Die Or Be Mine

Die Or Be Mine
episode 26


__ADS_3

"Baik tuan." Jawab Oskar dengan sopan lalu memutuskan panggilannya.


Aron menyandarkan kepalanya di kursi kerja miliknya lalu menarik napas dalam. Kini pikirannya kembali ke musuh besarnya Matthew.


Jika mencari seorang wanita kenapa harus memantau gerak gerik dirinya ? wanita seperti apa yang membuat Matthew menjadi lemah hingga membahayakan dirinya sendiri demi seorang wanita.


Sedetik kemudian Aron menggebrak mejanya kuat. Pikirannya beralih ke Sheva. Apa wanita yang di maksud Matthew adalah Sheva ? tapi rasanya tidak mungkin, kenapa ia baru mencarinya sekarang jika memang Sheva adalah wanita yang di maksudnya.


"Sial." Pekik Aron yang kini berlari ke arah kamar Sheva dengan penuh emosi membuat beberapa pengawal mansion kebingungan.


BRAK...


Bunyi pintu yang di banting sangat keras hingga membuat Sheva terbangun dari tidurnya.


"Apa yang kau lakukan." Tanya Sheva dengan mengerutkan keningnya saat melihat sosok Aron di hadapannya dengan napas yang memburu seperti di kejar hantu.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku ? Apa kau bermain di belakangku ? siapa kau ?" Tanya Aron dengan suara keras yang kini sudah berdiri dengan tubuh menjulang di hadapan Sheva.


"Apa maksudmu ?" Tanya Sheva merasa bingung dengan pertanyaan Aron yang menanyakan siapa dirinya. Apakah dia amnesia atau apa ? dia yang telah mengurung Sheva di sini dan kini menanyakan hal bodoh semacam itu. Pikir Sheva.


Aron melangkahkan kakinya hingga membuat tubuhnya sangat dekat dengan Sheva. Lelaki kejam itu menarik pergelangan tangan Sheva kasar dan mendorongnya ke dinding. Tidak sampai disitu Aron kembali mencekik leher Sheva dengan kuat membuat wajah Sheva berubah menjadi merah hingga tidak dapat bernapas dengan baik.


"Katakan dengan jujur sebelum aku membunuhmu."


Sheva membulatkan matanya lebar saat mendengar ucapan dari Aron. Tangannya terus memukul tangan Aron yang mencekik kuat lehernya untuk di lepaskan.


"A..apa maksudmu ?" Tanya Sheva dengan perasan gugup karena ketakutan.


"Jawab ya atau tidak." Teriak Aron dengan penuh penekanan, membuat Sheva semakin ketakutan.


Saat ini Sheva tidak dapat berbicara sama sekali. Ia juga sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan Aron. Sheva terus menggelengkan kepalanya dan memohon agar Aron melepaskan cekikan di lehernya. Sungguh itu sangat menyakiti dan menyiksa dirinya.


Sesaat kemudian Aron melepaskan tangannya dari leher Sheva, membuat Sheva terjatuh kelantai dengan air mata yang terus membasahi pipi mulusnya.

__ADS_1


Pikiran Sheva benar-benar kosong seperti orang yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan. Ia tidak berani menatap Aron saat ini. Lelaki itu sangat mengerikan untuk di tatap. Aron berjongkok hingga membuat dirinya kini sejajar dengan Sheva. Aron meraih dagu Sheva lembut menatap wajah Sheva dalam-dalam.


"Jangan membuat dirimu sengsara karena menyembunyikan sesuatu dariku." Ucap Aron saat tatapan keduanya bertemu. Aron kemudian menggendong Sheva lalu membaringkannya di atas ranjang, sedangkan Sheva masih terus menangis.


Sheva merasa syok berat saat ini, Aron hampir saja membunuh dirinya. Bahkan ini adalah kedua kalinya Aron mencoba membunuh dirinya dengan sengaja. Leher Sheva terlihat sangat merah serta lebam karena bekas dari cekikan Aron.


Aron segera memerintahkan pengawalnya untuk menghubungi dokter pribadinya. Karena bagaimanapun Aron tidak akan membiarkan Sheva kesakitan.


-


"Katakan padaku apa yang terjadi di mansion itu ?" Tanya Matthew pada seorang wanita yang di culik orangnya dari kediaman Aron.


Wanita tersebut adalah seorang pelayan, yang di bawa paksa saat dirinya baru saja ingin pergi membeli beberapa persediaan bahan makanan.


