Digant

Digant
Bab 11 (Sindikat Pencuri)


__ADS_3

Secangkir teh yang ada di meja milik Ain terjatuh karena tidak sengaja terkena gerakan tangannya. Saat itu mendadak perasaan Ain tidak tenang. Entah mengapa perasaannya begitu resah.


"Kenapa aku merasa tidak tenang?"


Tetapi Ain memang bukanlah orang yang berpikir seperti itu. Ain memilih untuk tidak menghiraukannya dan melanjutkan kegiatannya, dimana hari ini ia harus menghadiri pesta ulang tahun pernikahan dari salah satu pelanggan di toko miliknya.


Pelanggannya kali ini bukanlah orang sembarangan, pelanggannya adalah istri dari CEO Pranadeepa Square.


"Lebih baik aku fokus, dan jangan sampai aku melewatkan acara dari CEO Mall ini. Lagi pula dia juga sangat menyukai apapun yang ada di tokoku" Ain tersenyum getir.


Setelah menyiapkan kado yang akan ia berikan kepada Tuan dan nyonya Pranadeepa, Ain menyiapkan dirinya untuk segera pergi ke Mansion Pranadeepa.


Tidak terasa, hari sudah semakin gelap, saat Ain bergegas untuk pergi. Disepanjang jalan Ain menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan keluarga Pranadeepa. Karena meskipun nyonya dari keluarga Pranadeepa sudah menjadi pelanggannya sejak dulu, tidak pernah sekalipun mereka saling bertatap muka.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, mobil Ain berhenti tepat di area parkir yang sudah disediakan. Langkahnya mulai memasuki Rumah yang begitu besar dengan suasana modern yang bernuansa monokrom, membuat ekor matanya tak henti menyusuri tiap sudut ruangan.


Banyak sekali pasang mata yang tersita oleh kedatangan Ain. Dimana saat ini Ain terlihat begitu anggun dengan gaun berwarna biru yang ia kenakan saat ini.


Saat itulah seorang yang berpakaian rapi dengan stelan jas hitamnya, seperti membisikkan sesuatu kepada seorang perempuan yang berusia paruh baya. Selang beberapa saat perempuan tersebut berjalan ke arahnya.


'Tidak pernah berubah selain usianya yang mulai menua' batin Ain yang terus memperhatikan kedatangan perempuan tersebut.


Ya, perempuan yang datang ke arah Ain adalah Sofia. Istri dari Irgan Pranadeepa.


"Aindrilla pemilik toko laras ya?" Sofia menjabat tangan Ain sembari memeluknya sekilas.


"Iya nyonya Sofia, dan saya Terima kasih karena nyonya mengundang saya di hari ulang tahun pernikahan nyonya dan tuan Pranadeepa." balas Ain sembari mengulas senyum manis di wajahnya.


"senang bisa langsung bertemu dengan pemilik toko sekaligus desainer yang sangat handal seperti kamu Ain"


"Nyonya terlalu berlebihan"


"Saya tinggal dulu ya Ain, saya harus menemani suami saya"


"Silahkan nyonya Sofia"


Para tamu undangan semakin banyak yang berdatangan. Karena Ain tidak mengenal tamu-tamu yang datang, ia memilih untuk menikmati perjamuan.


Disaat itulah Ain mencari keberadaan seseorang yang lama ingin ia lihat. "Sejak 17 tahun berlalu kakak tidak pernah melihatmu, Eizel?" Ekor mata Ain terus mencari seseorang yang menurutnya mirip dengan adiknya yang bernama Eizel. Tetapi ia tidak mendapatinya sama sekali.


Karena tidak menemukan adiknya, Ain memilih untuk keluar dan melihat semua yang ada di sekitar kediaman Pranadeepa.


"Sudah banyak yang berubah, bahkan dulu mereka tidak akan mengganti warna rumah jika aku tidak menginginkannya. Tapi sekarang? Semuanya berubah seperti ini"

__ADS_1


Ain membuang nafas berat dan kembali masuk ke dalam ruangan. Tetapi saat itu ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga ponsel orang yang ia tabrak terjatuh.


"Astaga, ponselku"


"Maaf.. Maaf.. Aku benar-benar tidak melihatmu" Ain memungut ponsel yang sudah terjatuh. Ia hendak mengembalikan ponsel tersebut kepada seseorang yang saat ini ada dihadapannya.


Sosok yang berbadan tinggi dan atletis sempat membuatnya terperangah. Dilengkapi dengan garis wajah yang tegas, hidung mancung dan bibir ranum membuat seorang pria terlihat begitu sempurna.


Setelah beberapa saat tercengang, Ain berhasil mengembalikan kesadarannya dan mengulurkan ponsel milik seorang pria yang saat ini ada dihadapanya.


"Maaf, ini ponselmu"


"Zaki bawa ponselku, aku tidak terbiasa memegang ponsel dari tangan orang asing"


"Baik tuan"


Seseorang yang bernama Zaki adalah tangan kanan dari pria yang bertabrakan dengan Ain.


