Die Or Be Mine

Die Or Be Mine
episode 23


__ADS_3

Aron tersenyum kecut saat mendengar permintaan Sheva "Jangan harap." Ucap Aron.


"Karena kau hanya menjadi milikku sampai kapanpun." Sambung Aron.


Mendengar ucapan Aron membuat Sheva merasa jika dirinya saat ini benar-benar seorang wanita jala*ng yang akan memuaskan napsu dari Aron setiap saat.


"Aku tidak sudi menikah denganmu brengsek, kau adalah laki-laki sialan berdarah kotor yang bahkan membunuh orang dengan tidak merasa bersalah sama sekali." Teriak Sheva.


Selesai mengatakan itu satu tamparan keras mendarat di pipi Sheva. Aron berusaha untuk tidak melakukan lebih jauh lagi dengan terus mengepal tangannya kuat.


"Jangan mengulangi ucapan itu lagi, jika kau masih ingin hidup." Ucap Aron. Sheva benar-benar membuatnya marah saat ini. Bersyukur jika ia hanya mendapatkan sebuah tamparan dan bukannya di gantung di taman belakang seperti Yuji.


Aron melangkah duduk di salah satu sofa kamar itu memperhatikan Sheva menangis dan terus memegang pipinya.


"Aku mohon biarkan aku pergi dari sini." Ucap Sheva dengan air mata yang sudah membasahi pipi mulusnya.


Sementara Aron hanya menyaksikan Sheva yang terus menangis dari sofa empuk yang sedang ia duduki dengan santainya.


"Apakah kau akan terus menangis seperti itu ?" Suara berat Aron yang membuat Sheva mengangkat kepalanya menatap Aron.


"Yang sudah terjadi biarlah terjadi, toh mau tidak mau kau juga akan menjadi istriku kelak." Ucap Aron dengan santai beriringan dengan senyum liciknya. Membuat Sheva menggeleng kuat kepalanya seakan mengatakan jika ia tidak ingin menjadi istri dari seorang Aron Jacob.


"Ahh, apa kau menikmatinya semalam ?" Ucap Aron dengan memainkan rambut basahnya. Mengalihkan pembicaraannya.


"Brengsek." Desis Sheva pada Aron.


"Yah brengsek, sepertinya itu adalah kata kesukaanmu untukku." Aron kembali memainkan rambutnya dengan salah satu alisnya di naikkan.


Aron bangun dari duduknya dan melangkah pelan ke arah tempat tidur dimana Sheva berada.


Seakan mengetahui apa yang akan Aron lakukan padanya Sheva berdiri dan ingin meraih benda apapun yang ada di dalam kamar itu untuk memukul Aron.


"Pergi ! Aku bisa membunuhmu dengan ini sialan." Ucap Sheva dengan emosi.


"Benda kecil itu tidak akan membunuhku." Dengan gerakan cepat Aron meraih gelas krystal itu sekaligus melemparnya kuat kedinding yang berada di belakang Sheva membuat Sheva ketakutan.


"Prang....


"Lihat." Ucap Aron dengan senyum lebarnya.

__ADS_1


"Brengsek." Teriak Sheva.


"Terimakasih atas pujiannya." Aron melangkah semakin dekat dengan tubuh Sheva kemudian melempar Sheva kuat ke atas ranjang.


"Tidak hentikan." Berontak Sheva saat tubuhnya sudah di cium oleh Aron di berbagai tempat.


"Kau harus di hukum karena tidak ingin menikah denganku." Ucap Aron dengan melempar handuknya kesembarangan tempat kemudian menggigit salah satu gunung kembar Sheva.


"Tidak, hentikan Aron ini sangat sakit." Teriak Sheva.


"Kau menikmatinya semalam sayang." Aron tersenyum saat berhasil membuang piyama yang sedari tadi menutupi tubuh mungil Sheva.


"Ah." Desah Sheva saat kejantanan Aron sudah lolos masuk kedalam miliknya.


Satu jam berlalu barulah Aron mengehentikan aksinya, ia benar-benar menghukum tuntas Sheva saat mengatakan akan menghukum Sheva.


-


Di sisi lain seorang lelaki yang tak kalah tampan dari Aron sedang duduk di kursi kebesarannya yang berada di ruang kantornya dengan tangan kanan memegang sebuah ponsel ditelinganya. Dia adalah Matthew, musuh bubuyutan dari seorang Aron Jacob.


"Aku tau dad, aku akan segera memeriksa dan menemuinya." Ucapnya pada seseorang diseberang telefon kemudian menutup panggilan telefonnya.


