Die Or Be Mine

Die Or Be Mine
episode 34


__ADS_3

Apakah ia malu memiliki istri sepertiku hingga ia melakukan hal itu ? Ucap Sheva dalam hatinya.


Setelah memikirkan banyak hal yang membuat moodnya berubah, Sheva memutuskan untuk kembali ke Villa.


Sudah cukup dekat ia dengan keberadaan Villa, tiba-tiba ia melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam masuk kedalam Villa dengan dua mobil mewah lainnya yang mengikuti dari belakang.


Sheva menyipitkan matanya, sembari memikirkan apakah Aron sudah kembali ? Tapi kenapa mobilnya berbeda.


Sementara beberapa pengawal sudah tampak berdiri disamping Sheva dengan satu tangan sudah memegang pistol di belakang tubuh kekar mereka tanpa sepengetahuan Sheva.


Mata Sheva terbuka lebar saat ia dengan jelas melihat siapa yang turun dari mobil mewah itu.


Entah perasaan apa yang ada dalam hatinya sekarang, yang pasti ia sangat bahagia namun juga sedih.


"Kakak...." Teriak Sheva dari arah belakang lelaki itu.


Dan yah... Dia sdalah Matthew. Setelah sekian lama dan dengan susah payah ia mencari keberadaan Sheva bahkan ia rela membayar orang IT dan mengeluarkan banyak uang hanya untuk mendapatkan alamat dari Villa-villa yang di miliki Aron.


Sungguh, keberuntungan berada dipihaknya. Ia menemukan Sheva di salah satu Villa milik Aron sementara Aron tidak berada di tempat.


Matthew membalikkan badannya dengan cepat untuk memastikan apakah itu sungguh Sheva adiknya atau mungkin ia hanya salah dengar.


Belum sempat Matthew berbicara, Sheva sudah berlari dan memluknya erat sembari menangis di dada kekar yang selalu bersamanya sejak kecil.


"Kakak aku sangat merindukanmu." Ucap Sheva di sela-sela tangisnya.


Matthew melepaskan pelukkannya, kemudian tersenyum memperhatikan wajah Sheva dari atas hingga ke kakinya. Untuk memastikan apakah adiknya baik-baik saja atau tidak.


"Ayo kita pulang, kakak akan mengirimmu kembali kerumah." Ucap Matthew yang menarik tangan Sheva untuk masuk kedalam mobil.


"Kakak, aku sudah menikah." Ucap Sheva mencoba menghentikan aksi Matthew.


Mata Matthew terbuka lebar karena kaget, ia mengerutkan keningnya seakan tidak percaya akan apa yang ia dengar.


"Bagaimana bisa ? jangan mengatakan hal bodoh sebaiknya kita pulang sekarang." Ucap Matthew.


Sementara para pengawal dari Aron hanya terus memantau Sheva dari jauh, karena sudah di perintahkan oleh Aron untuk tidak melakukan apapun dan biarkan mereka berdua berbicara.

__ADS_1


Tidak berselang lama, sebuah mobil mewah lainnya masuk kedalam Villa dan berhenti tepat di belakang Sheva dan Matthew.


Aron menaikan salah satu alisnya lalu tersenyum.


"Sungguh sangat berani." Ucap Aron dengan suara yang sangat kecil.


Salah seorang pengawal membukakan pintu untuknya, mempersilahkan bosnya untuk keluar.


Sheva dan Matthew sama-sama kaget saat melihat Aron yang tiba- tiba datang dan mengahmpiri mereka.


"Kaka dia adalah suamiku." Ucap Sheva saat melihat Aron berjalan kearah mereka.


Disaat itu juga, rasanya kepala Matthew ingin meledak. Brengsek ini apa yang sudah dia lakukan pada adiknya ? ternyata apa yang dikatakan Aron tempo hari adalah kebenaran.


Sheva, melepaskan tangannya dari genggaman Matthew lalu berjalan ke arah Aron dan menggandeng suaminya itu.


