Die Or Be Mine

Die Or Be Mine
episode 17


__ADS_3

Martin Jacob membunuh Alex Raw tanpa sepengetahuan sang istri yang merupakan kakak kandung dari Alex Raw. Martin Jacob mengatakan jika adik iparnya kecelakaan dan mengakibatkan ia meninggal dunia.


Sebelum menikah dengan Martin Jacob yaitu ayah Aron Jacob, kekayaan yang di miliki Ane Raw sudah terbilang sangat luar biasa. Martin Jacob juga seorang yang sangat kejam dan sangat kaya pada jamannya. Itulah salah satunya yang mengakibatkan ia memliki musuhnya dimana-mana.


Ayah dan ibu Aron sudah meninggal saat Aron masih berada di bangku kuliah, dan saat itu kebetulan ia sedang berada di luar negeri untuk liburan dengan kedua sahabatnya As Lou dan Bob Kim.


Hingga ia mendengar kabar yang akan membuat hidupnya berubah dalam sekejap, yaitu kedua orang tuanya meninggal karena di bunuh saat berada di kediaman mereka. Padahal untuk sekedar masuk kedalam kediaman orang tuanya sangat sulit karena 24 jam selalu di awasi. Tetapi saat itu entah bagaimana bisa seseorang dapat masuk dengan mudahnya dan membunuh kedua orang tuannya.


Polisi mengatakan jika pembunuhnya sudah di amankan, tapi Aron sama sekali yakin orang yang saat itu mengaku sebagai pembunuh kedua orang tuanya bukanlah pembunuh yang sebenarnya.


Terbukti saat baru 1 jam di tahan, orang yang mengaku sebagai pembunuh tersebut sudah di kabarkan meninggal dunia di dalam penjara karena di tembak.


Sehari setelah Aron mendengar kabar kematian orang yang mengaku sebagai pembunuh tersebut, saat itu juga ia langsung menuju kediaman orang tuanya. Entah apa yang ia cari di dalam rumah itu, Aron terus berjalan kesana kemari membuat pengawal ayahnya dan beberapa orang lainnya tampak kebingungan.


Aron sangat yakin jika kedua orang tuanya di bunuh karena masalah bisnis atau karena musuh didunia gelap ayahnya, karena Aron juga mengetahui jika ayahnya adalah seorang bos mafia.


Ia tampak frustasi saat tidak menemukan jejak sama sekali untuk membantunya menemukan dalang dari pembunuhan orang tuannya. Hingga tidak lama Ia menemukan ponsel ayahnya di salah satu laci tersembunyi milik ayahnya.


Setelah membuka ponsel tersebut ia menemukan begitu banyak kontak masuk dan beberapa pesan lainya, salah satu yang mencuri perhatiannya adalah nomor kontak yang begitu asing baginya terlebih lagi tidak ada nama yang tertera disana.

__ADS_1


Aron tampak curiga karena semua yang berada di dalam kontak ayahnya ia kenal dengan baik, kecuali salah satu kontak tersebut. Dengan segera Aron menyuruh orang-orangnya untuk menyelidiki nomor mencurigakan itu.


Setelah mendapatkan siapa pemilik dari nomor mencurigakan itu Aron tampak bingung ternyata adalah seorang Ceo SA Company. Ia bingung karena tidak pernah bertemu dengan Ceo dari SA Company sebelumnya.


Aron terus menyelidiki apakah ayahnya ada masalah sebelumnya dengan SA Company atau tidak. Hingga ia menemukan jawaban yang membuatnya sedikit terkejut. Ia mendapatkan pengakuan dari beberapa pemegang saham dan beberapa petinggi perusahaan jika perusahaannya dan SA Company memang sering kali bercekcok.


Saat itu juga ia sangat yakin dan percaya jika yang membunuh ayah dan ibunya adalah orang dari SA Company yang tidak lain adalah Frit Blen.