Adiknya yang di ketahui bernama Rayhan tersebut menghilang sudah beberapa bulan sejak ia meninggalkan negara tercintanya untuk berkunjung menemui kakak sepupunya di negara seberang.


Namun impiannya sia-sia karena sejak ia tiba hingga saat ini ia tidak menemukan keberadaan sang kakak.


Ingin sekali rasanya ia menghubungi keluarganya dan mengatakan hal yang sebenarnya namun niatnya ia urungkan karena takut jika akan terjadi sesuatu yang lebih serius dari hal ini. Jadi ia memutuskan untuk mencari kakak sepupunya seorang diri tanpa bantuan dari siapapun.


"Bocah kecil ini dimana dia." Desis Matthew dengan rahang yang tampak mengeras. Ia semakin merasa panik dan khawatir saat mengetahui negara yang sang adik kunjungi adalah negara di bawah pengaruh seorang Aron.


Walaupun ia tau jika kecil kemungkinan Aron mengetahui adiknya berkunjung kenegaranya. Karena Matthew sudah mengganti semua identitas adiknya sebelum melakukan perjalanan.


Sibuk dengan pikirannya tiba-tiba ponselnya berdering, bukan dari orang kepercayaannya melainkan nomor yang tidak ia kenal. Matthew mengerutkan keningnya sebelum memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.


"Kakak ini aku." Ucap Rayhan di seberang telefon setelah mengetahui jika kakaknya menerima panggilannya.


"Sialan, dari mana saja kau." Ucap Matthew dengan suara lantangnya karena emosi. Bagaimana tidak ia terus di desak dan di marahi oleh Mom dan Daddy nya karena ulang sang adik.


"Kak aku baik-baik saja, aku berada di hotel sekarang." Jawabnya dengan takut-takut.

__ADS_1


"Kenapa kau berada di hotel ? bukankah kau tinggal bersama Nini ?" Tanya Matthew pada adik kesayangannya.


"Tidak kak, sejak aku tiba hingga sekarang aku tidak pernah bertemu dengan kak Nini lagi." Ucapnya dengan raut wajah ketakutan jika Matthew akan menghukum dirinya saat mereka bertemu nanti.


"Apa maksudmu katakan yang sejujurnya." Tanya Matthew dengan tangan yang di kepal kuat.


"Aku..aku tidak tau kak."


"Ayo cepat katakan ! kau seorang lelaki jangan membuat dirimu seakan seperti seorang pecundang." Ucap Matthew tegas di seberang telefon.


"Aku..begini kak..aku tapi kakak jangan marah."


"Demi Tuhan Rayhan katakan yang jelas apa maksudmu jangan membuatku semakin emosi sekarang." Potong Matthew saat mendengar Rayhan yang berbicara berbelit-belit sejak tadi.


"Aku rasa kak Nini di culik kak." Ucap Rayhan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Apa ?"


"Sejak awal aku mengunjungi rumah kak Nini aku tidak pernah bertemu dengannya, aku sudah mencoba mencarinya kemana-mana tapi aku sama sekali tidak menemukan keberadaannya. Makanya aku memutuskan untuk meminta bantuan kakak sekarang."


"Kau.."


"Kak aku mohon jangan memarahiku sekarang aku akan bersedia menerima hukuman darimu tapi temukan dulu kak Nini sekarang." Ucap Rayhan yang tampak sudah menangis.


"Dasar bodoh kenapa kau tidak mengataknnya sejak kemarin. Dan jangan memberi tau Mom dan Daddy dulu cukup kita berdua saja yang tau. Tunggulah disitu aku akan menyuruh orang untuk menemuimu." Perintah Matthew yang langsung menghubungi orang kepercayaannya.


Tidak berselang lama orang suruhan Matthew sudah datang menemui adik kesayangannya.


"Selamat malam tuan. Kami di tugaskan untuk mengantar anda ke bandara sekarang." Ucap lelaki yang berseragam jas lengkap itu dengan sopan.


"Tidak aku akan tetap disini untuk mencari kak Nini."


"Maaf tuan, tapi tuan Matthew sudah memerintahkan kami. Anda akan kembali jika keadaan sudah membaik." Ucapnya lagi.


Rayhan yang sudah mengerti ucapan kakaknya pun membereskan semua barang-barangnya untuk kembali ke negara asalnya.


Tbc ... 🌵


Hallo teman-teman bagaimana kelanjutannya ? tetap pantau terus yah. Jangan lupa untuk beri Author vote yah 😭

__ADS_1


Oh yah, menurut kalian Nini itu siapa ? Jawabnya di komen yah 🤗


__ADS_2