
"ini pohon aneh dan jelek ini dulu ibu. Singkirkan dari kamarku. Aku juga tak pernah setuju. Aku kira tak sebesar ini."
"Kenapa bisa jadi sangat besar begini?"
Pangeran yuk masih mencoba untuk menarik pohonnya dari lantai kamarnya. Tapi tak bisa. Dia bahkan beberapa kali menendang pohonnya. Putri yin yang kesal. Dia menarik baju Pangeran yuk.
"Jangan berani-berani ya anda menendang pohon saya."
Karena tenaga putri yin yang masih sedikit lemah, putri yin malah jadi tertarik pangeran yuk. Hingga putri yin jatuh kepelukan pangeran yuk.
"Ahh, paman. Cari kesempatan saja kepada bibi, bilang saja mau cari perhatian ke bibi dan mau dipeluk bibi. Aku mau keluar dulu ah, mau menunjukkan bunganya kepada ibu."
Putri kecil Bao memilih pergi dari sana. Diikuti putri Zhu yang juga keluar dari sana, juga pangeran wong. Mereka pamit kepada ibu ratu Li. Di belakang ibu ratu Li, ada ratu wu dan raja Zeng yang baru sampai.
"Yuk, ibu mau berbicara. Ini pesan dari paman kamu."
"Mau sampai kapan kalian berpelukan?"
Sejak tadi mereka tak sadar, seperti waktu berhenti sesaat. Keduanya masih saja dalam posisi berpelukan. Pangeran yuk yang menahan tubuh putri yin yang hampir jatuh. Mereka segera sadar dan bangun. Ratu Li dan ratu wu yang menggoda keduanya.
Mereka duduk di ranjang pangeran yuk, ratu Li duduk di dekat pangeran yuk, putri yin memilih duduk di sisi ibunya. Sementara raja Zeng berdiri melihat sekitar kamar yuk.
"Kerajaan dan dunia ini butuh kamu, pangeran wong dan pangeran Huang. Kalian harus bersatu untuk menjaga dunia terang pendekar. Kalau tidak, kerajaan yang dipimpin ayah kamu ini akan dikuasi oleh raja dari dunia gelap para pendekar. Selama ini mereka diam karena ada ayah kamu yang masih hidup dan ketika mereka tahu kamu membunuh ayah kamu sendiri, kamu mereka senang dan memanfaatkan itu."
"Kita butuh pangeran Huang berlatih disini. Tapi Pangeran Huang tak mau ke sini karena tak mau meninggalkan ibunya. Sama seperti kamu, ibu yakin, kamu juga tak mau meninggalkan ibu kan, yuk. Jadi-"
Ratu Li sedang mengajak pangeran yuk bicara. Belum selesai dengan ucapannya, semua juga tahu maksudnya. Tapi Pangeran yuk dengan wajah kesalnya langsung pergi.
"Ibu, boleh saya yang membujuk pangeran yuk?"
__ADS_1
Putri yin yang sejak tadi diam mendengarkan, duduk di sebelah ratu wu, mengerti maksud ratu Li dan juga isi hati pangeran yuk. Putri yin menawarkan diri untuk membujuk pangeran yuk.
"Tapi-"
Ratu Li takut pangeran yuk mungkin hilang kendali. Ratu wu menahan tangan ratu Li, seakan meyakinkan ratu Li, putrinya bisa menjelaskan dengan baik dan membujuk dengan baik kepada pangeran yuk. Ratu Li pun mengangguk mengizinkan putri yin mengejar pangeran yuk.
Pangeran yuk pergi ke taman belakang kerajaan. Dia mengamuk, berteriak keras. Semua pengawal yang ada di sana diminta pangeran yuk untuk pergi dari sana.
"Pangeran yuk, hentikan. Salah anda kenapa anda membunuh ayah anda sendiri."
Putri yin tak kalah berucap dengan suara keras di belakang pangeran yuk. Pangeran yuk yang sedang murka langsung berbalik. Dia kembali menghunus pedang energi birunya yang tak sengaja dia keluarkan karena marah. Dia arahkan tepat ke leher putri yin.