Aron yang waktu itu masih terbilang sangat mudah yang seharusnya ia pergi ke kampus untuk belajar, ia dengan berani merubah haluan yang sejak sepeninggalan kedua orang tuanya, selama 3 bulan full ia belajar bela diri di tempat ayahnya dulu sering latihan, belajar cara menggunakan pistol, dan beberapa barang tajam lainnya.


Aron benar-benar tekat untuk membalaskan dendamnya pada Frit Blen yang ia yakini telah membunuh kedua orang tuanya itu.


Selama tiga bulan itu yang berada di dalam pikirannya adalah bagaimana cara menghabisi semua keluarga Frit Blen.


Rumah besar itu tampak sangat gelap karena Aron sudah mematikan seluruh listrik di rumah itu, tidak ada pengawal yang menjaga kediaman Frit Blen sehingga membuatnya lebih leluasa melakukan aksinya. Awalnya ia berpikir jika kediaman Frit Blen akan sama ketatnya seperti kediaman miliknya namun ternyata sangat di luar dugaan.


Dengan cepat Aron menjalankan aksinya saat Frit Blen dan istrinya Key Anastasya Blen sedang tertidur nyenyak.


Aron masuk kedalam kamar utama milik sepasang suami istri itu, lalu menikam keduanya dengan pisau milik ayahnya.

__ADS_1


Darah dimana-mana, keduanya tidak sempat untuk meminta pertolongan karena dengan berutalnya Aron terus menusuk kedua sepasang suami istri itu terus menerus hingga dirinya juga di penuhi darah.


Beberapa saat setelah ia melakukan itu, Aron menarik napasnya panjang lalu menghembus pelan.


"Aku membalaskan dendam ayah dan ibuku." Ucap Aron lalu pergi meninggalkan Frit Blen dan istrinya begitu saja.


Aron dengan santainya mencari seisi rumah untuk menemukan anak dari pasangan suami istri tersebut, namun hasilnya tidak seperti yang ia harapkan karena sang anak sudah terlebih dahulu bersembunyi bahkan sempat menyaksikan ia membunuh kedua orang tuannya.


Sejak kejadian itu paman dan bibi dari gadis itu memutuskan untuk mengganti namanya dari Sheva Anastasya Blen menjadi Sheva Anastasya.


Sheva adalah anak dari Frit Blen dan Key Anastasya Blen. Ia menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya saat Aron membunuh kedua orang tuanya dengan berutal seperti membunuh seekor binatang. Tapi ia sangat menyesal karena tidak dapat melihat siapa yang telah membunuh kedua orang tuannya karena ruangan tampak sangat gelap, dan ia hanya mendengar suara jeritan dari ayah dan ibunya.


Sejak saat orang tuanya meninggal hingga beberapa tahun kedepan Sheva terus melakukan pengobatan untuk mentalnya. Mentalnya sangat terguncang saat itu apalagi ia baru berada di bangku menengah pertama ia sangat menolak untuk melupakan kejadian itu hingga tiba di mana ia memimpikan kedua orang tuannya yang datang padanya dengan senyum lalu berkata padanya untuk melupakan dan memaafkan kejadian itu barulah dengan perlahan ia mulai melupakan kejadian mengerikan saat itu.


Mungkin ingatannya akan kembali jika ia menemukan keadaan dimana sama persis saat kejadian malam itu, yaitu saat hujan lebat dan gelap gulita.


Selama ini Sheva meninggalkan semua warisan dari kedua orang tuannya begitu saja karena takut jika suatu hari nanti pembunuh dari kedua orang tuannya akan datang mencarinya kemudian membunuh dirinya.


Ia mengikuti paman dan bibinya untuk bersekolah di luar negeri hingga berada di bangku menengah atas. Hingga sekarang ia kembali ke negara asalnya untuk melanjutkan kuliah. Namun impiannya tidak berjalan mulus karena harus bertemu dengan Aron.

__ADS_1


Jangan lupa komen, like, vote yah 🤗


Pantau terus yah, semoga hari ini author bisa up sampai episode ke 20 🙏


__ADS_2