Digant

Digant
Bab 1 (ulang tahun sekolah)


__ADS_3

Sebuah sekolah menengah atas yang mempunyai banyak murid, mengadakan pesta ulang tahun sekolahan yang ke 17.


Acara perayaannyapun di selenggarakan sejak pagi hari dan acara puncaknya malam hari.


Para siswanya sudah menyiapkan penampilan semenarik dan sesempurna mungkin, terlebih para siswinya.


Salah satu alasannya selain ingin memeriahkan acara ulang tahun sekolah, mereka juga ingin menarik perhatian dari most wanted sekolahan tersebut.


"Halo guys, sekarang kita mulai acara puncaknya ya" Ucap pemandu acara yang sudah berada di atas panggung.


"Ok guys, kali ini gue bakal suruh naik kedua cowok terganteng dan terkeren di sekolah kita. Ya mereka most wanted di sekolahan kita. Silahkan ke panggung Eizel Devon Pranadeepa dan Digant Jagadita Marvan. Kasih tepuk tangan dong guys"


Dengan langkah tenang Devon naik ke atas panggung. Sementara itu tak kalah tenang Digant pun menaiki panggung di belakang Devon. Namun Digant terlihat lebih dingin di bandingkan Devon yang lebih terlihat angkuh dengan senyum yang tersungging di wajahnya.


"Oke guys, gue manggil mereka ke sini bukan cuma buat di jadiin patung ya. Karena hari ini hari ulang tahun sekolah, mereka berdua akan berdansa dengan kalian jika kalian beruntung"


Sorakan histeris dari para gadis pun terdengar jelas. Banyak siswi yang ingin berdansa dengan mereka.


"Oke-oke kalian tenang, silahkan setiap kelas mengajukan satu kandidat dan berdiri di belakang salah satu dari mereka yang ingin kalian ajak dansa"


Saat itu semuanya sudah memilih perwakilan dari kelas mereka. Banyak sekali yang berdiri di belakang Devon, dan hanya satu orang yang berdiri dibelakang Digant.


"Tunggu sebentar, kenapa cuman satu yang ada di belakang Digant?" Tanya sang pemandu acara.


Semuanya hanya diam dan hanya menatap pemandu acara dengan santai. Tetapi hal itu tentu saja sudah diketahui oleh Digant.


"Ya udah, mending kalian langsung kesini, lo nggak perlu milih karna cuman ada satu yang ada di belakang lo, Biru."


Pemandu acara pun berjalan ke arah Devon. "Sekarang lo harus milih siapa yang mau lo jadiin pasangan"


"Terserah" Jawab Devon yang seperti tidak perduli siapapun pasangannya untuk berdansa.

__ADS_1


"Mereka terlalu banyak Devon, sekarang lo pilih aja satu"


Mau tidak mau Devon memilih salah satunya yang bernama Joeya. Dengan kesombongannya Joeya memamerkan kepada semuanya jika Devon memilihnya untuk berdansa.


Saat itulah pemandu acara mempersilahkan kedua pasangan untuk berdansa. Acara oun semakin meriah. Dan acara itupun menjadi trending karena kedua siswa tertampan sekolahan tersebut yang terkenal dingin dan tidak tertarik menjalin hubungan tengah berdansa dengan gadis-gadis cantik untuk memeriahkan pesta ulang tahun sekolahan.


Acara malam puncak ulang tahun itu memang di siarkan oleh media, tetapi keesokan harinya trending di sekolahan tersebut bertambah ketika salah satu penontonnya mengomentari kenapa hanya ada satu siswi yang berdiri di belakang Diganti, padahal Digant tak kalah menarik dan tampan di bandingkan oleh Devon. Hal itupun menarik perhatian dari banyak penonton sehingga banyak juga yang ikut menanyakannya.


Hingga terdapat satu komentar dari akun yang bernama Joeya mengatakan jika Digant tidak sekaya Devon. Bahkan Joeya membuat komentar semakin banyak ketika ia membahas jika Digant bahkan tidak mempunyai ayah dan jarak usianya dengan ibunya hanya 7 tahun, dan menyebut ibunya sebagai Sugar Aunty untuk Digant.


Dan karena hal itu banyak sekali yang menghujat Digant karena memiliki Sugar Aunty.


Seperti biasa Digant berjalan dengan tenang untuk pergi ke perpustakaan.


"Dor"


"Astaga Birru, lo kenapa ngagetin gue?"


"Abisnya lo serius banget si Gan jadi orang, sekali-kali lo itu harus senyum" Biru memeragakan ibu jari dan telunjuknya di bawah dagu dan tersenyum lebar.