Ini adalah detik-detik kehancuran untuk mereka berdua jika Sheva mengetahui siapa mereka sebenarnya.


Tatapan tajam antara keduanya benar-benar seperti sedang berada di ring tinju atau medan pertempuran yang sebenarnya.


Matthew sudah membulatkan niatnya, jika Aron membocorkan tentang identitasnya maka ia bersumpah akan membunuhnya dan membawa Sheva pergi jauh.


"Kak, ini Aron suamiku dan ini kakakku Matthew" Ucap Sheva dengan polosnya.


Aron memasangkan wajah senyum manis bagaikan gulali namun menyembunyikan berjuta-juta pikiran jahat di bebaknya.


Sementara Matthew memasang wajah datar sejak tadi.


"Kenapa tidak mengajak masuk ?" Ucap Aron pada Sheva.


"Ah... ia ayo kak." Sheva berjalan berdampingan dengan Matthew sedangkan Aron berjalan di belakang mereka.


Para pengawal di biarkan berjaga diluar. Oh ya.. bukan hanya bosnya yang saling bertatapan seakan ingin memakan musuhnya tapi para pengawlanya pun sama.


Saat masuk, mereka duduk diruang tamu dan beberapa pelayan membawakan minuman untuk ketiganya.


Tanpa basa basi di tambah sangat muak saat melihat wajah Aron yang sungguh jahanam itu Matthew memutuskan untuk mengintrogasi Sheva saat itu juga.

__ADS_1


"Jelaskan pada kakak apa yang membuatmu menikah dengannya ?" Tatapan sinisnya mengarah ke wajah tampan Aron.


Mendengar pertanyaan Matthew membuat Sheva sedikit merinding. Karena nadanya benar-benar tidak seperti biasa.


"Kakak. Aku...aku..."


"Aku mencintainya jadi aku menikahinya." Ucap Aron memotong pembicaraan Sheva.


"Maafkan kami karena tidak memberi tahu masalah ini kepada keluarga." Lanjut Aron.


Sesaat Matthew ingin tertawa mendengar ucapan kata maaf dari Aron, namun perasaan emosinya lebih dominan saat ini.


Sheva tampak hanya diam, dan menundukan kepalanya tidak ingin melihat wajah Matthew karena perasaan bersalah.


Tidak mungkin ia mengatakan dengan jujur kepada kakaknya jika dirinya diculik dan siksa oleh Aron sebelum menjadi istrinya.


Tidak mungkin juga ia mengatakan jika Aron telah membunuh beberapa orang saat awal mereka bertemu.


Bagaimanapun saat ini ia sudah sangat mencintai Aron, jadi ia memutuskan untuk menutup rapat-rapat rahasian besar itu menurutnya.


Ternyata apa yang takutkan Sheva sungguh diluar kendali, karena sejujurnya Matthew lebih mengenal Aron dari pada dirinya.


"Kakak sku sungguh bersalah, maafkan aku tapi aku tidak akan kemana-mana dan akan tetap disini." Ucap Sheva dengan takut-takut.


Matthew mengepalkan tangannya hungga uratnya terlihat dengan jelas, matanya menatap tajam kearah Aron. Sementara Aron hanya mengedikkan bahunya seakan ia tidak tahu apa-apa.


"Bisakah kita berbicara berdua ?" Tanya Matthew pada Aron.


Tbc...🌴


Hallo. Author sunggu meminta maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman sekalian. Karena sudah berminggu-minggu Author tidak upload. Hal itu karena ada beberapa urusan yang harus Author kerjakan di dunia nyata yang fana ini dan tidak bisa di tinggalkan 😭


Sunggu Author minta maaf bagi teman-teman yang mungkin kecewa atau bahkan sudah tidak berniat untuk membaca novel ini lagi 🙏


Tapi sekarang, Author akan sering upload karena Author sudah selesai dengan beberapa urusan yang merepotkan dan menguras tenaga.


Salam sayang.

__ADS_1


Gigihd🧡


__ADS_2