Die Or Be Mine

Die Or Be Mine
episode 35


__ADS_3

"Bisakah kita berbicara berdua ?" Tanya Matthew pada Aron.


Sheva menatap Aron saat mendengar pertanyaan Matthew. Bagaimanapun sosok Matthew yang di kenal Sheva adalah sosok yang bijaksana namun entah kenapa saat ini ia merasa takut jika Matthew akan melakukan sesuatu pada Aron. Walaupun ia tahu jika Aron tidak mungkin kalah begitu saja.


Aron berdiri dari duduknya lalu mengajak Matthew untuk masuk kedalam ruangan kerjanya. Aron menutup pintu lalu menguncinyanya rapat-rapat agar Sheva tidak masuk dan menguping.


BUGH......


Satu pukulan mendarat di wajah tampan Aron, membuat bibirnya sedikit terluka. Aron sama sekali tidak membalas perbuatan Matthew padahal dia bisa saja membalas pukulan Matthew dengan lebih sadis dari itu.


Aron tersenyum lalu memegang bibirnya yang tampak mengeluarkan darah.


Sedangkan Matthew tidak hanya samapi disitu, ia juga menarik kerah kemeja milik Aron dengan kasar dan memberika tatapan membunuh kearah Aron.


"Brengsek, apa yang kau rencanakan sialan ?" Ucap Matthew dengan wajah merah padam.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu ! apa yang membuatmu datang ketempatku dengan beraninya ingin membawa istriku." Ucap Aron kemudian melemparkan sebuah pukulan yang sama pada wajah Matthew hingga terluka.


"Aku akan membawanya pergi darimu sekarang." Ucap Matthew. Setelah mengucapkan kalimat itu Matthew berniat keluar dari dalam ruangan itu namun kalimat yang di ucapkan Aron dapat menghentikan langkahnya.


"Jika kau membawanya pergi maka aku akan membunuhnya." Kini tatapan Aron sangat berbeda dari sebelumnya. Seakan-akan ia akan melakukan apa yang baru saja ia katakan.


"Aku menginginkannya, tapi jika kau membawanya pergi dariku maka aku akan membunuhnya hingga kita berdua sama-sama tidak dapat memilikinya." Lanjut Aron dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku celananya.


Matthew membalikkan badannya menghadap Aron lalu memijat keningnya kemudian tersenyum dan sesekali menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa yang kau rencanakan, tapi jika kau memperlakukannya dengan tidak baik maka aku tidak peduli dengan ucapanmu, aku akan tetap membawanya jauh-jauh dari kehidupanmu." Ucap Matthew dengan tegas.


"Dan satu lagi ! Jangan pernah melibatkannya dengan musuh-musuh brengsekmu itu Aron." Matthew keluar dengan wajah emosi setelah mengucapkan itu.


Sementara Aron hanya terus memperhatikan bayangannya yang tampak perlahan-lahan menghilang dari pandangannya.


Sheva masih berada di ruang tamu mewah Villa itu untuk menunggu kakak dan suaminya keluar.


Matanya terbuka lebar karena kaget saat melihat wajah kakaknya yang terluka karena pukulan Aron.


"Apa yang terjadi kak ? Tanya Sheva dengan wajah paniknya.


"Aku tidak apa-apa. Kakak akan pulang sekarang jika kau ingin pulang katakan pada kakak. Kakak akan menjemputmu oke. Dan jangan lupa untuk menghubungi ayah dan ibu, jaga dirimu baik-baik." Ucap Matthew kemudian memeluk Sheva dengan lembut dan mencium keningnya.


Sementara di sisi lain Aron tampak mengepal tangannya karena melihat apa yang di lakukan Matthew pada Sheva.


Selama ini ia berpikir jika tidak ada orang lain yang boleh menyentuh wanita miliknya, namun ternyata ia salah, karena saat ini ada seorang pria yang berani menyentuh wanitanya.


Matthew berjalan keluar Villa di antar oleh Sheva hingga ke teras depan. Di luar para pengawalnya sudah berkumpul untuk menyambutnya saat melihat Matthew keluar, sementara Aron hanya memperhatikan mereka dari dalam.


Setelah Matthew meninggalkan Villa, Sheva kembali ke dalam berniat untuk bertemu dengan Aron dan melihat apakah keadaannya baik-baik saja atau tidak.


Namun sebelum Sheva menemui Aron. Aron sudah terlebih dahulu menarik tangannya dengan kasar hingga ke dalam kamar mereka.


"Ahh, apa yang kau lakukan ?" Ucap Sheva dengan wajah paniknya.

__ADS_1


"Katakan padaku apa aku harus bersikap baik saat istriku sendiri memeluk dan menikmati kecupan dari pria lain ?" Teriak Aron dengan memegang kuat kedua lengan Sheva.


"Ahk... lepaskan kau menyakitiku." Teriak Sheva mendorong Aron membuat Aron terdorong kebelakang.


"Apa yang kau katakan, dia adalah kakakku Aron. Apa aku juga tidak boleh memeluk kakakku sendiri setelah sekian lama tidak bertemu karena kau menculik dan mengurungku disini." Teriak Sheva.


"Aku tau kau bukanlah saudara kandungnya, jadi berhenti mengatakan jika kau dekat dengannya."


Sheva tersentak kaget mendengar apa yang dikatakan Aron. Apa ini ? Sheva dan Matthew memang bukan saudara kandung tapi mereka masih mememiliki ikatan darah yang sangat dekat. Dan kenapa sikapnya sangat berbeda dari sebelumnya ?" Pikir Sheva.


"Ckk.. Akhirnya kau menunjukan kembali padaku sifat aslimu yang kejam itu." Ucap Sheva. Ia berniat untuk meninggalkan Aron saat ini untuk membiarkan lelaki itu meredakan emosinya namun teriakan Aron dapat mengentikan langkahnya.


"Berhenti disana." Ucap Aron dengan suara datar.


Ia melangkah dengan langkah pelan ke arah Sheva. Tatapannya sungguh membuat siapa saja yang melihatnya ingin mati saat itu juga.


Sheva mundur perlahan-lahan karena merasa takut namun Aron dengan cepat menarik rambutnya kuat membuat Sheva meringis kesakitan.


"Kau tidak tahu ? jika kaulah yang membuatku kembali kesifat asliku." Ucap Aron.


"Kau adalah milikku, aku tidak suka membagi milikku dengan orang lain, sekalipun itu keluargamu sendiri." Lanjut Aron.


Setelah mengatakan itu. Aron menarik rambut Sheva lalu mendorong tubuh mungil itu ke lantai pojok ruangan.


tbc..🌾

__ADS_1


__ADS_2