Keduanya bersahabat sejak SMP. Kenapa bisa seorang Digant yang dingin berteman dengan seorang perempuan, itu karena Biru berbeda dari yang lainnya. Biru tidak pernah mengejar Digant, bahkan ia sering membuat Digant menganggap bahwa dia bukanlah perempuan karena sifatnya yang tidak pernah menjaga image. Biru sendiri juga tidak pernah terlihat menyukai Digant sebagai lawan jenis, melainkan ia hanya memperlakukan seperti teman tidak lebih. Tentu saja itu menurut Digant, tetapi siapa yang tau hati seseorang bukan? Yang jelas saat ini mereka bersahabat baik.


Jam pulang sekolah usai, seperti biasa Digant akan langsung kembali kerumahnya. Tetapi siang itu Digant mendapat sebuah notifikasi didalam ponselnya yang berisi video dan juga komentar mengenai dirinya. Seketika Digant mengepalkan tangannya. Dia sangat sering mendapat ejekan seperti semenjak SMP. Hingga akhirnya Digant sedikit menjaga jarak dari ibunya yang bernama Aindrilla Deepa.


Sebenarnya Digant sangat menyayangi seseorang yang ia panggil mama itu, tetapi ia terpaksa menjaga jarak karena teman-temannya selalu mengejeknya jika mamanya adalah sugar aunty nya. Awalnya Digant tidak memperdulikan hal itu, tetapi lama kelamaan hal itu membuat dirinya terganggu dan memilih untuk mengambil langkah ia harus menjaga jarak dengan mamanya ketika banyak teman-temannya.


Digant memilih untuk duduk di ruang tengah sembari melihat beberapa video tentangnya yang lengkap dengan hastag sugar aunty, tentu saja hal itu membuat Digant marah. Tetapi apa boleh buat, ia memilih untuk diam. Dan karena itulah seseorang yang dulunya memiliki pribadi yang ceria menjadi seseorang yang Dingin seperti saat ini.


Ceklek


Kenop pintu terbuka dari luar, dan itu adalah Ain yang baru saja pulang dari toko pakaian yang ia punya.

__ADS_1


"Mama pulang"


Ain meletakkan kantung yang berisi makanan yang sudah ia beli dari restoran ketika arah jalan pulang.


Namun Digant tidak meenjawab dan justru terpagut dengan ponsel di tangannya sehingga membuat Ain mengerutkan dahinya.


'Ada apa dengan Digant, kenapa dia tidak mendengarku? Ah sudahlah, lebih baik aku mandi. Setelah itu baru aku cari tau'


Setelah selesai membersihkan diri, Ain kembali ke ruang tengah. Saat itu ia mendapati makanan yang ia bawakan untuk Digant masih belum disentuh. Akhirnya Ain langsung duduk di samping Digant yang masih terpagut dengan ponselnya.


"Ada apa?"


"Nggak ada" Balasnya singkat.


"Mama ini mengenal kamu lebih darimu sendiri Digant, ada apa?"


Akhirnya Digant memperlihatkan video yang ia lihat. Air muka Ain berubah menjadi merah padam, amarahnya tersulut melihat beberapa komentar yang berasumsi negatif kepada Digant.


"Ini tidak bisa dibiarkan, mama akan melaporkan hal ini"


Ketika Ain mengeluarkan ponsel dari saku piala yang ia kenakan, saat itu Digant mencekal pergelangan tangannya dan bangkit dari duduknya.


"Mama nggak perlu lakuin itu, ini udah sering terjadi"


"Karena itu sesekali kita harus memeberi pelajaran Digant"


"Untuk apa ma? Mama sendiri yang nggak pernah mau bilang alasannya apa, kenapa usia kita hanya berjarak 7 tahun. Dan ketika banyak yang menganggap mama sugar aunty nya Digant mama marah! Kalo emang mama mau orang-orang nggak nganggep Digant kayak gitu, lebih baik mama bilang sama Digant, kenapa bisa kayak gitu?"


Ain membuang nafas berat, ia memegang kedua lengan putranya yang saat ini tingginya melebihi dirinya.


"Dengar Digant aku adalah mama kamu, percayalah dengan kuasa Tuhan yang sudah memeberi kehidupan"

__ADS_1


Digant menarik salah satu sudut bibirnya "udah aku duga, mama pasti akan jawab itu. Udahlah ma, sekarang gak perlu marah kalo ada yang ngatain Digant" Digant melenggang pergi ke kamarnya.


Bersambung


__ADS_2