"Pangeran yuk." Lirih putri yin.
Dia pikir setelah ada pohonnya dia bisa menggunakan kembali kekuatan dia, sepenuhnya, tapi ternyata, sama sekali tak berhasil. Mungkin putri yin masih harus beradaptasi.
"Kamu tidak tahu rasanya menjadi saya bukan? Jadi tidak perlu ikut campur."
"Tidak, anda salah. Saya tahu rasanya jadi seperti anda. Raja selalu punya banyak selir dan istri bukan?"
"Tapi ayah kamu tidak punya."
"Siapa yang bilang. Tapi mereka semua adik saya, saudara saya. Saya harus melindungi mereka. Bahkan ibu dan ayah saya."
"Anda tahu kenapa saya mau menikah dengan anda?"
Putri yin mencari tempat duduk di sekitar tempat dia berdiri. Pangeran yuk melihat batu besar, dia menariknya dengan kekuatan energi birunya, mendekatkan batu besar itu kepada putri yin. Putri yin tahu maksudnya. Dia pun duduk di batu itu.
"Terimakasih batunya. Saya melihat anda bisa membunuh ayah saya. Saya harus bisa mengendalikan emosi anda pangeran yuk. Itu yang peramal bilang. Bahkan mungkin anda bisa membunuh ibu anda sendiri."
__ADS_1
Pangeran yuk kaget. Dia tak tahu soal ramalan itu dan pernikahan dengan putri yin, yang dipercaya menjadi pencegah semuanya.
"Saya melakukan semuanya demi semua orang yang saya sayangi. Juga ibu anda. Jadi tolong, bekerja sama lah."
"Terima ratu Huang ke sini agar pangeran Huang mau datang ke sini dan berlatih di sini."
"Saya masuk lebih dulu. Silakan anda pikirkan dan temui ibu anda sendiri lalu berikan jawabannya."
Putri yin meninggalkan pangeran yuk sendirian. Putri yin kembali ke dalam istana. Dia menemui ratu Li dan kedua orang tuanya yang akan menginap malam ini. Baru mereka akan pulang besok. Putri yin memberitahu ratu Li kalau dia sudah bicara dengan pangeran yuk. Pangeran yuk tak masalah dengan ratu Huang ke sini. Dia hanya butuh waktu sendiri saja.
"Terimakasih ya sayang. Ibu sangat bersyukur sekali punya kamu menjadi menantu ibu ratu."
Ratu Li memeluk erat putri yin dan mencium pipinya. Putri yin juga memeluk ratu Li. Ratu Li dan kedua orang tuanya pamit. Ratu Li akan menunjukkan kamar untuk ditempati kedua orang tua putri yin.
"Aku ikut keliling ya ibu?" tanya putri yin kepada keduanya. Putri yin merangkul lengan ibunya.
Ratu wu hanya mengangguk. Ini juga akan menjadi hari terakhir dia bisa memanjakan anaknya. Mereka keliling sampai ke kamar yang akan ditempat orang tua putri yin. Putri yin juga sempat bermain dan tiduran di sana. Ratu Li pamit, dia ingin menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan ratu wu dan raja Yong.
"Mandi sana? Supaya harum? Supaya pangeran yuk bisa kami kendalinya. Ingat, hidup kita semua ada ditangan kamu."
Putri yin terlalu asik bermanja dengan ibunya. Jadi dia lupa sudah hampir malam. Putri yin pun pamit kepada kedua orang tuanya. Dia mencium pipi kedua orang tuanya dan keluar dari kamar mereka.
"Kak, pangeran yuk dimana?"
Di jalan putri yin tak sengaja bertemu dengan putri Zhu. Putri yin menunjuk ke taman belakang. Putri Zhu langsung pamit dan lari ke taman belakang.
Pangeran yuk sudah tak ada di sana. Dia keliling dan akan kembali. Putri yin sedang mandi di tempat pemandian pangeran yuk. Tanpa pangeran yuk ketahui ada putri yin yang sedang mandi di sana dia masuk begitu saja.
"Waaaa..."
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua malah saling terkejut dan berteriak bersama.