"Oh astaga, sombong sekali orang itu" Dalam seketika kekaguman Ain terhadap pria tersebut hilang.


Dan setelah Ain masuk, ia melihat pria tersebut berkumpul dengan banyak pengusaha. Karismanya begitu kuat sehingga mampu membuat para wanita bisa saja langsung jatuh hati.


"Percuma saja kau tampan, tetapi sangat arogan" Gerutu Ain


Karena acara sudah berjalan cukup lama, dan tamu sudah berdatangan. Seorang pemandu acara di ulang tahun pernikahan Pradipta,mengumumkan saatnya potong kue.


Setelah mengatakan hal itu, nonya Sofia menghubungi putranya dengan panggilan video. Saat itu ia sengaja menampilkan gambar putranya di sebuah layar besar agar semua tamu bisa melihat putranya.


"Devon, seharusnya kamu ikut pulang sama orang suruhan mamak nak. Tapi berhubung kamu menolak, mama akan membuat kamu tetap ikut serta seperti ini sayang"


Dari belakang nyonya Sofia, Ain melihat seseorang yang ia cari sejak tadi. Ya dia adalah Eizel alias Devon, putra dari pemilik acara.


"Ternyata kamu sudah sebesar Digant, Eizel."


"Maaf ma, Devon tidak bisa menerima panggilan video ini terlalu lama. Ada teman Devon yang jatuh ke jurang, bahkan dia terbawa air yang tiba-tiba terjadi banjir di jurang itu ma"


Seketika hal itu membuat nyonya Sofia cemas, bahkan ia menjadi panik hingga ponsel yang ia bawa jatuh. Saat itu ponsel tersebut jatuh tepat di tangan tuan Irgan.


"Dengar Devon, siapa temanmu yang jatuh. Nanti papa akan meminta orang kepercayaan papa untuk ikut mencarinya"


"Namanya Digant pa, ya sudah Devon harus pergi"


Tit

__ADS_1


Panggilan video tersebut berakhir. Dan karena sang pemilik acara mengalami kondisi yang tidak baik, semua tamu di persilahkan untuk pulang.


"Minggir.. Kalian minggir, aku harus segera pergi" Ain dengan langkah tergesa menyuruh semua orang untuk menyingkir. Tetapi saat itu ada seseorang yang tidak mau menyingkir hingga tertabrak oleh Ain.


Karena tertabrak oleh Ain, orang yang di tabrak Ain mencekal tangan Ain sehingga membuat Ain menghentikan langkah kakinya.


"Kau lagi? Apa kau sengaja menabrakkan dirimu agar aku melirikmu?"


"Maaf karena aku sudah menabrakmu, tolong lepaskan. Aku harus segera pergi" Ain ingin melepas cekalan dari pria yang ia tabrak, tetapi pria tersebut sangat erat memegangi tangan Ain.


Ain terus berontak, ia berpikir ia tidak punya banyak waktu. Ia menjadi begitu cemas ketika mendengar obrolan dari Devon dan juga Irgan. Saat itulah ia sudah tidak perduli dengan apapun jika menyangkut dengan keselamatan Digant.


"Tidak ada yang bisa membodohi Arthur Widjaya! Termasuk kau"


"Aku tidak membodohi, aku berbicara apa adanya. Aku tidak sengaja menabrakmu karena aku harus pergi sekarang, anakku dalam bahaya. Apa kau tau, teman putra dari nyonya Sofia adalah anakku. Jadi aku harus segera pergi"


Arthur Widjaya adalah anak dari pengusaha Alvin Widjaya dari perusahaan Widjaya yang sekarang sudah di pimpin oleh Arthur anak sulungnya.


"Huh, kau pikir aku bodoh?"


Tentu saja Arthur berpikir seperti itu, bagaimana bisa ia mempercayai jika seseorang yang pantas menjadi kakak Devon bisa mempunyai anak sebesar Devon.


"Terserah jika kau tidak percaya, tapi aku harus pergi"


Lagi-lagi langkah kaki Ain terhenti karena Arthur tidak membiatkannya pergi begitu saja.


"Aku curiga, munggah kau ini sindikat pencuri yang akanberbuat kejahatan di rumah ini? "


"Apa maksudmu? "


"Kau akan tau setelah aku menghubungi polisi, Zaki lakukan!"


Kedua bola mata Ain membulat sempurna ketika Arthur menyuruh Zaki untuk menghubungi Polisi.


"Apa? Apa kau sudah gila"


Selang beberapa saat polisi tengah sampai dan hendak membawa Ain untuk di periksa. Namun saat itu Ain menolak karena ingin pergi menyusul Digant di tempat ia camping.


"Pak, tolong jangan bawa saya, saya harus mencari anak saya pak"


"Jangan percaya pak,. Mana mungkin perempuan seusianya mempunyai anak yang hanya berjarak beberapa tahun darinya"


"Tapi pak"

__ADS_1


Ain terus memberontak. Ia benar-benar ingin segera pergi untuk menyusul Digant yang dikatakan hanyut terbawa Air di dalam jurang.


Bersambung


__ADS_2