Digant

Digant
Bab 20 (Isi Berkas)


__ADS_3

Setelah mendengar ungkapan dari Biru, saat itulah Digant juga berpikir apa yang membuat Devon mendadak kasar dengan dirinya.


Tetapi Digant tidak ingin membahasnya lagi, Digant kini kembali mengajak Biru membahas tentang berkas kelahirannya yang hampir saja ia ketahui apa yang sebenarnya.


"Menurut lo isi berkas itu apa Ru?"


Mendengar Digant mempertanyakan hal itu seketika Biru mengerutkan dahinya. Ia kembali mengingat berkas yang sudah ada di tangannya saat itu.


"Elo bener Gan, apa kita harus kembali kesana? "


"Kayaknya itu perlu kita coba" Balas Digant dengan mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali.


Sepulang sekolah dari sekolah, kali ini Digant memutuskan untuk mengantar Biru lebih dulu untuk mengganti pakaiannya. Ia juga harus meminta izin kepada Bara terlebih dulu agar Bara tidak mencemaskan Biru seperti kemarin-kemarin.


Usai mengantar Biru berganti pakaian, saat itu Digant langsung pergi ke rumah sakit dimana ia dan Biru hampir mendapatkan sesuatu.


Sesampainya disana, Digant tidak langsung mengajak Biru masuk. Ia justru menarik Biru kesebuah toilet. Namun saat itu Biru justru memberontak.


"Lo gimana si Gan, gue cewek! Bisa-bisanya lo ngajakin gue ke toilet cowok?" Protes Biru, namun selang beberapa saat kedua mata Biru membulat menatap Digant yang berada di satu bilik toilet dengannya.


"Atau lo mau macem-macem ya Gan? Inget Gan, gue sahabat lo"

__ADS_1


Mendengar ucapan Biru, seketika Digant menoyor kepala Biru. Ia lalu terkekeh dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Gue mai lo pakek ini Biru, jangan kemana-mana deh pikiran lo"


Ketika melihat pakaian laki-laki di sodorkan oleh Digant, seketika Biru menyengir kuda. Ia sadar jika kecurigaannya terhadap Digant memang salah besar.


"Ya udah gue tunggu di depan"


Selang beberapa saat Biru keluar lengkap dengan penyamarannya. Bahkan saat itu ketika seorang gadis yang melewati mereka justru terlihat tertarik terhadap kedua pemuda tersebut.


Beberapa gadis mengira jika Biru benar lelaki. Memang saat itu Biru terlihat tampan dengan pakaian yang di berikan oleh Digant dan sebuah kumis tipis yang ia pasang.


Setelah melewati banyak orang, BDigaby dan Biru kembali masuk kedalam ruangan yang pernah mereka masuki tanpa izin. Tetapi saat itu berkas yang sempat mereka miliki ternyata memang sudah tidak ada di tempat semula.


Plak


Sebuah berkas mendarat di atas meja kerja milik Arthur. Dimana saat itu sebuah berkas yang di cari-cari oleh Digant dan Biru berada di hadapannya.


"Apa ini bisa membuktikan yang sebenarnya, Zak?"


"Pasti bisa" Sambungnya.

__ADS_1


Dalam seketika Arthur tersenyum miring setelah mengetahui isi berkas tersebut. Ia lalu memutuskan untuk menemui Ain secepatnya di toko milik Ain yang berada di sebuah lantai dua.


Melihat kedatangan Arthur, Ain sedikit terkejut. Dan saat itulah ia memerintahkan semua orang untuk menutup toko tersebut. Ain lalu mengajak Arthur untuk berbincang di sebuah kafetaria diseberang mall.


Ain duduk diseberang Arthur yang saat itu menyesap pelan kopi yang ia pesan.


"Apa yang ingin kau katakan? "


"Jangan terlalu buru-buru, aku harus menikmati kopi ku terlebih dulu" Balasnya enteng.


Setelah sekitar sepuluh menit, Arthur benar-benar selesai dengan kopi miliknya. Saat itu Arthur membuka berkas yang ia dapatkan dari Zaki. Seketika saat itu kedua bola mata Ain membulat sempurna. Ia ingin meraih berkas tersebut, tetapi Arthur segera menjauhkannya dari tangan Ain.


"Kau bilang kau mama dari laki-laki kemarin kan Ain? Jika itu benar, aku bisa membuat anak itu benci denganmu selamanya"


Kepanikan terlihat jelas di wajah Ain."tolong jangan Arthur"


"Aku bisa aja bikin anak kamu pergi, tapi ada tawaran yang menarik untukmu"


Saat itulah Ain kembali mengerutkan dahinya. "Apa yang kamu mau?"


"Aku mau kau mengikuti rencanaku untuk menjadi istriku pura-pura ku"

__ADS_1


Kedua mata Ain kembali melebar karena mendengar ucapan dari Arthur.


Bersambung


__ADS_2