
Namun sialnya susah payah ia berusaha, tapi wajahnya semakin merah di tambah lagi jantungnya berdegub sangat kencang saat mengingatnya.
Tanpa Sheva sadari ternyata sudah satu jam lebih ia berada di dalam kamar mandi. Kemudian ia keluar dengan memakai piyama menutupi tubuhnya.
"Aku pikir kau sudah mati didalam kamar mandi." Ucap Aron saat melihat Sheva baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kenapa kau berkata seperti itu ?" Tanya Sheva dengan polosnya membuat Aron semakin kesal.
"Ah dasar bodoh, segeralah mengganti bajumu dan tidur." Ucap Aron dengan kesal.
Sheva mengganti bajunya dengan kemeja putih milik Aron yang kebesaran membuat dirinya semakin terlihat seksi. Setelah selesai mengganti bajunya, Sheva berjalan ke arah tempat tidur dan duduk dihadapan Aron.
"Kau tidak apa-apa ?" Tanya Sheva yang kini menatap Aron dengan tatapan sendu. Aron merubah posisinya dengan setengah duduk menghadap Sheva. Aron masih memilih untuk diam dan tidak mengatakan apa-apa, karena saat ini ia hanya fokus melihat wajah cantik Sheva.
"Kenapa kau membawaku kesini ? dan siapa orang-orang tadi ?" Tanya Sheva yang membuat Aeon menaikkan salah satu alisnya. Ia harus mencari cara agar rencananya berjalan dengan lancar.
"Mungkin mereka salah satu musuhku, aku masih mencari tau soal ini." Jawab Aron.
"Dan aku mengajakmu kesini agar kau tidak merasa bosan karena selalu berada di mansion ?" Lanjut Aron.
"Ya, aku memang bosan tapi sebenarnya kau tidak perlu membawaku saat tengah malam bukan ? hingga membuat kita berada dalam situasi seperti tadi." Ucap Sheva dengan mata yang sudah kaca-kaca.
"Apa aku salah mengajakmu kemari ?" Tanya Aron.
"Tidak. Maksudku aku tidak ingin melihatmu seperti tadi." Air mata bening Sheva berhasil lolos keluar dari matanya. Membuat Aron segera meraih tubuh mungil Sheva masuk kedalam pelukakknnya.
"Aku jadi penasaran, kenapa akhir-akhir ini kau menjadi sangat cengeng." Ucap Aron yang mengelus rambut Sheva dengan lembut. Sheva membalas pelukakan Aron dengan erat.
"Aku akan mengabulkan ucapanmu yang tadi. Jadi bagaimana nona Sheva apa kau ingin menikah denganku ?" Ucap Aron.
Dengan malu-malu Sheva menganggukan kepalanya dalam pelukkan Aron. Aron tersenyum lalu melepaskan pelukkan dari Sheva. Kemudian Aron mencium sekilas bibir Sheva membuat Sheva kaget seketika.
__ADS_1
"Sebenarnya ucapanku tadi hanya formalitas saja. Aku akan tetap menikahimu sekalipun kau tidak setuju, karena aku lebih berkuasa." Ucap Aron.
"Sebaiknya kita istirahat, karena besok adalah hari besar untuk kita." Lanjut lelaki yang kini sedang menatap Sheva dengan lembut tidak seperti biasanya.
"Baiklah." Jawab Sheva.
Mereka berdua tidur dengan posisi Sheva terus memeluk Aron, seakan tidak ingin melepaskan Aron pergi. Entah apa yang membuat Sheva menjadi seperti sekarang, tetapi yang pasti ia sudah sangat mencintai Aron lelaki kejam itu.
-
Sheva membuka matanya terlebih dahulu. Kini ia terus menatap wajah Aron yang sedang terlelap di hadapannya. Tidak berselang lama Aron pun terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi." Ucap Sheva pada Aron.
"Apa tidurmu nyenyak ?" Tanya Aron yang masih dengan posisinya.
Sheva menganggukan kepalanya. Aron mencium kening Sheva lalu bangun dari posisi tidurnya.
