tidak apa-apa" ucap Ibu Akira yang menghampirinya


"Mumpung Kamu sudah sampai bagaimana Kita makan malam, mumpung belom pada makan" tanya Ibu Akira


"Boleh" jawabnya


Pria tersebut berjalan ke meja makan, Disaat bersamaan Dia melihat ke arah Ku dan mendekati Ku.


"Jadi Kamu yang bernama Yuu Arata" tanya Pria tersebut


"Iy, Iya" jawab Ku dengan gugup


"Bwhahahah, tidak usah terlalu gugup Kamu diterima keluarga ini bukan begitu Bu" ucap Dia mengedipkan mata


"Apa yang ayah maksud?" tanya Akira

__ADS_1


"Ayah?" ucap Ku dalam hati


"Owh jadi Kau lupa dengan masa kecil Mu ya" jawab Ayahnya Akira


"Maksud ayah?" tanya Akira yang semakin bingung


"Kita akan lanjutkan nanti setelah makan malam bagaimana" tanya Ayah Akira ke Aku


Dengan begitu Kami melanjutkan makan malam dengan Akira yang duduk di samping Ku, Dia memberikan banyak sekali lauk makanan ke piring Ku, karena Dia tau kalau Aku kadang makan dengan tidak Teratur.


"Jadi Yuu bagaimana rasanya?" tanya Ibu Akira


"Ini sangat enak" ucap Ku selesai mengunyah


"Kamu tau, Akira terkadang tidak suka berada di dapur, tapi entah kenapa akhir-akhir ini Dia sering berada di dapur" ucap Ibu Akira


"Benarkah?" tanya Ku


"Iya dan Kamu tau Akira itu tidak pandai memasak, jadi Aku sedikit terkejut ketika Dia meminta Ku mengajarinya memasak" jawab Ibu Akira


"IBU" teriak Akira


"Jadi Kamu tidak bisa memasak?" tanya Aku ke Akira


"Ehm, Kau sendiri memangnya bisa memasak?" tanya Akira


"Tentu Aku bisa memasak karna terkadang Aku membuat sendiri makanan Ku" jawab Aku sambil makan


"Ehm...," balasnya yang merasa malu


"Yuu Bodoh" teriaknya


Aku sendiri bingung kenapa Dia terlihat begitu marah dan malu disaat Bersamaan.


Setelah selesai makan, Aku langsung berpamitan dengan orang tua Akira, mereka bilang kalo Aku bebas untuk datang kapan saja dan mereka menerima Ku apa Adanya.


Aku berpamitan sekali lagi dan keluar dari Rumah.


"Yuu tunggu" teriak seseorang


"Hem kenapa Akira?" tanya Aku yang bingung


"Biarkan Aku mengantarkan Mu sampai depan" jawab Akira


"Eh, tapi ini sudah malam apa Kau yakin?" tanya Ku bingung


"Ya Aku tidak masalah lagian rumah Kita lumayan dekat" jawab Akira mengiyakan


"Baiklah" balas Aku menerimanya


"Hemm Yuu" panggil Akira


"Kenapa?" tanya Aku yang melihat ke langit


"Bisakah Kita saling memanggil nama depan?" tanyanya


"Eh?" balasku terkejut

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2