Die Or Be Mine

Die Or Be Mine
episode 33


__ADS_3

"Hey, kenapa kau bangun." Tanya Aron memeluk Sheva.


"Ah..aku..aku kehausan jadi aku turun untuk mengambil minum-." Ucap Sheva lalu berjalan ke arah kulkas dan mengambil minum. Sementara Aron hanya menganggukan kepalanya.


Setelah selesai meminum air Sheva dan Aron segera kembali ke arah kamar.


Author Pov


"Kau akan tetap mati ! Hanya saja, jika kau mengatakan keberadaannya maka aku akan membuatmu mati dengan baik-baik, namun jika kau tidak memberitahuku maka aku akan menghabisi mu dengan cara yang mengerikan." Ucap Aron.


Baru saja Aron ingin menempelkan besi panas ke leher lelaki yang di injaknya, tiba-tiba seorang pengawal datang dengan tergesa-gesa dan memberi tahukan jika Sheva sedang mencari keberadaannya.


Dengan wajah menahan kesal, Aron memerintahkan pada Oskar untuk mengurus lelaki itu. Sementara ia keluar dari ruang penyiksaan musuh-musuhnya dengan langkah cepat menuju ke arah dapur hingga tidak lama Sheva datang menemuinya.


Pov End


"Aku ingin mengganti baju terlebih dahulu." Ucap Aron saat tiba di dalam kamar.


"Kenapa ? bukannya tadi baru saja mandi ?" Tanya Sheva yang tampak curiga pada Aron.


"Aku merasa badanku panas sayang." Jawab Aron sembari tersenyum.


"Baiklah." Ucap Sheva yang kini sudah berbaring di atas tempat tidur.


Setelah mengganti bajunya, Aron kembali bergabung dan tidur di samping Sheva. Kemudian ia membalikkan badannya lalu memeluk Sheva dengan penuh kasih sayang.


"Aku ingin tau tentang keluargamu." Ucap Sheva dengan tiba-tiba.


Selama ini Sheva sangat penasaran tentang keluarga Aron. Pasalnya dari sejak awal ia di bawah paksa oleh Aron hingga saat ini sudah menajdi istri sah, Aron sama sekali tidak menyinggung atau menceritakan tentang keluarganya pada Sheva.


Apa lagi dihari pernikahan mereka keluarga Aron sama sekali tidak menunjukan keberadaan mereka.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba menanyakan itu." Tanya Aron yang membalikkan tubuh Sheva membuat wajah mereka berhadapan.


"Maafkan aku, aku hanya sedikit penasaran." Jawab Sheva dengan tersenyum.


"Jika kau belum siap, kau bisa menceritakan padaku nanti." Lanjut Sheva.


"Aku akan menceritakan nanti sayang, sekarang sebaiknya kita tidur." Ucap Aron lalu memberikan sebuah kecupan di kening mulus Sheva. Hingga beberapa saat kemudian terlihat keduanya tertidur dengan lelap dengan posisi yang saling berpelukkan.


Disisi lain, Oskar terlihat terus menyiksa lelaki yang di tahannya sejak tadi. Oskar terus mengumpat lelaki di hadapannya saat mengetahui jika lelaki itu lebih memilih untuk mati dari pada mengatakan keberadaan bosnya.


"Apa susahnya kau mengatakan dimana dia brengsek ?" Teriak Oskar. Sementara lelaki itu terus tersenyum seakan menantang Oskar yang tengah berdiri dengan sejuta emosi di dalam dirinya.


Oskar memegang besi yang sebelumnya di pegang Aron, kemudian menancapkan besi panas itu ke leher lelaki yang berada di bawah lantai tersebut.


Teriakan dan jeritan menggema di dalam ruangan saat besi panas kini berada di lehernya. Bukan hanya satu dua detik besi itu berada si lehernya, melainkan 2 menit Oskar menempelkan besi panas itu.


Leher lelaki itu tampak terluka dan melepuh, sungguh sangat menyiksa. Lelaki itu terus berteriak meminta ampun dan bahkan berteriak untuk segera di bunuh dari pada disiksa seperti ini.


