
Di sepanjang perjalanan pulang, Biru masih terdiam di jok belakang motor Digant. Hingga hal itupun mengganggu pikiran Digant.
Akhirnya Digant menepi dan menghentikan laju kendaraannya.
"Kenapa Gan, lo mau pipis?" Tanya Itu dengan polos.
Digant yang awalnya ingin bertanya tentang keadaan Biru justru di buat tertawa dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Biru.
"Lo kenapa si Gan? Tiba-tiba berhenti. Udah gitu malah ketawa" Setelah mengucapkan hal itu kedua ekor mata Biru menyusuri tempatnya berhenti dimana ia berada di bawah pohon yang besar.
Mendadak Biru memegangi lehernya yang meremang "lo gak kesurupan kan Digant?"
"Dahlah kita lanjut pulang"
Digant kembali melajukan motor yang ia naiki bersama dengan Biru. Selang beberapa menit setelah ia mengantarkan Biru, Digant tidak langsung pulang. Ia memilih untuk pergi ketempat ibunya yang saat itu berada di toko miliknya yang ada di lantai dua.
Sesampainya disana Digant mencari keberadaan ibunya, namun ia tidak melihatnya. Akhirnya Digant menghampiri pegawai ibunya "mba, mana mama?"
"Ada di dalam mas Digant, tapi mas jangan-"
Belum juga selesai, saat itu Digant sudah lebih dulu membuka pintu ruangan Ain.
Kedua bola matanya membulat dan rahangnya mengeras, tanpa berpikir panjang Digant menarik seseorang yang saat itu sangat dekat dengan ibunya.
"Berani-beraninya kau mendekati mamaku seperti itu?"
Digant mencengkeram kerah baju orang tersebut dengan sangat erat, namun Ain segera melepaskan tangannya dari orang tersebut.
__ADS_1
"Jangan Digant, Arthur hanya membantu mama. Tadi mata mama kemasukan sesuatu"
Perlahan Digant melepas cengkeramannya, namun ia masih menatap Arthur dengan penuh selidik.
"Lagi pula jika aku ingin menciumnya itu tidak masalah. Karena lusa kami akan menikah" Sahut Arthur sembari merapikan pakaiannya.
"Apa?" Digant menatap ibunya dengan penuh tanya "ini semua gak benerkan ma?"
Melihat Ain yang terdiam, Digant mendekati ibunya dan mengguncang tangannya hingga Ain tersadsr dari lamunannya.
"Semua itu gak bener kan, ma? Mama becanda kan?"
"Itu benar Digant, mama akan menikah dengan Arthur"
Perasaan Digant menyelesaikan ketika mendengar jawaban dari Ain. Ia tidak percaya ibunya akan menikah. Karena selama ini yang ia tahu Ain selalu menjaga jarak dengan lawan jenis. Bahkan banyak yang ingin melamarnya dari kalangan yang terpandang pun akan langsung Ain tolak. Tetapi kali ini, kenapa kali ini ia begitu mudah jatuh pada seorang pria seperti Arthur? Yang menurut Digant sendiri ada sesuatu yang tidak Digant suka dari Arthur.
Tanpa menunggu lama, Digant melenggang pergi meninggalkan Ain yang masih mematung.
Disisi lain saat ini Biru bersepeda di sebuah taman kota untuk menenangkan pikirannya yang terus sibuk memikirkan semua ucapan Alex. Ia merasa begitu tidak tenang, entah perasaan apa, tetapi Biru tidak pernah merasakannya selama ini.
"Mending gue beli minum"
Usai membeli minuman, Biru duduk di sebuah bangku yang ada di taman tersebut. Karena begitu haus, Biru membeli dia minuman sekaligus. Setelah menenggak habis satu botol minuman dingin, ia juga membuka yang satunya.
"Huh, Kenapa gue terganggu smaa ucapan Alex si? Ini aneh"
Tap
__ADS_1
Tap
Tap
Sebuah langkah besar mendekat dan membuat Biru menoleh ke arah suara yang semakin dekat.
"Elo? Kalo. Lo mau cari msalah sama gue karna gue belain Digant, sorry gue nggak ada waktu buat ngeladenin lo Alex"
"Enggak kok, gue cuman mau duduk aja disini" Balas Alex yang kemudahan duduk di sebelah Biru.
Tanpa berkata apapun Biru memutuskan untuk pergi, namun Alex mencekal pergelangan tangan Biru dengan kuat namun tidak terasa menyakitkan.
"Gue minta maaf"
Dengan segera Biru mengerutkan dahinya. Pasalnya ia merasa Alex begitu berbeda saat ini.
"Lo kesambet? " Biru menempelkan punggung tangannya di dahi Alex.
Namun saat itu Alex justru memegangi tangan Biru dengan lembut. "Gue tadi udah ngatain lo gak menarik. Tetapi gue sadar, kalo saat ini gue tertarik sama lo" Imbuhnya.
"Huh?"
Bukan menjawab apapun atau bertanya apapun, Biru saat itu justru mematung. Sementara saat itu Digant juga melihat Biru yang tengah di pegangi oleh Alex dari kejauhan.
"Apa Alex suka sama Biru?"
Bersambung
__ADS_1