DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM

DIJODOHKAN DENGAN PANGERAN KEJAM
PUTRI YIN ; TERNODA


__ADS_3

Putri Yin merasa sangat ternoda karena ini.  Hanya karena dia jatuh di atas badan pangeran yuk dan secara tak sengaja dada putri Yin mengenai tangan Pangeran Yuk.


Pangeran yuk bisa merasakan itu.  Milik putri yin.


"Aaaahhh."


Putri Yin berteriak keras.  Dia lepas kendali.  Secara tak sadar, putri Yin berteriak dengan menggunakan kekuatannya dia. 


Malam di istana yang tadinya sunyi itu jadi berisik.  Semua orang yang sedang bertugas malam bingung mendengar suara teriakan apa itu.  Mereka tahu kalau itu teriakan putri Yin kalau sedang kesal. 


"kenapa?"


"Ada apa?"


"Apa putri Yin kehilangan kendali?"


Beberapa pelayan dan penjaga di istana membicarakan Putri Yin.  Raja dan ratu dari kerajaan Yin yang sedang ada di ruangannya pun, di kamarnya, juga mendebarkan itu. 


"Itu apa yang mulia raja?" tanya ratu Wu yang sedang tidur memeluk raja zeng.  Raja zeng menggeleng.


"Saya tidak tahu ratuku. Ada apa dengan putri Yin?" raja zeng dan ratu Wu bergegas memakai jubahnya.  Mereka keluar kamar dan memeriksa ke kamar putri mereka. 


Ratu Li juga mendengar itu.  Dia sedang terdiam dan mengingat suaminya yang meninggal. Melihat langit seakan berbisa dengan suaminya dari balik jendela kamarnya di istana Yin.  Tapi ratu Li mendengar suara teriakan itu. 


"suara apa itu?"  dia bergegas keluar.  Bertanya kepada beberapa orang yang berjaga di depan ruangannya, ada beberapa pelayan setia ratu Li juga. 


"suara apa itu?" tanya ratu Li kepada dua pelayannya.  Mereka sama menggeleng.


"Itu suara tuan putri Yin.  Biasanya dia akan kehilangan kendali kalau kesal.  Suaranya memeka telinga." Kata salah satu penjaga dari istana Yin. 


"kenapa memang?"  ratu Li mengajak pelayannya untuk melihat ke ruangan putri Yin.  Bersama dengan dia. 


Mereka berjalan ke kamar putri Yin.  Ratu Li bertemu dengan ratu Wu dan raja zeng di lorong menuju ke kamar putri Yin. 


"Ratu, ada apa dengan putri Yin?" tanya ratu Li kepada ratu Wu. 

__ADS_1


"Tidak tahu.  Saya juga mau ke sana dan memeriksanya."  Ratu Wu menggandeng tangan ratu Li dan berjalan cepat ke sana. 


Sesampainya di sana.  Putri Yin lari keluar dari kamar.  Dia menangis dan menendangi angin dengan kesal. 


"Putri Yin, ada apa?" ratu Wu segera menghampiri putrinya itu dengan sangat khawatir.  Putri Yin menangis dan memeluk ibunya itu. 


"ibu.  Pangeran yuk. Kenapa dia ada di kamar ku.  Ibu tahu tadi dia-" putri Yin berbisik ditelinga ibunya.


Ratu Wu malah tertawa karena itu.  Raja zeng dan ratu Li juga penasaran ada apa.  Mereka bertanya kepada ratu Wu.  Ratu Wu berbisik kepada ratu Li dan raja zeng.  Keduanya ikut tertawa. 


Pangeran yuk keluar karena mendengar ada suara ibunya di luar.  Ternyata ada ratu Wu dan raja Zeng juga.  Pangeran yuk menunduk memberi salam kepada mereka. 


"Tidak apa-apa.  Itu sudah kewajiban kamu, putri Yin." Raja Zeng menepuk lengan anaknya itu. 


"ibu, ayah kenapa begitu dengan aku.  Aku kan belum mau tidur dengan pangeran yuk ibu.  Aku belum siap.  Ibu, ayah, ya?" putri Yin merengek kepada orang tuanya.  Mereka tak enak dengan ratu Li. 


"Pangeran yuk.  Kembali ke kamar anda sendiri dulu.  Biarkan putri Yin istirahat di kamarnya sendiri dan beri waktu putri Yin untuk beradaptasi dengan semuanya secara perlahan." Kata ratu Li yang menarik lengan anaknya itu. 


Pangeran yuk ikut pergi dengan ibunya.  Dia tidur di kamar yang sudah disiapkan kerajaan Yin.  Pangeran yuk mengantar ibunya ke kamar baru dia ke kamarnya. 