Keesokkan harinya Aron bangun terlebih dahulu dari Sheva. Saat sarapan Sheva sempat meminta ijin pada Aron untuk keluar dan berjalan-jalan sekitar villa. Dan entah angin apa semalam Aron mengijinkan Sheva untu jalan-jalan asalkan ditemani oleh para pengawal.


Seperti biasa Aron akan bergegas ke kantornya bersama Oskar yang selalu setia menemaninya kapanpun dan di manapun.


Aron berencana untuk menyelesaikan tugasnya sebelum malam tiba. Karena malam hari ini Aron, As Lou dan Bob Kim akan berkumpul bersama di tempat biasa mereka bertemu. Kebetulan sudah cukup lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama.


Hari ini Sheva akan memasakkan makan siang untuk Aron, kemudian memberikan pada seorang pengawal untuk membawanya pada Aron.


Setelah selesai dengan tugasnya, Sheva memutuskan untuk jalan-jalan sore di sekitar villa dan seperti ucapan Aron kini Sheva di temani empat orang pengawal.


Sheva menyuruh mereka untuk mengawasi dirinya dengan jarak tiga meter, itu karena ia tidak ingin dirinya menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihat dirinya di kawal seperti itu.


Tampak Sheva sudah berjalan jauh dari villa milik Aron. Tiba-tiba sja ia mendengar seorang anak laki-laki yang menangis kencang seorang diri di ujung jalan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, ia berlari kecil kearah anak itu dan menanyakan kenapa anak itu menangis. Sementara pengawal yang mengawasinya terus memberikan informasi mengenai Sheva pada Aron.


Ternyata anak kecil itu menangis karena kehilangan jejak kedua orang tuanya. Mendengar hal itu Sheva lalu meminta pada para pengawal untuk membantunya mencarikan keberadaan kedua orang tua anak itu.


Sementara ia duduk dengan anak laki-laki itu di sebuah kursi yang berada di taman. Sheva bermain dengan anak itu sambil tertawa. Sungguh pemandangan yang sangat indah untuk Aron. Namun sayang Aron hanya dapat melihat di dalam foro saat salah satu pengawal mengirimkannya gambar.


Setelah beberapa saat kedua orang tua anak kecil itu datang, lalu berterimakasih pada Sheva karena telah membantu menjaga anaknya.


Sheva tersenyum kecut saat mendengar ucapan dari ibu anak kecil itu yang mengatakan semoga saja Sheva segera memiliki seorang anak.


Pikirannya tertuju pada Aron. Apa yang salah dengan hubungannya hingga dirinya belum hamil hingga saat ini. Padahal mereka sudah melakukannya beberapa kali selama ini.


Apakah Aron sengaja ? apakah Aron sungguh tidak menginginkan dirinya untuk melahirkan seorang anak ? atau Aron hanya menganggapnya sebagai penghangat ranjang saja ? atau jangan-jangan Aron memiliki wanita lain selain dirinya yang akan memberikan seorang anak untuk Aron ? kalimat-kalimat itu terus menggangu pikirannya hingga tidak sadar ia mengeluarkan air matanya begitu saja.


Ia baru ingat, jika selama ini dirinya dan sang suami sama sekali tidak membahas tentang masa depan pernikahan mereka yang salah satunya adalah untuk memiliki keturunan.


Aron juga terus mengurung dirinya di dalam villa maupun mansion, dan tidak pernah mengatakan alasan ia melakukan itu.


Apakah ia malu memiliki istri sepertiku hingga ia melakukan hal itu ? Ucap Sheva dalam hatinya.


Tbc ... 🌵


BERI AUTHOR VOTE YAH TEMAN-TEMAN DAN JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN KOMEN 🙏


Sekalian baca novel Author yang lainnya yah jika sempat.


- Cinta Seorang Psycho


- My Boyfriend Is An Idol


Terimakasih 🙏✌🏿

__ADS_1


__ADS_2