Wanita itu tampak ketakutan dengan terus menarik ujung bajunya.


"Aku tidak akan melukaimu, asalkan kau mengatakan yang sebenarnya padaku." Matthew memperlihatkan foto Sheva yang ada di tangannya kepada wanita itu.


"I..iya tuan." Jawab wanita itu dengan gugup.


"Apa yang dilakukan wanita ini disana ?"


"A..aku tidak tau pasti tuan. Hanya beberapa kali bertemu karena nona ini selalu berada di kamarnya dan di larang untuk keluar kemana pun." Jelas Wanita itu dengan pandangan yang terus melihat ke bawah membuat Matthew mengerutkan keningnya.


"Apakah tuanmu menyiksanya ?" Tanya Matthew kembali untuk memastikan.


"I..itu tuan. Tuan Aron pernah melemparnya dari atas balkon kamar tuan, dan beberapa kali aku mendengar nona itu menangis sepanjang malam." Jelas wanita itu.


Matthew menarik napas dalam saat mendengar penjelasan wanita itu "Lepaskan dia." Perintah Matthew pada anak buahnya.


"Aku akan membunuhmu Aron." Pekik Matthew yang mengetahui apa yang dilakukan Aron pada Sheva. Matthew mengepalkan tangannya kuat dan memukul dinding ruangan itu. Aron si Laki-laki gila itu bahkan menyeret Sheva sebagai pelampiasan karena permusuhan mereka. Itulah yang ada dipikiran Matthew saat ini.


Matthew tidak bisa membiarkan Sheva lebih lama lagi di tempat neraka itu, tidak ada pilihan lain selain ia berdamai dengan Aron agar Sheva di bebaskan.

__ADS_1


Matthew berencana akan ke mansion mewah milik Aron besok pagi. Membuatnya sekarang sibuk menyiapkan perlengkapan yang akan ia gunakan. Mulai dari rompi anti peluru, pistol, pisau dan sebagainya.


Ia menyiapkan semua ini untuk berjaga-jaga, karena Aron tidak akan mudah berdamai jika salah satu dari mereka tidak mati.


Sementara di kamar Sheva, Aron terus berdiri memperhatikan Sheva yang duduk di atas ranjang dengan tatapan kebenciannya.


"Apa kau puas membuatku sampai seperti ini ? kenapa kau tidak bunuh saja aku sekalian." Ucap Sheva yang merasa frustasi.


"Kau bertanya dan mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal, seakan-akan aku telah menyembunyikan suatu hal besar darimu. Dan kau sama sekali tidak menyadari jika kaulah yang melakukan itu padaku brengsek." Teriak Sheva.


Sheva melangkahkan kakinya ke arah dimana Aron berdiri dengan tenang. Dan satu tamparan kuat melayang di pipi mulus Aron. Aron terlihat pasrah akan apa yang dilakukan Sheva padanya.


"Kau bahkan menghamili seorang wanita. Tapi kau sama sekali tidak ingin bertanggung jawab atas perbuatanmu. Sungguh Aron aku sangat tidak mengerti jalan pikiranmu." Aron hanya mengerutkan keningnya mendengar semua ocehan Sheva padanya.


"Kau tidak tau apa-apa." Jawab Aron datar.


"Aku tau ! aku bahkan melihat wanita itu keluar dari mansion ini. Lebih baik kau diam, kau pria brengsek yang suka menaburkan benihmu dimana-mana."


Mendengar itu membuat Aron murka. Sudah cukup Sheva mengatainya sejak tadi dan bagaimana bisa ia mengatakan hal yang merendahkan seorang Aron yang bahkan tidak pernah menanam benihnya selain pada tubuh mungil yang berada di hadapannya.


Aron mengangkat salah satu tangannya ke udara seraya ingin menampar Sheva membuat Sheva memejamkan kedua matanya. Namun Aron tidak dapat melakukan hal itu. Ia malah mengepal kuat tangannya lalu menarik tubuh mungil Sheva kedalam pelukannya Aron memeluk Sheva erat.


"Aku memang brengsek, tapi aku masih waras untuk tidak melakukannya dengan sembarang wanita." Ucap Aron pada Sheva yang kini sudah berada di dalam pelukannya.


Tbc ... 🌵


Jangan lupa dukung Author dengan Vote, komen dan like 🙏 Dan sekalian baca novel Author yang lainnya yah jika sempat.


- Cinta Seorang Psycho


- My Boyfriend Is An Idol


Terimakasih 🙏✌🏿

__ADS_1


__ADS_2