"Jangan membuat keributan dan jangan bertengkar dengan putri Yin pangeran. Tapi tadi itu mau apa?" Tanya ratu Li yang menahan pangeran yuk yang akan pergi.  Ratu Li sedikit penasaran. 


"Tidak ibu.  Jangan harap.  Tadi saja tidak mau sekamar dengan aku.  Aku juga tidak mau melalukannya ibu. Putri Yin jauh dari wanita yang aku suka dan cintai."


"siapa yang kamu cintai? Memangnya ada?"


Pangeran yuk diam. Dia menepis tangan Ibunya.  Dia pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan sang ibu. 


Pangeran yuk tak bisa tidur.  Dia berjalan-jalan di sekitar istana Yin.  Pangeran Huang juga sedang berjalan-jalan malam karena dia tak bisa tidur setelah mendengar keributan tadi.  Jeritan putri Yin. 


Keduanya tak sengaja bertemu di tengah jalan.  Mereka diam, berdiri dan saling memandang.


***


Keduanya menyamar sebagai rakyat biasa.  Dengan pakaian rakyat biasa mereka, yang sederhana. 

__ADS_1


Ada seorang putri, dari kerajaan Huang.  Dia menyamar juga menjadi orang biasa.  Sangat cantik.  Dia sedang dengan pelayannya. Melihat-lihat pasar. 


Beberapa orang datang dan menggoda dia. Menahan tangannya dengan sangat tidak sopan dan kasar. 


"Nona cantik.  Bisakah ikut dengan kami. Akan kami belikan apa pun yang nona cantik mau." Mereka menarik tangan putri itu dengan kasar. 


Dug!


Pangeran yuk menggunakan tongkat yang dia pegang ke tangan orang yang menahan tangan putri itu.


"Jangan sembarangan memegang tangan seorang wanita dengan tidak sopan." Kata pangeran yuk kepada orang-orang kurang ajar itu.  Ada sekitar lima orang. 


"ini daerah kekuasaan kamu. Kamu siapa berani dengan kami."


"mau melawan kami."


Pangeran yuk malah senang kalau harus berkelahi.  Pangeran yuk melawan lima orang itu.  Sejak itu pangeran yuk menjadi penguasa di tempat itu.  Semua takut dengan dia.  Tapi mereka mengenal pangeran yuk sebagai rakyat biasa. 


Pangeran yuk juga sering main ke sana.  Itu masih termasuk tempat kekuasaan kerajaan Huang.  Pangeran Huang menyamar dan menjemput putri Lui. 


"Putri, kembalilah ke istina. Jangan berkeliaran sembarang seperti ini.  Tanpa pengawal lagi." Pangeran Huang menarik tangan putri Lui dengan kasar. 


"Jangan kasar dengan wanita. Anda siapa menyuruh nona Lui pulang." Pangeran yuk menahan tangan Pangeran Huang untuk melepas tangan putri Lui dari genggaman tangan pangeran Huang. 


"putri Lui, adalah tunangan saya.  Dia adalah calon ratu dari kerajaan Huang.  Saya adalah pangeran Huang, pangeran dari kerajaan ini.  Jadi anda jangan macam-macam."


Sejak itu pangeran yuk kesal dan marah sekali kepada pangeran Huang.  Ditambah kabar kalau ternyata mereka bersaudara.  Pangeran yuk ingin menguasai kerajaan Huang dan putri Lui yang sudah membuat dia jatuh hati. 


Mereka selalu janjian datang dan bertemu di pasar.  Jalan dan mengobrol banyak hal.  Pangeran yuk suka sekali dan sudah merasa cocok dengan putri Lui.  Tapi ternyata...


Kabar pernikahan pangeran Huang dan putri Lui diumumkan.  Putri Lui memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena dia tak bisa menolak perjodohan yang sudah diatur ayahnya itu, dengan pangeran kerajaan Huang. 


***


Pangeran yuk masih ingat benar kisah itu.  Setiap kali melihat pangeran Huang, Amara dalam dirinya memuncak.  Laki-lakinya yang tak punya hati seperti pangeran Huang, yang membuat wanita yang dia cinta bunuh diri, harus dimusnahkan. 

__ADS_1


Nyawa di bayar nyawa. 


Pangeran yuk mengeluarkan pedang energinya. Tapi tangan pangeran yuk malah menuju ke tempat lain.  Tangan pangeran yuk tak bisa dia kendalikan sendiri.  Pedangnya malah mengalir energi merah muda dari putri Yin.


__ADS_2