Kini Aron sudah selesai mengganti pakaiannya dengan stelan jas yang tampak rapi. Ia mengatakan pada Sheva jika ia akan kebawah untuk menemui Oskar. Sedangkan Sheva akan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum di bantu oleh pelayan untuk merias wajahnya.
Seperti yang dikatakan Aron semalam pada Sheva, jika hari ini ia akan menikahi Sheva. Aron tidak mengungdang siapa-siapa bahkan kedua sahabatnya As Lou dan Bob Kim.
Sebelum acaranya berlangsung Aron telah mendapatkan kabar jika Matthew benar-benar mendatangi mansionnya dan membuat keributan disana. Tidak ingin tinggal diam, Aron segera mengutus beberapa orangnya untuk menghabisi Matthew saat ini.
Sementara Sheva sudah selesai dengan ritual merias wajah dan lainnya. Aron merasa kaget saat melihat wanita yang akan menajdi istrinya saat ini sangat cantik dengan riasan sederhana tetapi sangat elegan.
Aron dan Sheva melangsungkan acara pernikahan dengan hanya di hadiri oleh Oskar dan beberapa pengawal lainnya.
Beberapa jam telah berlalu, kini Sheva gadis polos yang awalnya di culik dan bahkan di siksa oleh Aron saat ini telah menjadi nyonya Aron Jacob. Keduanya tampak sangat bahagia dan Aron kini tidak sabar ingin melakukan hubungan suami istrinya dengan Sheva. Namun sialnya, karena melihat kaki Aron terluka membuat Sheva menolak untuk melakukan hal itu.
Sementara di sisi lain, Matthew sangat frustasi. Ia terus mencari keberadaan Aron namun hingga saat ini ia belum menemukan Aron sama sekali.
__ADS_1
Ponselnya terus berdering dari kedua orang tuanya, yang menyuruhnya agar segera membawa Sheva le rumah besar mereka. Karena saat ini adalah libur semester.
"Ah, sial ! Aku benar-benar akan gila saat ini." Ucap Matthew dengan frustasi.
"Aku tidak mau alasan apapun dari kalian saat ini." Teriak Matthew pada para pengawalnya yang mengatakan kalau mereka telah memeriksa beberapa tempat yang mungkin saja Aron datangi namun tidak menemukan lelaki itu sama sekali.
"Segera temukan dia !" Perintah Matthew pada para pengawalnya dengan rahang yang mengeras, dan mengepal kuat kedua tangannya.
"Maafkan kakak, semoga kau baik-baik saja." Ucap Matthew lirih saat semua pengawalnya telah keluar meninggalknnya sendiri.
-
Sudah tiga minggu Sheva berada di villa milik Aron. Sejak saat mereka menikah hingga sekarang, Aron tidak mengijinkan Sheva untuk kembali ke mansion miliknya. Sementara dirinya, selalu pulang ke villa saat pulang kerja.
Pikiran Sheva yang mengatakan jika ia menikah dengan Aron maka ia akan di beri kebebasan dari Aron pun salah besar.
Namun ia merasa sangat bahagia saat Aron mengatakan jika ia tidak akan melakukan hal-hal keji dan tidak menjadi boss mafia lagi. Dengan polosnya Sheva di tipu habis-habisan oleh Aron.
Karena saat ini ia masih menjadi boss mafia tanpa sepengetahuan Sheva. Aron selalu keluar dan meninggalkan Sheva saat tengah malam dan akan kembali sebelum Sheva bangun dari tidurnya.
Demi menutupi aksinya Aron bahkan membelikan obat tidur dan memberikannya pada Sheva agar ia tertidur selama beberapa jam sebelum Aron kembali.
Aron terus melarang Sheva keluar karena beberapa dari musuhnya telah mengetahui jika Aron sudah menikah dengan seorang wanita. Aron takut jika Sheva akan mendapatkan masalah bahkan akan di bunuh karena ulahnya.
Tbc ... 🌵
Jangan lupa dukung Author dengan Vote, komen dan like 🙏 Dan sekalian baca novel Author yang lainnya yah jika sempat.
- Cinta Seorang Psycho
- My Boyfriend Is An Idol
__ADS_1
Terimakasih 🙏✌🏿